Covid-19

Mana Lebih Efektif saat Pandemi, Cuci Tangan Pakai Sabun Antibakteri atau yang Biasa?

December 10, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Banyak produk sabun antibakteri yang memberikan janji manis lebih manjur membunuh kuman hingga virus dibandingkan sabun biasa. Tidak jarang sebagian orang membuat sabun ini sebagai prioritas yang harus dibeli ketika mereka berbelanja. 

Namun, bahasa iklan tersebut ternyata tidak selamanya benar, karena ternyata menggunakan sabun biasa dan air juga tidak kalah efektif dalam membunuh kuman dan bakteri.

Baca Juga: Hand Sanitizer atau Sabun, Mana Paling Efektif Membunuh Virus Corona?

Apa itu sabun antibakteri?

Setiap sabun antibakteri biasanya akan mencantumkan kata-kata antibakteri di kemasan mereka. Hal ini memudahkan para pelanggannya untuk membedakannya dari sabun biasa.

Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyebut sabun antibakteri memiliki beberapa kandungan yang tidak ada dalam sabun biasa. Kandungan-kandungan ini ditambahkan untuk mengurangi atau mencegah infeksi bakteri.

Kandungan utama sabun antibakteri ini adalah triclosan. FDA menyebut beberapa penelitian menunjukkan efek triclosan terhadap cara kerja hormon dalam tubuh hewan. Sayangnya belum ada penelitian lebih lanjut terhadap manusia mengenai efek ini.

Lebih efektif mana, sabun antibakteri atau sabun biasa?

Dalam keterangan resminya, FDA menyebut belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menunjukkan kalau sabun antibakteri lebih baik ketimbang sabun biasa. Terutama dalam fungsinya untuk mencegah penyakit.

Hingga hari ini, manfaat menggunakan sabun antibakteri belum bisa dibuktikan. Oleh karena itu, wajar jika penggunaannya yang sudah sekian lama mulai menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan efek negatif sabun antibakteri.

Untuk mengkaji hal ini lebih lanjut, maka FDA meminta data terkait keamanan dan kemanjuran produk sabun antibakteri dari produsen, konsumen serta pihak terkait lainnya. Hasilnya, hanya sedikit informasi yang mereka dapatkan.

Para produsen bahkan tidak bisa membuktikan kalau kandungan-kandungan dalam sabun antibakteri aman digunakan dalam waktu yang lama. Terlebih, mereka tidak bisa menunjukkan kalau produk mereka lebih efektif daripada sabun biasa dalam mencegah penyakit dan infeksi.

Jadi apa yang harus dipakai?

Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), setiap orang dianjurkan untuk mulai menerapkan kebiasaan mencuci tangan. Lalu, sabun mana yang sebaiknya kamu pakai?

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk menggunakan sabun biasa dan air untuk mencuci tangan. Karena seperti yang sudah diterangkan di atas, sabun antibakteri belum terbukti lebih ampuh daripada sabun biasa dalam mencegah penyakit.

Bahkan sabun antibakteri dikhawatirkan dapat membuat beberapa bakteri dan virus menjadi resisten. Hal ini bisa disebabkan oleh kandungan triclosan dan triclocarban dalam sabun antibakteri yang menurut FDA nantinya dapat mengganggu keseimbangan flora normal pada permukaan kulit.

Oleh karena itu, situs kesehatan verywellhealth secara khusus menganjurkan agar kamu tetap cuci tangan pakai sabun dan hindari sabun yang mengandung triclosan dan triclocarban. Selalu cuci tangan sabun minimal 60 detik di air yang mengalir untuk membunuh kuman dan bakteri, ya!

Baca Juga: Manakah yang Lebih Tepat: Cuci Tangan Pakai Sabun atau Hand Sanitizer?

Bahaya lain sabun antibakteri

Situs kesehatan verywellhealth mencatat beberapa potensi masalah kesehatan sabun antibakteri sebagai berikut:

Alergi

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Allergy and clinical immunology mencatat adanya peningkatan alergi yang disebabkan oleh triclosan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh sistem imun yang berubah dalam mengenali alergen karena paparan triclosan.

Diserap tubuh

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada 2011 menunjukkan adanya kandungan triclocarban yang diserap oleh para beberapa partisipan penelitian. Meskipun demikian, masih belum diketahui apa efek dari komponen yang terserap tersebut bagi tubuh.

Mengganggu hormon

Sebagaimana yang disebutkan FDA bahwa kandungan triclosan dalam sabun antibakteri dapat mengganggu hormon, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environment International menyebut efeknya pada manusia.

Penelitian tersebut menyebut jika anak bayi yang lahir dari ibu hamil yang menggunakan sabun yang mengandung TCS memiliki hormon testosteron yang tinggi di dalam darah tali pusar mereka.

Meskipun demikian, peningkatan hormon ini tidak menyebutkan efek lain yang dialami bayi-bayi tersebut.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang sabun antibakteri dan sabun biasa. Pilihan kembali kepada kamu untuk memilih jenis sabun yang mana. Paling penting adalah jangan malas untuk menjaga kebersihan, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk download aplikasi Good Doctor di sini.

register-docotr