Kecanduan Minuman Alkohol? Hati-hati Berisiko Penyakit Sirosis Hati!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Penyakit sirosis hati merupakan kondisi di mana organ hati mengalami kerusakan akibat terbentuknya jaringan parut (fibrosis).

Jaringan parut ini disebabkan oleh penyakit liver akibat efek dari kecanduan alkohol berkepanjangan maupun infeksi virus hepatitis.

Kenali lebih lanjut tentang penyakit sirosis hati dalam ulasan berikut ini yuk!

Apa itu sirosis hati?

Menurut National Institutes of Health (NIH), sirosis adalah penyakit yang menyebabkan kematian nomor 12 di Amerika Serikat dan cenderung memengaruhi pria daripada wanita.

Kebiasaan pola hidup yang tidak sehat, termasuk hobi minum minuman beralkohol, disebut-sebut menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit sirosis hati.

Penyebab umum sirosis hati

Di Amerika Serikat, penyebab paling umum sirosis hati adalah infeksi virus hepatitis C jangka panjang dan penyalahgunaan alkohol kronis.

Selain itu, obesitas juga menjadi penyebab sirosis hati, meskipun tidak lazim seperti kecanduan alkohol atau hepatitis C. Obesitas dapat menjadi faktor risiko dengan sendirinya, atau dalam kombinasi dengan kecanduan alkohol dan hepatitis C.

Penyebab akibat minuman beralkohol

Menurut NIH, sirosis hati dapat berkembang pada wanita yang minum lebih dari dua minuman beralkohol per hari (termasuk bir dan anggur) selama bertahun-tahun.

Bagi pria, minum lebih dari tiga gelas sehari selama bertahun-tahun dapat membuat pria berisiko terkena sirosis hati. Namun, jumlahnya berbeda untuk setiap orang.

Sirosis yang disebabkan oleh alkohol biasanya merupakan hasil dari konsumsi secara teratur lebih dari tiga gelas sehari selama 10 atau 12 tahun.

Penyakit sirosis hati melalui penularan

Faktor penyebab sirosis hati yang ditularkan oleh orang lain adalah hepatitis C melalui hubungan seksual dan paparan darah atau produk darah yang terinfeksi.

Paparan darah atau produk darah yang terinfeksi bisa terjadi melalui jarum suntik yang terkontaminasi dari sumber apa pun, termasuk tato, tindik, dan penyalahgunaan obat intravena.

Penyebab penyakit sirosis hati lainnya

Selain hepatitis C, kecanduan alkohol dan obesitas, ada beberapa penyebab lain yang menjadi faktor terbentuknya sirosis hati, seperti:

Hepatitis B

Hepatitis B dapat menyebabkan peradangan hati dan kerusakan yang menyebabkan sirosis.

Hepatitis D

Jenis hepatitis ini juga dapat menyebabkan sirosis. Kondisi ini sering terlihat pada orang yang sudah menderita hepatitis B.

Hepatitis autoimun

Peradangan yang disebabkan oleh penyakit autoimun seperti hepatitis autoimun mungkin memiliki penyebab genetik. Menurut American Liver Foundation, sekitar 70 persen orang dengan hepatitis autoimun adalah wanita.

Kerusakan saluran empedu

Salah satu contoh dari kondisi rusaknya saluran empedu adalah sirosis bilier primer.

Bagaimana sirosis hati bisa berkembang?

Hati merupakan organ yang sangat kuat dan biasanya mampu meregenerasi selnya sendiri yang mengalami kerusakan.

Namun hati mulai mengalami kerusakan saat faktor-faktor yang merusak hati mulai berkontribusi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Seperti konsumsi minuman beralkohol dan infeksi virus kronis.

Pada prosesnya, hati akan mengalami kerusakan perlahan demi perlahan. Sedangkan kondisi hati yang sudah rusak tidak dapat berfungsi dengan baik, hingga akhirnya menyebabkan sirosis hati.

Penyakit sirosis hati menyebabkan hati semakin menyusut dan mengeras hingga membuat darah yang kaya akan nutrisi sulit mengalir dari vena porta ke hati.

Vena porta sendiri merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah dari sistem pencernaan ke hati.

Gejala penyakit sirosis hati

Gejala sirosis hati pada umumnya selalu memiliki hubungan dengan komplikasinya. Pada tahap sirosis hati ringan bahkan bisa tidak terlihat adanya gejala sama sekali.

Namun jika kamu sudah sampai tahap gejala sirosis hati berat, maka umumnya kerusakan hati yang dialami sudah meluas. Beberapa gejala tersebut seperti:

  • Mudah lelah
  • Hidung mudah berdarah
  • Memar
  • Kehilangan selera makan
  • Mual
  • Penurunan berat badan
  • Kulit yang gatal
  • Perubahan warna kuning pada kulit dan mata (jaundice)
  • Akumulasi cairan di perut
  • Kemerahan di telapak tangan
  • Arteri berbentuk laba-laba kecil di bawah kulit
  • Penurunan berat badan
  • Anoreksia

Gejala yang lebih serius termasuk:

  • Kebingungan dan kesulitan berpikir jernih
  • Pembengkakan pada perut (asites)
  • Pembengkakan pada kaki (edema)
  • Untuk wanita, berhenti menstruasi yang tidak berhubungan dengan menopause
  • Untuk pria, kehilangan gairah seks, pembesaran payudara (ginekomastia) atau atrofi testis

Diagnosis penyakit sirosis hati

Dokter akan memulai diagnosis dengan melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat medis kamu secara lengkap. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan fisik ini untuk mengetahui apakah terlihat gejala fisik yang menjadi risiko kamu mengalami sirosis hati, seperti:

  • Kulit pucat
  • Mata kuning (jaundice)
  • Telapak tangan memerah
  • Tangan bergetar
  • Hati yang membesar atau limpa
  • Testis mengecil
  • Jaringan payudara berlebih (pada pria)
  • Kewaspadaan yang berkurang
  • Penurunan kewaspadaan

Jenis-jenis pemeriksaan untuk diagnosis sirosis hati

Untuk mengetahui seberapa parah kerusakan pada hati, dokter akan melakukan tes untuk mengetahui gejala-gejala yang kamu alami, seperti:

  • Tes hitung darah lengkap, dilakukan untuk untuk mengetahui apakah kamu mengalami anemia atau tidak
  • Tes darah koagulasi, dilakukan untuk melihat seberapa cepat pembekuan darah
  • Tes albumin, dilakukan untuk menguji protein yang diproduksi oleh hati
  • Tes fungsi hati
  • Tes alpha fetoprotein atau skrining kanker hati
  • Endoskopi atas, dilakukan untuk melihat apakah ada varises esofagus
  • Pemindaian ultrasound pada hati
  • Tes magnetic resonance imaging (MRI) pada perut
  • Tes computed tomography scan atau CT scan pada perut
  • Tes biopsi hati, dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah kamu mengalami sirosis hati

Komplikasi yang disebabkan penyakit sirosis hati

Peritonitis

Peritonitis merupakan infeksi cairan pada rongga selaput perut yang menyebabkan peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut (peritoneum). Gejala yang mungkin muncul adalah nyeri perut dan demam.

Ensefalopati hepatik

Ensefalopati hepatik adalah kelainan neuropsikiatri karena gangguan detoksifikasi oleh hati. Ensefalopati hepatik merupakan komplikasi sirosis hati pada susunan saraf pusat.

Gejala awalnya adalah kondisi gangguan tidur seperti insomnia atau sukar untuk tidur, kemudian kesadarannya terganggu hingga berlanjut menjadi koma.

Gangguan fungsi ginjal

Komplikasi sirosis hati yang ditandai dengan peningkatan ureum dan kreatinin adalah gangguan fungsi ginjal.

Varises esofagus

Varises esofagus pelebaran pembuluh darah merupakan komplikasi penyakit sirosis hati yang paling sering terjadi antara tenggorokan dengan perut.

Beberapa komplikasi umum lainnya yang mungkin terjadi adalah:

  • Terjadinya memar di tubuh karena jumlah trombosit yang rendah dan/atau pembekuan yang buruk
  • Terjadinya perdarahan (karena penurunan protein pembekuan)
  • Mengalami sensitivitas terhadap obat
  • Mengalami kanker hati
  • Mengalami resistensi insulin dan diabetes tipe 2
  • Gangguan pada aliran empedu dapat menyebabkan empedu mengeras dan membentuk batu

Perawatan untuk penyakit sirosis hati

Penyakit sirosis hati tidak bisa diobati, namun bisa dilakukan perawatan untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut.

Perawatan untuk penyakit sirosis hati bervariasi berdasarkan pada apa faktor penyebabnya dan seberapa parah gangguan pada hati telah berkembang.

Beberapa perawatan yang mungkin diresepkan oleh dokter, seperti:

  • Pemberian obat beta blocker atau nitrat untuk hipertensi portal
  • Berhenti mengonsumsi alkohol jika penyakit sirosis hati disebabkan oleh kecanduan alkohol
  • Antibiotik intravena yang digunakan untuk mengobati peritonitis yang dapat terjadi dengan asites
  • Hemodialisis yang digunakan untuk membersihkan darah pada penderita gagal ginjal
  • Laktulosa dan diet rendah protein untuk mengobati ensefalopati
  • Transplantasi hati adalah pilihan terakhir, ketika perawatan lain gagal

Bagi kamu yang sedang dalam perawatan penyakit sirosis hati, berhentilah minum alkohol dan mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Pola hidup sehat untuk pasien penyakit sirosis hati

Jika kamu mengalami penyakit sirosis hati, ada beberapa terapi dan pengaturan pola hidup sehari-hari yang bisa kamu lakukan agar kualitas hidup tetap sehat. Beberapa di antaranya yaitu:

Melakukan diet gizi seimbang

Penyakit sirosis hati dapat menguras nutrisi dan melemahkan otot-otot tubuh.

Agar tubuh tidak mengalami malnutrisi, kamu bisa mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak dari unggas atau ikan.

Jumlah kalori yang dianjurkan bagi orang dengan penyakit sirosis hati adalah 35-40 kkal/KgBB ideal dengan protein 1,2-1,5/KgBB/hari.

Hindari mengonsumsi tiram dan kerang mentah lainnya, karena mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Juga, batasi garam, yang meningkatkan penumpukan cairan di tubuh kamu.

Perbanyak aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga dapat mencegah pengecilan ukuran otot atau atrofi otot. Selain itu, melakukan banyak aktivitas fisik tentu akan membuat tubuh kamu sehat.

Setop konsumsi alkohol

Berhenti mengonsumsi alkohol bahkan sebelum kamu didiagnosis menderita penyakit sirosis hati tentu akan sangat baik bagi tubuh.

Bila kamu memiliki kondisi ketergantungan yang cukup parah, lakukanlah konseling atau terapi khusus untuk berhenti dari kecanduan alkohol.

Hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan

Setiap obat memiliki efek samping. Banyak jenis obat yang berbahaya bagi hati dan ginjal yang mampu memperparah kerusakan hati dan ginjal.

Penyakit sirosis hati membuat hati kamu akan menjadi lebih sulit untuk memproses dan mengeluarkan obat-obatan. Ingat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter setiap ingin mengonsumsi obat-obatan, termasuk obat-obatan herbal.

Lakukan vaksinasi

Penyakit sirosis hati mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh kamu hingga membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi.

Lindungi diri kamu dengan melakukan vaksinasi terhadap hepatitis A dan B, flu, dan pneumonia.

Pencegahan penyakit sirosis hati

Mencegah terjadinya sirosis hati bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti menerapkan hubungan seks yang aman, tidak mengonsumsi alkohol dan memiliki gaya hidup sehat.

Menerapkan hubungan seks yang aman

Penyakit sirosis hati dapat dicegah dengan mempraktikkan hubungan seks yang aman menggunakan kondom. Hubungan seks yang aman dapat mengurangi risiko terkena hepatitis B atau C.

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan agar semua bayi dan orang dewasa yang berisiko, seperti penyedia layanan kesehatan dan petugas penyelamat agar diberikan vaksin hepatitis B.

Menerapkan gaya hidup sehat

Menjadi non-peminum alkohol, makan makanan yang seimbang dan berolahraga yang cukup dapat mencegah atau memperlambat timbulnya penyakit sirosis hati.

Menjaga kesehatan hati

Hati merupakan organ yang melakukan ratusan pekerjaan penting untuk mempertahankan kehidupan, seperti:

  • Menyimpan glikogen, karbohidrat yang menghasilkan energi jangka pendek
  • Membentuk empedu yang membantu mencerna lemak
  • Membuat zat yang menggumpalkan darah
  • Memproses dan menghilangkan alkohol, racun atau obat-obatan

Menjaga berat badan tetap ideal

Menjaga berat badan tetap ideal merupakan salah satu penerapan gaya hidup sehat yang penting untuk mencegah terjadinya penyakit sirosis hati.

Cobalah mempertahankan berat badan yang sehat dengan melakukan diet yang sehat, seimbang, dan berolahraga secara teratur.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait penyakit sirosis hati, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

1. kemkes.go.id (2017). Diakses 17 Juni 2020. https://www.kemkes.go.id/article/view/17072800006/150-ribu-orang-potensial-alami-hepatitis-kronis.html
2. healthline.com (2020). Diakses 17 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/cirrhosis#prevention
3. cdc.gov. Diakses 17 Juni 2020. https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/bfaq.htm#overview
4. liverfoundation.org. Diakses 17 Juni 2020 https://liverfoundation.org/
5. clevelandclinic.org. Diakses 17 Juni 2020. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15572-cirrhosis-of-the-liver/diagnosis-and-tests
6. niddk.nih.gov. Diakses 17 Juni 2020. https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/cirrhosis
7. nhs.uk. Diakses 17 Juni 2020. https://www.nhs.uk/conditions/cirrhosis/
8. webmd.com. Diakses 17 Juni 2020. https://www.webmd.com/digestive-disorders/understanding-cirrhosis-treatment#1
9. mayoclinic.org. Diakses 17 Juni 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cirrhosis/symptoms-causes/syc-20351487
10. edunakes.bppsdmk.kemkes.go.id. Diakses 17 Juni 2020. http://edunakes.bppsdmk.kemkes.go.id/index.php/13-ilmu-penyakit-dalam/40-sirosis-hati
11. www.rscarolus.or.id. Diakses 17 Juni 2020. http://www.rscarolus.or.id/article/sirosis-hati-kenali-gejala-dan-obati-segera

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin