Hipertensi

Hipertensi Diduga Picu Degenerasi Makula? Ini Penjelasannya!

January 22, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan si pembunuh dalam senyap. Beberapa komplikasi penyakit lain bisa disebabkan oleh tidak tertanganinya penyakit ini, salah satunya adalah degenerasi makula pada mata.

Degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD) merupakan penyakit mata yang semakin memburuk seiring waktu. Walau usia lanjut adalah faktor utama penyebab penyakit ini, tapi hipertensi pun disebut sebagai salah satu faktor pendorongnya.

Baca Juga: Frekuensi Pakai Gadget Meningkat Saat WFH? Waspadai Computer Vision Syndrome!

Gejala degenerasi makula

Pada awalnya, kamu tidak akan menyadari tanda dari penyakit ini. Bisanya degenerasi makula tidak akan terdiagnosis sampai semakin menjadi parah dan mengganggu kedua mata.

Beberapa gejala dari penyakit ini adalah:

  • Penglihatan yang buruk atau tidak jelas. Biasanya penglihatan akan kabur dan kamu kesulitan untuk membaca cetakan halus
  • Area gelap dan kabur di penglihatan pusat
  • Meskipun jarang, ada juga beberapa kasus yang membuat penderitanya kesulitan membedakan warna.

Ketika kamu mengalami gejala di atas, maka sebaiknya segera menghubungi dokter.

Penyebab degenerasi makula

Penyakit AMD ini umumnya terjadi pada orang dengan usia lanjut. Degenerasi makula merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang dewasa yang berusia lebih dari 60 tahun.

Kemungkinan penyebab dari masalah ini terletak di gen. Jika seseorang dalam keluargamu memiliki penyakit ini, maka risiko kamu pun menjadi lebih tinggi.

Selain itu, beberapa faktor pun bisa menjadi penyebab AMD, di antaranya adalah merokok, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol, obesitas, memakan lemak jenuh terlalu banyak hingga memiliki bola mata berwarna cerah.

Hubungan antara hipertensi dan degenerasi makula

Hubungan antara degenerasi makula dengan hipertensi ini bukan tanpa dasar. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal di Universitas Gadjah Mada pun bahkan menyebut riwayat hipertensi membuat risiko AMD menjadi 6 kali lebih tinggi. 

Para peneliti melibatkan 120 orang dengan 60 di antaranya merupakan penderita AMD. Pada semua sampel tersebut, dilakukan wawancara, pemeriksaan mata, pengukuran tekanan darah dan pengambilan sampel darah.

Penelitian tersebut memang tidak menjelaskan kenapa keduanya bisa berhubungan. Meskipun demikian, situs kesehatan WebMD menyebutkan tekanan darah tinggi dapat membatasi jumlah oksigen ke mata. Itu sebabnya peluang berkembanganya AMD menjadi lebih tinggi.

Pengaruh hipertensi ke mata

American Academy of Ophthalmology menyebut tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembengkakan di makula dan menyebabkan kehilangan penglihatan akut. Tidak hanya itu, hipertensi pun bisa menyebabkan penyempitan arteri di mata.

Selain degenerasi makula, hipertensi pun bisa menyebabkan beberapa masalah pada mata sebagai berikut:

  • Retinopathy (kerusakan di retina): Rusaknya jaringan yang sensitif terhadap cahaya di bagian belakang mata (retina) dapat menyebabkan perdarahan, penglihatan yang kabur atau hilang sama sekali.
  • Choroidopathy (cairan menumpuk di bawah retina): Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau timbulnya jaringan parut yang berujung pada penglihatan yang terganggu
  • Optic neuropathy (kerusakan saraf): aliran darah yang tersumbat dapat merusak saraf mata, menyebabkan perdarahan di dalam mata atau hilangnya penglihatan.

Baca Juga: Benarkah Nonton TV Atau Menatap Layar Terlalu Dekat Membuat Mata Anak Rusak?

Cara mengatasi degenerasi makula

Sekalipun hipertensi dan degenerasi makula berhubungan, tapi kajian dalam Journal of Human Hypertension menyebut pengobatan hipertensi tidak akan mencegah hilangnya penglihatan karena AMD. 

Bahkan, laman kesehatan WebMD pun menyebut tidak ada obat untuk menyembuhkan kondisi ini. Pilihan perawatan yang bisa kamu jalani akan melambatkan kondisi ini atau menjaga agar tidak terlalu banyak penglihatan yang hilang.

Beberapa opsi yang bisa kamu pilih antara lain:

  • Obat antiangiogenesis: Obat-obatan jenis ini akan menghentikan munculnya pembuluh darah dan darah yang bocor di mata yang dapat menyebabkan degenerasi makula
  • Terapi laser: Untuk menghancurkan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal di mata
  • Terapi laser photodynamic: sebuah obat disuntikkan untuk nantinya diserap oleh pembuluh darah yang tidak normal di mata. Selanjutnya laser akan ditembakkan ke mata dan memicu obat tersebut untuk menghancurkan pembuluh mata tersebut

Demikianlah berbagai penjelasan tentang hipertensi dan bagaimana dia bisa menyebabkan kerusakan mata degenerasi makula. Selalu jaga kesehatan penglihatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. WebMD, diakses 22 Januari 2021. Age-Related Macular Degeneration
  2. Journal of Medical Science, diakses 22 Januari 2021. Hipertensi sebagai salah satu faktor risiko terjadinya degenerasi makula senilis
  3. WebMD, diakses 22 Januari 2021. What Causes Age-Related Macular Degeneration?
  4. WebMD, diakses 22 Januari 2021. Does high blood pressure affect my chances of getting AMD?
  5. WebMD, diakses 22 Januari 2021. High Blood Pressure and Eye Disease
  6. National Library of Medicine, diakses 22 Januari 2021. How does hypertension affect your eyes?
  7. Mayoclinic, diakses 22 Januari 2021. High blood pressure dangers: Hypertension’s effects on your body
  8. American Academy of Ophthalmology, diakses 22 Januari 2021. How does high blood pressure affect vision?
    register-docotr