Kesehatan Anak

Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif yang Perlu Kamu Pahami

August 25, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Perbedaan anak aktif dan hiperaktif terletak pada kemampuan mereka dalam berperilaku dengan baik di sekolah maupun dalam hubungan sosial. Pada anak hiperaktif, mereka biasanya akan sulit untuk menyerap informasi atau berhubungan dengan sesama.

Pada beberapa anak yang aktif, biasanya orang tua akan khawatir dan mulai mengaitkannya dengan kelainan attention deficit/hyperactivity disorder (ADHD). Anak aktif bukan berarti dia memiliki kelainan, bisa jadi itu karena energi yang terlalu besar di usia mereka.

Oleh karena itu, jangan salah mengenali perbedaan antara anak aktif dan hiperaktif supaya pertumbuhan anak tidak terganggu.

Perbedaan anak aktif dan hiperaktif

Cara termudah mengenali perbedaan antara anak aktif dan hiperaktif adalah pada kemampuan mereka dalam menyerap informasi dan bertumbuh dengan baik. Pada anak hiperaktif dengan gangguan seperti ADHD, mereka kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi.

Itu sebabnya mereka tidak hanya terlihat aktif dengan energi yang besar, tapi mereka juga kesulitan untuk memproses setiap perintah dan instruksi yang diberikan. Contoh yang paling kentara adalah mereka kesulitan untuk bekerja sama dengan teman di sekolah.

Sebaliknya, anak yang aktif justru tetap fokus dan berkonsentrasi terhadap apa yang diperintahkan. Sekalipun aktif, tapi kemampuan mereka untuk mencerna informasi tetap baik.

Selain itu, anak yang aktif masih dapat mengontrol keinginan, emosi, kemampuan memerhatikan informasi mereka. Mereka masih bisa mencerna dan merespons setiap pembicaraan yang dilakukan pada mereka.

Penyebab anak hiperaktif

Mengenali perbedaan anak aktif dan hiperaktif dapat dilakukan dengan melihat penyebab dari keaktifan anak. Anak yang aktif umumnya disebabkan karena energi mereka yang besar, akan tetapi, anak hiperaktif bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

Stres

Anak-anak juga bisa mengidap stres, lho. Hal ini bisa disebabkan oleh hal-hal positif seperti lingkungan atau aktivitas baru hingga hal negatif seperti sakit atau kematian salah seorang anggota keluarga.

Sebagai orang tua, kamu pun harus bijaksana dalam menunjukkan emosi di depan anak karena mereka bisa merasakan stress orang tuanya. Sebagai efeknya, mereka akan menunjukkan hiperaktivitas yang berbeda dibanding biasanya.

Kesehatan mental dan emosi yang terganggu

Hiperaktif dapat terjadi pada anak-anak yang mengalami gangguan mental seperti resah dan emosi yang tidak stabil atau pernah mengalami trauma. Pada kondisi ini anak akan cenderung hiperaktif dengan menunjukkan sikap tidak bisa tenang atau kesulitan berkonsentrasi

Pengaruh makanan

Perbedaan anak aktif dan hiperaktif ternyata bisa dilihat dari reaksi mereka terhadap makanan tertentu. Hal ini mengacu pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 di Amerika Serikat.

Dalam penelitian tersebut para peneliti menyebut makanan yang menggunakan pengawet dan pewarna buatan akan meningkatkan hiperaktivitas pada anak-anak.

Kesehatan fisik yang terganggu

Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu bisa menyebabkan anak menjadi hiperaktif, salah satu contohnya adalah pada penyakit hipertiroid. Selain itu, beberapa masalah genetik pun bisa menjadi penyebab meningkatnya aktivitas anak hingga cenderung hiperaktif.

Kurang berolahraga

Sangat wajar jika anak aktif dan energik. Tanpa olahraga yang cukup, mereka akan kesulitan untuk duduk diam dan cenderung hiperaktif.

Oleh karena itu, penting agar setiap orang tua memberikan waktu yang cukup untuk anak berolahraga dan menyalurkan energi mereka dalam aktivitas positif. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah mengajak mereka ke taman bermain, bermain sepeda hingga jogging.

Kurang tidur

Tidak seperti orang dewasa yang cenderung kelelahan dan tidak bergairah ketika kurang tidur, anak-anak justru sebaliknya, mereka cenderung menjadi hiperaktif. Kondisi ini terjadi ketika mereka tidak cukup tidur siang atau malam.

Penyebab utamanya adalah produksi kortisol dan adrenalin yang justru meningkat ketika anak kurang tidur. Tubuh melakukan hal itu agar anak bisa tetap bertenaga dan terjaga.

Selalu awasi perkembangan anak ya, jika ada gejala hiperaktif yang tidak biasanya, hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan ya agar dapat dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan terapi untuk membantu anak dalam pertumbuhannya.

Demikianlah perbedaan anak aktif dan hiperaktif yang perlu kamu pahami.

Jika masih ada pertanyaan seputar kesehatan dan parenting, jangan ragu untuk dikonsultasikan dengan dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Childmind.org, diakses 24 Agustus 2020. Ask an Expert: Does my child have ADHD or just high energy?
  2. Verywellfamily.com (2020) diakses 24 Agustus 2020. The Different Reasons Why Children Become Hyperactive
    Berita Terkait
    register-docotr