Diabetes

Gangguan Ereksi Bisa Terjadi pada Pasien Diabetes, Ini Faktanya!

June 13, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Gangguan ereksi kerap terjadi pada pria yang mengalami diabetes. Timbulnya disfungsi ereksi pada pria berusia 45 tahun ke bawah bahkan bisa jadi merupakan tanda adanya penyakit diabetes tipe 2.

Untuk lebih memahami soal kaitan antara diabetes dan gangguan ereksi, yuk simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Hidup dengan Diabetes Tipe 2 Bisa Jadi Lebih Mudah dengan Tips-tips Berikut Ini!

Hubungan diabetes dan gangguan ereksi

Dilansir Healthline, pria yang diabetes memiliki risiko dua hingga tiga kali mengalami masalah disfungsi ereksi.

Sementara laporan dari Boston University Medical Center menyebutkan sekitar setengah pria yang didiagnosis memiliki diabetes tipe 2 akan mengalami disfungsi ereksi dalam 5-10 tahun setelah terdiagnosis.

Bahkan, jika pria tersebut memiliki penyakit jantung, risikonya mengalami impotensi akan menjadi sangat besar.

Baca juga: 7 Tips Mempertahankan Ereksi bagi Pria, Dijamin Pasti Puas!

Penyebab gangguan ereksi pada penderita diabetes

Pada dasarnya, pria membutuhkan pembuluh darah, saraf dan hormon yang sehat untuk mencapai ereksi. Nah, diabetes ini dapat merusak faktor-faktor yang memengaruhi ereksi pada pria.

Bahkan, jika kamu memiliki jumlah hormon yang normal dan dorongan untuk berhubungan seksual, kamu tetap akan sulit mengalami ereksi jika diabetes merusak faktor pendukung tersebut. Berikut ini penjelasannya:

Kerusakan saraf

Terlalu banyak kadar gula dalam darah dapat merusak saraf. Secara umum, kerusakan saraf ini bisa membuat pengiriman sinyal terganggu sehingga bagian tubuh kamu tidak berfungsi dengan maksimal, termasuk di daerah penis.

Dikutip dari Web MD, pria yang melaporkan gejala dan tanda kerusakan saraf juga mengalami gejala berat disfungsi ereksi dan impotensi. Bahkan, kerusakan saraf sangat umum terjadi pada pengidap disfungsi ereksi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyebut sekitar setengah penderita diabetes mengalami kerusakan saraf. Gejala kerusakan saraf ini biasanya berkembang dengan lambat, sehingga sangat penting kamu memperhatikan gejala komplikasi diabetes ini.

Secara umum, gejala dari kerusakan saraf akibat diabetes ini adalah:

  • Nyeri dan sensitivitas yang meningkat, terutama saat malam hari
  • Mati rasa dan lemas
  • Masalah di buli-buli seperti urine yang keluar dengan sendirinya, konstipasi atau diare
  • Mual, kehilangan nafsu makan dan muntah-muntah

Rusaknya pembuluh darah

Gula darah yang berlebih mengurangi elastisitas pembuluh darah dan membuatnya sempit, sehingga aliran darah menjadi terhalang. Hal ini membuat suplai darah dan oksigen berkurang. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menimbulkan tekanan darah tinggi dan kerusakan di pembuluh darah besar dan kecil.

Nah, kerusakan pembuluh darah ini juga bisa terjadi di sekitar penis dan menimbulkan efek buruk, seperti gangguan ereksi pada pengidap diabetes.

Faktor risiko gangguan ereksi pada diabetes

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan disfungsi ereksi pada pria yang mengidap diabetes, antara lain:

  • Berat badan berlebih
  • Merokok
  • Gaya hidup yang tidak banyak bergerak atau jarang olahraga

Selain itu, beberapa obat seperti antidepresan dan penurun tekanan darah juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi. 

Termasuk pula faktor penyebab dari sisi psikis. Perasaan seperti resah, depresi, penghargaan diri yang rendah dan paranoid akan gagal dalam kehidupan seksual juga menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Cara mengatasi gangguan ereksi pada diabetes

Jika kamu didiagnosis mengidap disfungsi ereksi, maka dokter bisa merekomendasikan obat oral seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) atau vardenafil (Levitra). Obat dengan resep dokter ini dapat meningkatkan aliran darah ke penis.

Kamu tidak perlu khawatir obat-obat ini memengaruhi kemampuan obat diabetes yang kamu konsumsi seperti Glucophage atau insulin. Karena obat-obat ini tidak akan menginterfensi pengobatan diabetes kamu.

Meskipun demikian, karena diabetes terkadang memiliki keterkaitan dengan penyakit jantung, maka obat-obat ini tidak cocok bagi kamu yang juga memiliki masalah jantung. Karena obat disfungsi ereksi ini dapat berinteraksi dengan obat jantung.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang gangguan ereksi pada pengidap diabetes yang merupakan masalah umum dan sering terjadi. Selalu jaga pola hidup yang sehat supaya terhindar dari berbagai penyakit, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 10 Juni 2021. The Connection Between Type 2 Diabetes and ED
  2. WebMD, diakses 10 Juni 2021. Erectile Dysfunction (Impotence) and Diabetes: Causes & Treatments
  3. MedicalNewsToday, diakses 10 Juni 2021. Effects of diabetes on the body: Cardiovascular system, kidneys, and
  4. CDC, diakses 10 Juni 2021. Diabetes and Nerve Damage
  5. Diabetes.co.uk, diakses 10 Juni 2021. Diabetes and Erectile Dysfunction
  6. Boston University School of Medicine, diakses 10 Juni 2021. Epidemiology of ED » Sexual Medicine » BUMC
  7. WebMD, diakses 10 Juni 2021. Nerve Damage May Play a Role in ED

 

    register-docotr