Penting untuk Wanita: 6 Penyebab Kista Ovarium yang Harus Diwaspadai

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan di ovarium atau di permukaannya. Penyebab kista ovarium sendiri bervariasi tergantung jenisnya.

Kebanyakan kista indung telur (ovarium) terjadi secara alami dan hilang dalam beberapa bulan tanpa memerlukan perawatan apa pun.

Untuk mengetahui apa itu kista ovarium dan juga penyebab-penyebabnya, yuk simak ulasan di bawah ini:

Apa itu kista ovarium?

Kista ovarium merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya memiliki kantung berisi cairan di dalam ovarium mereka.

Setiap wanita memiliki dua ovarium seukuran kacang almond di sisi kanan dan kiri rahim. Telur (ovum), yang berkembang dan matang di ovarium, dilepaskan dalam siklus menstruasi bulanan.

Kebanyakan kista ovarium hanya menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman atau bahkan tak bergejala sama sekali. Namun kista ovarium terutama yang telah pecah dapat menyebabkan gejala serius.

Gejala kista ovarium

Kebanyakan kista tidak menimbulkan gejala dan hilang dengan sendirinya. Namun, kista ovarium yang besar dapat menyebabkan:

  • Nyeri panggul yang terasa tumpul atau tajam di perut bagian bawah
  • Perut terasa penuh atau seperti ada beban
  • Kembung

Penyebab kista ovarium

Kebanyakan kista ovarium berkembang sebagai hasil dari siklus menstruasi kamu (kista fungsional). Ada banyak penyebab kista ovarium, dan sebagian besar kista ovarium tidak bersifat kanker.

Berikut penjelasan penyebab kista ovarium berdasarkan jenis-jenisnya yang berbeda:

1. Kista folikel

Follicular cysts merupakan jenis kista ovarium yang paling umum terjadi pada wanita. Kista jenis ini disebabkan oleh pertumbuhan folikel.

Folikel adalah kantung berisi cairan normal yang mengandung telur. Kista folikel terbentuk ketika folikel tumbuh lebih besar dari ukuran normal selama siklus menstruasi dan tidak terbuka untuk melepaskan sel telur.

Biasanya, kista folikel sembuh dengan sendirinya selama berhari-hari hingga berbulan-bulan. Kista folikel dapat mengandung darah (kista hemoragik) yang berasal dari kebocoran darah ke dalam kantung telur.

2. Kista korpus luteum

Corpus luteum cysts adalah jenis kista yang berhubungan dengan siklus menstruasi kamu. Korpus luteum adalah area jaringan di dalam ovarium yang muncul setelah sel telur dikeluarkan dari folikel. 

Jika sel telur tak dibuahi dan kehamilan tidak terjadi, korpus luteum biasanya rusak dan menghilang. Meski begitu korpus luteum bisa saja terisi dengan darah, menetap di ovarium dan menyebabkan kista.

Biasanya, kista ini hanya ditemukan di satu sisi ovarium saja. Kondisi ini juga tidak menunjukkan gejala dan sembuh sembuh dengan sendirinya.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana sel-sel yang biasanya tumbuh di dalam sebagai lapisan rahim,justru tumbuh di luar rahim atau di lokasi lainnya. Ovarium adalah tempat umum terjadinya endometriosis.

Ketika endometriosis terjadi di ovarium, area jaringan endometrium dapat tumbuh dan menyebabkan pendarahan seiring berjalannya waktu.

Kondisi ini akhirnya membentuk kista berisi darah dengan isi berwarna merah atau cokelat yang disebut endometrioma. Atau kadang-kadang disebut juga sebagai kista cokelat.

4. Polycystic ovarian syndrome

Kondisi yang dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik (PCOS) ditandai dengan adanya beberapa kista kecil di dalam kedua ovarium.

PCOS dikaitkan dengan sejumlah masalah hormonal dan merupakan penyebab paling umum dari ketidaksuburan pada wanita.

5. Dermoid cysts 

Penyebab kista ovarium yang berikutnya adalah kondisi adanya tumor jinak. Kerap juga disebut dengan kondisi dermoid cysts atau benign cystic teratomas.

Tumor ovarium jinak dan ganas juga dapat berupa kistik. Kadang-kadang, jaringan ovarium berkembang secara tidak normal membentuk jaringan tubuh lain seperti rambut atau gigi.

Kista dengan jaringan abnormal ini adalah tumor yang disebut teratoma kistik jinak atau kista dermoid.

6. Tubo-ovarian abscesses

Tubo-ovarian abscesses atau abses tubo-ovarium juga bisa menjadi penyebab kista ovarium. Infeksi organ panggul dapat melibatkan ovarium dan juga tuba fallopi.

Dalam kasus yang parah, ruang kistik yang berisi nanah mungkin ada pada, di, atau di sekitar ovarium. Ini dikenal sebagai abses tubo-ovarium.

Apakah kista ovarium bisa menjadi penyebab kanker?

Kebanyakan kista ovarium tidak disebabkan oleh kanker, dan memiliki kista ovarium juga tidak berarti kamu akan terserang kanker ovarium.

Namun, beberapa jenis kanker ovarium menyebabkan tumbuhnya kista di dalam tumor. Kasus kanker ovarium juga jauh lebih jarang daripada kista tumor ovarium jinak (benign ovarian cysts).

Demikian ulasan tentang kista ovarium dan penyebabnya yang perlu diwaspadai oleh kamu. Jika curiga mengalaminya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kista ovarium? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Mayo Clinic. Diakses pada 5 Juli 2020. Ovarian cysts

Medicine Net. Diakses pada 5 Juli 2020. Ovarian Cysts: Symptoms, Causes, Types, and Treatment

NHS. Diakses pada 5 Juli 2020. Ovarian cyst

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin