Sebelum Transplantasi Ginjal, Yuk Pahami Dulu Prosedur dan Risikonya Setelah Operasi!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Transplantasi ginjal merupakan suatu prosedur pembedahan untuk menempatkan ginjal yang sehat dari pendonor pada seseorang dengan ginjal rusak.

Ginjal adalah dua organ berbentuk kacang yang terletak di setiap sisi tulang belakang tepat di bawah tulang rusuk. Fungsi utamanya menyaring dan menghilangkan limbah, mineral, serta cairan dari darah.

Ketika ginjal kehilangan kemampuannya, maka tingkat cairan dan limbah berbahaya akan menumpuk dan mengakibatkan risiko gagal ginjal.

Baca juga: Orang Dewasa Minum Obat Cacing? Jangan Ragu, Ini Dia Manfaatnya

Siapa yang membutuhkan transplantasi ginjal?

Transplantasi biasanya dilakukan oleh orang dengan ginjal yang telah berhenti sepenuhnya. Penyakit ginjal tahap akhir terjadi ketika salah satu organ terpenting dalam tubuh ini kehilangan sekitar 90 persen kemampuannya untuk berfungsi secara normal.

Nah, penyebab utama penyakit ginjal stadium akhir, meliputi diabetes, tekanan darah tinggi kronis dan tidak terkontrol, dan peradangan serta jaringan parut pada filter kecil di dalam ginjal. Jika sudah mencapai titik ini, dokter kemungkinan akan merekomendasikan dialisis.

Sebelum menjalani dialisis, dokter akan memberitahu kandidat yang baik untuk transplantasi ginjal. Dokter akan memilih pasien yang cukup sehat untuk menjalani operasi besar dan dapat menolerir rejimen pengobatan seumur hidup.

Jika kamu memiliki kondisi medis serius yang mendasari, transplantasi ginjal mungkin akan berbahaya atau tidak akan berhasil. Nah, beberapa kondisi serius yang termasuk, antara lain kanker, TBC, infeksi, tulang, kardiovaskular berat, dan penyakit hati. 

Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa beberapa evaluasi, mengenai kondisi fisik, psikologis, dan persetujuan dari keluarga. Pemeriksaan lengkap berupa tes urin dan darah biasanya dilakukan sebelum operasi untuk memastikan jika tubuh cukup sehat. 

Bagaimana prosedur transplantasi ginjal dilakukan?

Sebelum operasi dilakukan, dokter akan terlebih dahulu menjadwalkan transplantasi jika ingin menerima donor dari orang yang masih hidup. Namun, jika pendonor sudah meninggal maka harus menunggu apakah jaringan yang dimiliki cocok dengan tubuh. 

Dilansir dari Healthline, transplantasi ginjal akan diawali dengan melakukan anestesi umum agar selama operasi dilakukan, pasien tidak merasakan sakit. Anestesi biasanya disuntikkan ke tubuh melalui jalur intravena atau IV di tangan atau lengan.

Setelah tertidur, dokter kemudian mulai membuat sayatan di perut dan menempatkan ginjal dari pendonor di dalam tubuh pasien. Arteri dan vena dari ginjal ke arteri akan disambungkan untuk membuat darah mengalir melalui ginjal baru.

Langkah selanjutnya yang dokter lakukan adalah memasang ureter pada ginjal baru ke kandung kemih untuk mempermudah pasien membuang air kecil secara normal.

Umumnya, dokter akan meninggalkan ginjal asli di dalam tubuh kecuali jika di kemudian hari menyebabkan masalah serius, seperti tekanan darah tinggi atau infeksi.

Baca juga: Cara Mengempeskan Bisul yang Aman, Salah Satunya dengan Bahan Alami!

Perawatan setelah operasi ginjal dilakukan

Segera setelah sadar pasca operasi, tenaga medis akan memantau tanda-tanda vital dan jika sudah stabil bisa dipindahkan ke kamar inap. Biasanya, orang-orang yang baru saja melakukan transplantasi diminta untuk tinggal di rumah sakit setidaknya satu minggu setelah operasi.

Ginjal baru biasanya membutuhkan waktu untuk bisa mulai membersihkan limbah dari tubuh. Rasa sakit dan nyeri akan terasa di dekat lokasi sayatan saat pertama kali sembuh. Karena itu, dokter akan memantau tubuh pasien jika kemungkinan menyebabkan komplikasi.

Pasien juga perlu mengikuti jadwal ketat untuk mengonsumsi obat penekan kekebalan guna menghentikan tubuh dari menolak ginjal baru. Sebelum meninggalkan rumah sakit, tim medis transplantasi akan memberikan instruksi spesifik tentang bagaimana dan kapan kamu harus minum obat. 

Obat penekan imun harus dikonsumsi sesuai petunjuk secara rutin dan kemungkinan dokter juga akan meresepkan obat tambahan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi.

Memantau diri sendiri sangat perlu dilakukan, terutama jika tubuh merasakan sakit, mengalami pembengkakan, dan muncul gejala mirip flu.

Perlu diketahui, transplantasi merupakan salah satu operasi besar yang memiliki beragam efek samping. Beberapa efek samping atau risiko setelah melakukan operasi, dapat berupa reaksi alergi terhadap anestesi umum, berdarah, gumpalan darah, dan kebocoran ureter.

Tak hanya itu, beberapa orang yang telah melakukan transplantasi juga bisa mengalami serangan jantung dan stroke. Karena itu, pastikan untuk selalu melakukan kontrol atau pemeriksaan rutin dengan dokter untuk menghindari risiko akibat operasi ginjal.

Masalah kesehatan lainnya bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor. Konsultasi secara juga bisa dilakukan hanya di Grabhealth Apps!

  1. Mayo Clinic (2020), diakses 18 Juni 2020. Kidney transplant
  2. Healthline (2020), diakses 18 Juni 2020. Kidney Transplant
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter