Kehamilan

Bisa Cegah Cacat pada Bayi, Ini Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil, Moms!

June 12, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Pentingnya asam folat untuk ibu hamil perlu diketahui karena bisa membantu memelihara kesehatan janin lho, Moms!

Asam folat merupakan vitamin B yang memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah dan membantu tabung saraf bayi untuk berkembang ke otak dan sumsum tulang belakang.

Biasanya, asam folat banyak ditemukan pada suplemen dan makanan yang telah diperkaya.

Baca juga: Tak Hanya jadi Lalap Sayur Segar, Ternyata Banyak Manfaat Timun yang Perlu Diketahui!

Apa fungsi asam folat untuk ibu hamil?

Moms, sudah tahu manfaat asam folat untuk ibu hamil? Yuk, biar enggak penasaran, ini ulasan mengapa asam folat disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil sebelum dan selama kehamilan.

Ya, asam folat umumnya digunakan oleh tubuh untuk membuat sel-sel baru dan menghasilkan DNA. Dengan mengonsumsi asam folat diyakini dapat mencegah cacat lahir otak dan sumsum tulang belakang bayi.

Sumber makanan terbaik asam folat adalah sereal yang diperkaya. Namun, bisa juga ditemukan secara alami dalam sayuran hijau gelap dan buah jeruk.

Bahaya kekurangan asam folat untuk ibu hamil

Kekurangan asam folat bisa sebabkan bibir sumbing pada bayi. (Foto: drugs.com)

Cacat lahir terjadi dalam 3 hingga 4 minggu pertama kehamilan sehingga penting untuk mengonsumsi asam folat selama masa perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi.

Tanpa asam folat yang cukup dalam tubuh, tabung saraf bayi mungkin tidak dapat menutup dengan benar sehingga mengembangkan masalah kesehatan yang disebut cacat tabung saraf. Beberapa kondisi serupa yang termasuk ke dalam cacat tabung saraf, antara lain:

  • Spina bifida. Merupakan perkembangan yang tidak lengkap dari sumsum tulang belakang atau vertebra.
  • Anencephaly. Merupakan perkembangan bagian otak utama yang tidak lengkap sehingga menyebabkan memiliki cacat permanen.

Bayi yang lahir dengan kondisi ini tidak akan bertahan hidup atau harus menghadapi beberapa operasi, kelumpuhan, hingga kecacatan jangka panjang.

Rutin mengonsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan dapat melindungi bayi dari beberapa kondisi cacat lahir. Kondisi cacat pada bayi biasanya bibir sumbing, lahir prematur, berat badan lahir rendah, keguguran, dan pertumbuhan rahim yang buruk. 

Dosis konsumsi asam folat

Dosis konsumsi asam folat yang dianjurkan untuk wanita yang sudah memasuki masa subur adalah 400 mcg folat setiap hari. Jika kamu mengonsumsi vitamin setiap hari, coba periksakan untuk mengetahui apakah memiliki jumlah yang disarankan.

Untuk mencegah cacat tabung saraf, maka konsumsilah 400 mcg ketika berencana hamil atau memiliki usia subur. Beberapa rekomendasi asupan asam folat yang perlu diketahui, seperti berikut ini:

  • Saat mencoba untuk hamil: 400 mcg asam folat.
  • Untuk tiga bulan pertama kehamilan: 400 mcg asam folat.
  • Selama empat hingga sembilan bulan kehamilan: 600 mcg asam folat.
  • Ketika sedang menyusui: 500 mcg asam folat.

Terdapat berbagai makanan yang dapat membantu kamu dalam memenuhi asupan asam folat. Makanan dengan kandungan asam folat yang direkomendasikan, di antaranya:

  • ¾ cangkir sereal yang diperkaya asam folat: 400 mcg asam folat.
  • 3 ons hati sapi yang dimasak dengan direbus: 215 mcg asam folat.
  • ½ gelas lentil yang dimasak matang: 179 mcg asam folat.

Jika Moms telah melahirkan anak dengan kondisi cacat tabung saraf, kemungkinan memerlukan dosis asam folat yang lebih tinggi. Dokter biasanya akan menyarankan dosis yang tepat untuk membantu mencegah cacat pada bayi. 

Dosis yang lebih tinggi dalam mengonsumsi asam folat juga mungkin diperlukan jika memiliki beberapa kondisi tertentu.

Kondisi yang dimaksud, seperti menderita penyakit ginjal dan sedang menjalani dialisis, memiliki penyakit hati, menderita diabetes tipe 2, asma, ataupun penyakit radang usus.

Baca juga: Manfaat Kunyit Asam: Atasi Masalah Pencernaan hingga Kadar Gula Darah

Konsultasi dokter ahli

Tidak ada cara untuk mencegah cacat lahir dengan kepastian 100 persen. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi asam folat dalam jumlah cukup sebelum dan selama kehamilan guna membantu mengurangi risiko.

Ketika memiliki keinginan untuk hamil, pertimbangkan segera untuk menambahkan vitamin prenatal ke dalam rutinitas harian. Vitamin prenatal tersedia dalam bentuk kapsul tablet, dan obat kunyah. Untuk menghindari sakit perut, minumlah vitamin prenatal bersamaan dengan makanan.

Selalu bicarakan dengan dokter ahli mengenai dosis vitamin prenatal yang tepat karena mengonsumsinya terlalu banyak bisa menjadi racun bagi bayi dalam kandungan. Jangan menunggu sampai hamil baru serius dalam mengonsumsi asam folat.

Sebab, segera konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jumlah asam folat yang tepat sesuai dengan kebutuhan, terutama kesehatan bayi.

Jangan lupa konsultasikan masalah kesehatan saat hamil bersama Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 9 Juni 2020. Folic Acid and Pregnancy: How Much Do You Need?
  2. Webmd (2018), diakses 9 Juni 2020. Folic Acid and Pregnancy
    Berita Terkait
    register-docotr