Kebiasaan Tidur Setelah Sahur, Awas 5 Bahaya Ini Mengintai

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Tidak dapat dipungkiri tidur setelah sahur telah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar orang. Meski dapat menghilangkan kantuk, kebiasaan ini ternyata cukup berbahaya bagi kesehatanmu. Apalagi bila dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang lama. 

Setelah makanan masuk ke perut, perut akan mencernanya menjadi jus makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk menjadi energi.

Sistem pencernaan kita membutuhkan setidaknya 2 jam untuk memproses makanan menjadi esensi makanan. Jadi, tidur setelah makan sahur akan membuat sistem pencernaan tertunda atau bekerja lebih keras dalam memecah makanan. 

Sayangnya, banyak yang tidak menyadari betapa berbahayanya kebiasaan ini. Lalu seperti apa dampak negatif dari kebiasaan ini?

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat yang Efektif dan Aman

Berikut adalah bahaya dari kebiasaan langsung tidur setelah sahur

  1. Menimbun lemak di dalam tubuh

Kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur akan menimbulkan timbunan lemak dalam tubuh. Apabila kebiasaan ini dilakukan oleh orang dengan keturunan obesitas, mereka akan memiliki risiko dua kali lipat untuk kena obesitas. 

Timbunan lemak dalam tubuh terjadi karena makanan yang masuk ke lambung tidak langsung dicerna oleh lambung kalau kamu tidur. 

Kalori dari makanan yang kamu konsumsi justru akan disimpan dalam bentuk lemak. Apalagi jika kamu baru saja makan makanan yang tinggi karbohidrat, lemak, dan gorengan.

Selain itu ketika kita tidur, otak sebenarnya merangsang perut untuk meningkatkan kadar hormon ghrelin yang membuat kita merasa lebih lapar ketika kita bangun.

2. Diare atau sembelit

Pada kondisi normal, dua jam setelah makanan dicerna, perut akan kosong. Sisa makanan akan berpindah ke usus untuk dipadatkan menjadi feses.

Namun, tidur setelah sahur akan memperlambat proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama berada di dalam perut. 

Tumpukan makanan di perut yang tidak bisa dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, tergantung makanan apa yang masuk ke perut kita.

3. Meningkatnya asam lambung

Untuk kamu yang sering merasakan mulas lebih baik hindari kebiasaan tidur setelah sahur. Tidur setelah makan sahur hanya akan membuat sistem pencernaanmu sulit untuk bekerja mencerna makanan. 

Hal tersebut akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan salah satunya adalah naiknya asam lambung

Jika makanan tidak dicerna dengan benar, lambung akan secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya.

Saat kamu tidur gaya gravitasi akan melonggarkan katup lambung, menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Asam lambung dapat mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Sehingga dapat menyebabkan mulas, mulas, dan sensasi terbakar seperti terbakar di dada hingga tenggorokan.

4. GERD atau refluks asam lambung

Ketika jumlah asam lambung yang diproduksi terlalu banyak dan terjadi terus menerus, asam lambung akan meningkat. Kemudian kondisi ini dapat berkembang menjadi GERD (penyakit gastroesophageal reflux) atau refluks asam lambung.

GERD terjadi karena katup antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sepenuhnya, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkonganmu. 

Asam lambung dapat melukai tenggorokan, juga menyebabkan berbagai gejala lain seperti berikut:

  •     Rasa terbakar pada panas perut.
  •     Makanan terasa sampai ke kerongkongan.
  •     Asam di bagian belakang mulut.
  •     Mulut pahit.
  •     Mual, muntah. 
  •     Kesulitan menelan.
  •     Bersendawa.
  •     Batuk.

5. Risiko terkena stroke lebih tinggi

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan pada tubuhmu sulit melakukan pekerjaannya. Sehingga lambung membutuhkan lebih banyak asupan darah untuk mempercepat kerjanya.

Padahal di sisi lain, otak juga masih membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tidur. Suplai darah yang terkonsentrasi ke perut membuat otak kekurangan oksigen. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, otak dapat mengalami stroke.

Selain itu tidur selepas makan juga disebut mampu meningkatkan asam lambung yang kemudian menyebabkan sleep apnea, lalu memicu stroke. 

Kamu juga harus mengingat bahwa setelah makan akan ada perubahan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah. Kombinasi ini sangat mungkin berdampak pada peningkatan risiko stroke.

Itu dia bahaya dari kebiasaan buruk langsung tidur setelah sahur. Mulai sekarang, lebih baik hindari kebiasaan buruk yang satu ini. Kamu bisa gunakan waktu setelah sahur untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat. 

Kalau kamu merasa lelah saat tengah hari, cobalah tidur siang. Tidur siang atau power nap selama 30 menit cukup untuk mengembalikan energimu.

Jangan ragu konsultasikan kesehatanmu melalui Good Doctor. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin