Moms Begini Cara Memilih Obat Flu dan Batuk yang Aman untuk Bayi

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Ketika kamu mengalami flu dan batuk, pasti kamu langsung mencari obat bebas untuk meredakannya. Tetapi memilih obat flu dan batuk untuk bayi tidak boleh sembarang.

Memang, pasti Moms sebagai orang tua merasa sedikit panik dan sedih ketika si kecil mengalami flu dan batuk dan ingin segera membuatnya kembali merasa membaik dengan memberikan obat. Lalu bagaimana memilih obat flu dan batuk untuk bayi?

Baca Juga: Anti Panik Saat Perut Anak Kembung dengan 5 Langkah Penanganan Ini

Memilih obat flu dan batuk untuk bayi

Memberikan obat flu dan batuk untuk bayi perlu memerhatikan beberapa hal. Karena jika memberikan sembarang obat, bayi bisa mengalami beberapa masalah di kemudian hari, bahkan juga berujung pada kematian.

Sebagai orang tua, kita harus memerhatikan dan mengerti mengenai dosis dan kandungan yang terdapat dalam obat tersebut sebelum memberikannya kepada si kecil.

Ketika si kecil mengalami flu dan batuk, biasanya tidak mengalami gejala apapun sampai 2-3 hari. Gejalanya baru akan muncul dan menetap dalam 10-14 hari. Biasanya bayi bisa terserang flu sampai sepuluh kali di dua tahun kehidupan mereka.

Berikut ini tips memilih obat flu dan batuk untuk bayi.

1. Hindari memberikan obat bebas

Sebaiknya, ketika bayi kamu sedang flu dan batuk, jangan berikan obat yang dijual bebas. Hal ini bahkan dilarang oleh Food and Drug Administration (FDA), menyarankan untuk menghindari obat flu yang dijual bebas sampai anak berusia minimal 4 tahun.

Obat flu dapat memiliki efek samping yang serius, seperti memperlambat pernapasan, yang dapat sangat berbahaya bagi anak-anak dan bayi.

2. Sebaiknya pilih yang mengandung satu bahan dalam obat flu dan batuk untuk bayi

Tidak sedikit obat flu dan batuk mengandung lebih dari satu bahan. Kombinasi bahan-bahan ini dapat mengganggu atau mencegah penggunaan obat lain pada anak kecil.

Saat memilih obat, pilihlah yang menargetkan gejala spesifik si kecil, seperti demam, pilek, atau batuk.

3. Perhatikan penggunaan antibiotik

Jika si kecil ternyata mengalami infeksi bakteri, bukan hanya karena virus flu, penggunaan antibiotik yang diresepkan bisa menjadi obat yang tepat.

Seperti diketahui antibiotik tidak akan membunuh virus dan malah membuat tubuh membangun kekebalan terhadap antibiotik yang akan membuat antibiotik kurang efektif di masa depan. 

Tanyakan lebih lanjut kepada dokter jika Moms takut flu akan berlangsung lebih lama, bagaimana penangan yang aman.

4. Jika dibarengi demam bisa pilih parasetamol

Jika bayi mengalami demam, Moms bisa menggunakan parasetamol, yang lebih aman daripada ibuprofen, dan naproxen. Tapi, penting untuk memerhatikan dosisnya, karena sering karena dianggap ampuh, orang tua jadi meningkatkan dosis parasetamol.

Penggunaan berlebihan parasetamol bisa menjadi racun bagi hati. Dosis yang benar selalu tercantum pada botol, dan penting untuk tidak melebihi jumlah yang disarankan.

Jika ragu, tanyakan kepada dokter, apoteker, atau profesional kesehatan lainnya tentang keamanan parasetamol untuk bayi. Bayi yang masih berusia 3 bulan atau mengalami muntah terus-menerus, sebaiknya hindari memberikan parasetamol.

5. Berikan tetesan hidung saline

Ketika hidung si kecil tersumbat, ini membuatnya kesulitan bernapas, tidur, dan makan. Memberikan tetesan hidung saline dapat mengencerkan lendir di hidungnya dan mengecilkan saluran udara yang membengkak. 

6. Obat flu dan batuk untuk bayi sebaiknya pilih bahan alami

Kamu bisa memilih pengobatan rumahan untuk meredakan flu dan batuk pada si kecil. Bisa dengan memberikan cairan seperti ASI yang membuat bayi tetap terhidrasi, dan memberikan  perlindungan ekstra dari kuman penyebab flu.

Selain itu juga, cairan dapat mengencerkan lendirnya sehingga hidungnya tidak terlalu kaku dan dia akan batuk dengan lebih mudah.

Jika bayi kamu di atas 6 bulan, memberikan air, jus, dan sup masih terbilang aman. Tapi, jika kurang, kamu hanya boleh memberikannya ASI atau susu formula dengan kadar yang lebih banyak.

Perlu diketahui juga, terkadang saat flu bayi tidak memerlukan obat karena ini bisa menjadi proses imun melawan peradangan.

7. Jenis obat yang tidak direkomendasikan

Ada empat jenis obat yang sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah umur 4 tahun, yaitu:

  • Batuk ekspektoran (guaifenesin)
  • Penekan batuk (dekstrometorfan, DM)
  • Dekongestan (pseudoefedrin dan fenilefrin)
  • Antihistamin tertentu seperti brompheniramine, chlorpheniramine maleate, dan diphenhydramine.

Hal ini karena potensi efek samping yang serius, termasuk memperlambat atau sulit bernafas.

8. Jangan berikan aspirin

Moms jangan sekali-kali memberikan aspirin ya saat bayi mengalami flu dan batuk. Ini karena dapat memicu kelainan yang jarang serius yang disebut sindrom Reye. Sindrom ini adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan pembengkakan otak dan hati.

9. Tidak perlu berikan obat pilek

Menurut Food and Drug Administrator, bayi yang berusia 2 bulan atau kurang, tidak membutuhkan obat pilek. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menjelaskan bahwa obat tersebut efektif untuk menyembuhkan flu dan batuk.

Hal yang paling bijak ketika bayi mengalami flu dan batuk dalam jangka waktu yang lama adalah membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika kamu punya pertanyaan lebih lanjut mengenai obat batuk dan flu untuk bayi. Kamu bisa konsultasi melalui chat dengan dokter profesional di Good Doctor!

Healthline (2020). Diakses pada 04/07/20. Can You Give Your Baby Cold Medicine?

Medicine Net (n.d). Diakses pada 04/07/20. Cold and Cough Medicine for Infants and Children

Consumer Report (2017). Diakses pada 04/07/20. Kids’ Coughs and Colds: What Works and What to Skip

Very Well Health (2019). Diakses pada 04/07/20. A Guide to Children’s Cold Medicines

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin