Kehamilan

Asam Folat untuk Program Hamil, Mencegah Cacat Lahir pada Janin

July 30, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Asam folat adalah jenis vitamin B yang dibutuhkan setiap sel di dalam tubuh untuk pertumbuhan yang sehat. Karena itu, wanita membutuhkan asam folat untuk program hamil. Karena baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Selain itu, dokter kandungan akan menyarankan wanita untuk mengonsumsi asam folat untuk program hamil, karena memiliki berbagai manfaat lainnya. Untuk mengetahui manfaat tersebut, yuk simak penjelasan berikut ini.

5 manfaat asam folat untuk program hamil

Jika rutin mengonsumsi asam folat sebelum hamil, maka ibu dan bayinya akan merasakan beberapa manfaat seperti berikut ini:

1. Mencegah cacat lahir

Neural-tube defects (NTDs) atau cacat tabung saraf atau yang juga umum disebut cacat lahir adalah kondisi perkembangan otak dan sumsum tulang belakang pada janin yang tidak sempurna. Cacat lahir yang paling umum terjadi antara lain:

  • Spina bifida. Ketika sumsum tulang belakang dan tulang belakang tidak sepenuhnya tertutup.
  • Anencephaly. Keterbelakangan otak yang parah.
  • Encephalocele. Kondisi jaringan otak menonjol ke kulit melalui lubang di tengkorak.

Cacat lahir ini umumnya terjadi di 3 hingga 4 minggu pertama masa kehamilan. Karena itu, penting untuk mengonsumsi asam folat sebelum hamil dan di awal masa kehamilan.

2. Mencegah kelahiran prematur

Dilansir dari Webmd, wanita yang mengonsumsi asam folat setidaknya satu tahun sebelum hamil, mengurangi risiko melahirkan prematur hingga 50 persen atau lebih.

3. Asam folat untuk program hamil dapat mencegah anemia

Kekurangan asupan asam folat selama kehamilan dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil. Anemia ini dikenal juga dengan istilah anemia defisiensi folat. Gejalanya antara lain kelelahan, sakit kepala, kulit pucat, mulut dan lidah sakit.

Itu sebabnya penting untuk mengonsumsi asam folat sebelum kehamilan dimulai. Karena asam folat berperan penting dalam memproduksi sel darah dan mengatasi risiko anemia pada ibu hamil.

4. Mencegah penyakit jantung bawaan dan mencegah bibir sumbing

Asam folat memiliki sifat melindungi bayi terhadap anomali struktural janin. Sehingga dapat menurunkan risiko adanya penyakit jantung bawaan dan kelainan fisik, termasuk pada bagian bibir dan langit-langit mulut bayi. Atau yang umum disebut bibir sumbing.

5. Komplikasi kehamilan

Dilansir dari Webmd, bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat selama trimester kedua kehamilan memiliki penurunan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia. Yang bisa juga menurunkan risiko stroke pada ibu dan mengurangi risiko penyakit alzheimer.

Berapa banyak dosis asam folat untuk program hamil?

Meski tidak berencana hamil, namun Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan wanita usia subur mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap harinya. Ini dilakukan untuk mengantisipasi cacat lahir jika terjadi kehamilan di luar rencana.

Dosis tersebut juga berlaku untuk kamu yang berencana untuk hamil. Jika melakukan konsultasi sebelum hamil, umumnya dokter akan menganjurkan untuk mengonsumsi asam folat sebelum hamil, setidaknya satu bulan sebelum program hamil dilakukan.

Di awal kehamilan, ibu hamil juga akan diminta rutin mengonsumsi 400 mikrogram asam folat hingga usia kandungan melewati 12 minggu pertama. Setelahnya ibu hamil mungkin akan diminta mengonsumsi 600 mikrogram asam folat setiap harinya.

Namun, setiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda. Karena itu, sebaiknya konsultasikan langsung pada dokter kandunganmu. Sementara itu, ada beberapa kondisi khusus pada ibu hamil yang membutuhkan dosis asam folat yang lebih tinggi. Kondisi tersebut antara lain:

  • Menderita penyakit ginjal dan menjalani dialisis
  • Memiliki penyakit genetik sel darah merah atau sel sabit
  • Menderita penyakit liver
  • Minum lebih dari 40 ml minuman beralkohol setiap hari
  • Minum obat untuk mengobati epilepsi, diabetes tipe 2, lupus, psoriasis, rheumatoid arthritis, asma atau penyakit radang usus

Ibu hamil yang pernah memiliki riwayat melahirkan anak dengan cacat lahir, juga membutuhkan asam folat untuk program hamil dengan dosis yang berbeda.

Bagaimana memenuhi kebutuhan asam folat untuk program hamil?

Asam folat adalah jenis asupan yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh karena itu, kamu perlu mendapatkannya dari makanan-makanan yang mengandung asam folat. Berikut beberapa jenis makanan tinggi akan kandungan asam folat:

  • Sayuran: brokoli, kubis brussel, kol, kembang kol, bayam Inggris, kacang hijau, selada, jamur, jagung manis, dan zucchini.
  • Buah-buahan: alpukat, apel, dan jeruk.
  • kacang-kacangan: buncis, kacang kedelai, kacang lima, kacang merah, lentil, dan kacang haricot
  • Telur
  • Sereal

Selain dari makanan tersebut, ibu hamil juga bisa memenuhi kebutuhan asam folat dari suplemen yang banyak dijual bebas di apotek atau toko obat. Demikian penjelasan tentang pentingnya asam folat untuk ibu hamil dan janinnya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. CDC diakses 27 Juli 2020 Folic Acid 
  2. Womenshealth.gov diakses 27 Juli 2020 Folic Acid 
  3. Webmd diakses 27 Juli 2020 Folic Acid and Pregnancy 
  4. Healthline diakses 27 Juli 2020 Folic Acid and Pregnancy: How Much Do You Need? 
  5. NCBI diakses 27 Juli 2020 Folic Acid Supplementation and Pregnancy 
    Berita Terkait
    register-docotr