Menyusui

Stres Saat Sedang Menyusui? Ini 5 Cara Mengatasinya, Moms!

August 6, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Stres merupakan reaksi tubuh terhadap peristiwa atau pemikiran yang memicu respons fisik maupun emosi. Meski terkadang positif, stres lebih sering membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, termasuk saat sedang menyusui.

Stres saat menyusui tak boleh dibiarkan terlalu lama, karena bisa berdampak tak baik pada ASI dan kesehatan bayi. Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Lho Perbedaan Stres dan Depresi

Efek stres saat sedang menyusui

Stres saat sedang menyusui bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti posisi yang tidak nyaman, ASI tak kunjung keluar, kurang tidur, hingga faktor hubungan tidak baik dengan pasangan atau masalah lainnya.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan:

  • ASI menjadi tidak lancar: disebabkan oleh terganggunya prolaktin (hormon produksi susu) oleh hormon lain pemicu stres
  • Perubahan komposisi ASI: saat sedang stres, tubuh akan melepaskan lebih banyak hormon kortisol. Hormon ini bisa mengontaminasi ASI dan membuat bayi menjadi lebih mudah temperamen atau rewel

Cara mengatasi stres saat menyusui

Dari penjelasan tentang dampak stres saat menyusui, Moms tentu harus membebaskan diri dari tekanan pikiran agar bayi tak mendapat dampak buruknya.

Untuk meredakan stres, Moms bisa melakukan beberapa cara, seperti:

1. Lakukan relaksasi

Cara pertama untuk mengatasi stres saat menyusui adalah dengan relaksasi. Luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri, buang sementara semua pikiran yang selama ini menjadi beban.

Mengutip dari Harvard Medical School, ada sejumlah teknik relaksasi yang bisa memberikan ketenangan, salah satunya adalah pernapasan perut. Ambil napas panjang dan dalam dengan pikiran fokus, lalu keluarkan secara perlahan.

Jika Moms sudah terbiasa melakukannya, padukan dengan meditasi. Cari tempat yang tenang, lalu duduklah dengan santai. Buang semua pikiran mengganggu dan perasaan negatif hingga kamu mendapat rasa ketenangan.

2. Ubah tempat dan posisi menyusui

Stres bisa saja muncul saat Moms merasa bosan dengan rutinitas yang berulang, termasuk menyusui. Cari suasana baru dengan mengubah tempat. Jika biasanya menyusui di kamar tidur, cari lokasi lain yang bisa menghilangkan rasa bosan tersebut.

Begitu juga dengan posisi saat menyusui. Beberapa ibu mengalami stres karena rasa sakit akibat posisi yang bikin tak nyaman. Jika biasanya dengan duduk, cobalah menyusui dengan berbaring miring.

Mengutip dari Verywell Family, posisi berbaring miring bisa mengurangi risiko terjadinya sakit punggung. Begitu juga dengan si Kecil, posisi ini bisa membuatnya lebih mudah mengantuk.

Studi dari Stanford Children’s Health menjelaskan, bayi di bawah 2 tahun memang membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak, yaitu 13 hingga 16 jam dalam sehari. Durasi tidur yang kurang bisa mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Baca juga: Jangan Panik! Ini 7 Cara Efektif Mengatasi ASI Tidak Keluar yang Bisa Kamu Coba

3. Kontak kulit dengan bayi

Cara termudah untuk mengatasi stres saat sedang menyusui adalah dengan melakukan kontak kulit atau yang biasa disebut dengan skin-to-skin. Melansir Sanford Health, selain dapat mempererat ikatan ibu dan anak, skin-to-skin bisa membawa ketenangan pada keduanya.

Saat terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi, kadar oksitosin di dalam tubuh akan meningkat. Healthline mendefinisikan oksitosin sebagai ‘hormon cinta’. Salah satu fungsi dari hormon ini adalah meredakan stres dan tekanan pada pikiran.

4. Dengarkan musik

Alunan musik dapat membantumu dalam meredakan stres. Mengutip dari University of Nevada, Amerika Serikat, musik bisa memengaruhi sisi emosi pendengarnya. Musik dengan beat yang cepat misalnya, dipercaya mampu membangkitkan semangat.

Begitu juga dengan melodi yang ringan, cukup efektif untuk membantu meredakan stres. Bahkan menurut pakar di Harvard Medical School, musik bisa membawa ketenangan yang berdampak positif pada tekanan darah.

5. Sempatkan berolahraga

Cara terakhir untuk mengatasi stres saat sedang menyusui adalah dengan berolahraga. Anxiety and Depression Association of America (ADAA) menjelaskan, aktivitas fisik cukup efektif untuk meredakan tekanan pada pikiran.

Saat sedang berolahraga, tubuh manusia akan lebih banyak melepaskan endorfin, hormon yang berperan sebagai penghilang rasa sakit dan pereda stres. Tak perlu olahraga berat, kamu bisa melakukan exercise ringan di dalam rumah, misalnya yoga.

Yoga merupakan olahraga yang dapat melancarkan peredaran darah. Hal ini akan berdampak positif pada proses keluarnya ASI. Seperti yang telah disebutkan, salah satu penyebab stres saat menyusui adalah ASI yang sedikit atau sulit keluar.

Nah, itulah cara mengatasi stres saat sedang menyusui yang bisa Moms terapkan. Jangan biarkan stres menguasai diri hingga berdampak buruk pada ASI dan kesehatan bayi. Tetap jaga kesehatan, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Breastfeeding Problems, diakses 4 Agustus 2020, Breastfeeding and Stress.
  2. Medline Plus, diakses 4 Agustus 2020, Stress and Your Health.
  3. Firstcry Parenting, diakses 4 Agustus 2020, Stress and Breastfeeding – Causes, Effects and Tips to Cope.
  4. Stanford Children’s Health, diakses 4 Agustus 2020, Infant Sleep.
  5. Sanford Health, diakses 4 Agustus 2020, The importance of skin-to-skin with baby after delivery.
  6. Verywell Family, diakses 4 Agustus 2020, Coping With the Stress of Breastfeeding.
  7. Verywell Family, diakses 4 Agustus 2020, The Side-Lying Breastfeeding Position.
  8. Harvard Medical School, diakses 4 Agustus 2020, Six relaxation techniques to reduce stress.
  9. Harvard Medical School, diakses 4 Agustus 2020, Music and Health.
  10. Healthline, diakses 4 Agustus 2020, Why Is Oxytocin Known as the ‘Love Hormone’? And 11 Other FAQs.
  11. Anxiety and Depression Association of America, diakses 4 Agustus 2020, Physical Activity Reduces Stress.
  12. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 Agustus 2020, Human Milk Cortisol is Associated With Infant Temperament.

    Berita Terkait
    register-docotr