Kesehatan Anak

Ruam Pipi Bayi Bikin si Kecil Tak Nyaman, Apa Penyebabnya?

January 24, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Ruam pipi bayi adalah salah satu kondisi yang seringkali dikhawatirkan oleh Moms. Ketika terjadi, ini bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada si Kecil. Lantas, apa penyebab kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab ruam pipi bayi

Bayi memiliki kulit sensitif dan sistem kekebalan tubuhnya sedang berkembang. Oleh karenanya, kulit bayi rentan terhadap sumber tertentu yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit.

Pada kebanyakan kasus kondisi ini bisa ditangani dengan beberapa pengobatan tertentu. Namun terkadang, ruam pipi bayi mengindikasikan kondisi medis yang lebih serius.

Ruam pipi bayi bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor, ini termasuk cuaca panas, kelembapan, hingga alergi. Agar Moms bisa lebih memahami kondisi ini, berikut adalah penjelasan mengenai beberapa kondisi penyebab ruam pipi pada bayi.  

Baca juga: Si Kecil Sering Mengejan, Apakah Ini Berbahaya?

1. Eksim bayi

Eksim adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan kulit terasa gatal, memerah, kering, serta teriritasi. Kondisi ini seringkali muncul antara usia 6 bulan dan 5 tahun.

Pada dasarnya, penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa faktor genetik serta lingkungan berkontribusi terhadap kondisi ini.

Eksim sendiri bisa disebabkan oleh alergi atau sensitivitas kulit terhadap makanan, deterjen pakaian, bahan kain, atau iritan lainnya.

Berdasarkan National Eczema Association, apabila eksim berkembang pada dalam 6 bulan pertama kehidupan bayi, kondisi ini cenderung terjadi di pipi, dagu, dahi, atau kulit kepala.

Pengobatan eksim pada bayi

Ketika si Kecil mengalami ruam pipi bayi akibat kondisi ini, sangat penting bagi Moms untuk mengetahui pengobatan yang tepat. Sebab, si Kecil bisa merasa tidak nyaman akibat gejala dari eksim.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara menangani ruam pipi bayi akibat eksim.

  • Menjaga area yang terkena eksim tetap kering dan bersih
  • Krim dan salep yang diresepkan
  • Hindari faktor pemicu
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui pemicu serta bagaimana cara yang paling tepat untuk menangani kondisi ini.

2. Milia

Sekitar 40-50 persen bayi baru lahir mengembangkan milia, yakni berupa benjolan kecil berwarna putih atau kuning yang berukuran sekitar 1-3 mm.

Milia adalah kondisi yang disebabkan akibat pori-pori tersumbat. Biasanya kondisi ini mememgaruhi wajah, seringkali di sekitar mata dan hidung.

Pada bayi, milia juga dapat terjadi di mulut. Kondisi ini dikenal sebagai Epstein pearls.

Pengobatan milia pada bayi

Milia cenderung hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, ketika pori-pori si Kecil sudah tidak tersumbat. Akan tetapi, jika Moms khawatir dengan kondisi ini, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter.

3. Jerawat pada bayi (neonatal acne)

Jerawat tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja, tetapi bayi juga bisa mengalaminya, lho Moms. Jerawat pada bayi biasanya ditandai dengan jerawat kecil berwarna merah.

Kondisi ini dapat terjadi sekitar usia 2-6 minggu. Namun, beberapa bayi terlahir dengan kondisi ini. Berdasarkan American Academy of Dermatology, jerawat neonatal memengaruhi sekitar 20 persen bayi baru lahir.

Kondisi ini tidak hanya bisa menyebabkan ruam pipi pada bayi saja, tetapi juga dapat terjadi di beberapa bagian tubuh lain, seperti hidung, dahi, dagu, leher, hingga punggung bagian atas.

Pengobatan jerawat pada bayi

Pada dasarnya, jerawat pada bayi yang baru lahir tidak menyebabkan jaringan parut dan dapat hilang dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan.

Namun, bukan berarti Moms boleh menyepelekan hal ini, terdapat beberapa hal yang perlu Moms perhatikan untuk menangani jerawat pada bayi baru lahir, di antaranya adalah:

  • Hindari menggosok area ruam pipi bayi
  • Membersihkan wajah si Kecil dengan lembut menggunakan air hangat
  • Jangan gunakan obat untuk menangani jerawat pada bayi tanpa membicarakannya terlebih dahulu pada dokter

Baca juga: Kerak di Kepala Bayi Dialami si Kecil, Apakah Berbahaya?

4. Ruam pipi bayi akibat air liur

Melansir dari Healthline, ruam air liur merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Biasanya kondisi ini terjadi menjelang tumbuh gigi. Kehadiran air liur secara terus-menerus pada dagu, leher, pipi, atau bahkan dada dapat menyebabkan kulit menjadi merah dan terititasi.

Ruam air liur memiliki karakteristik bercak yang datar atau muncul dengan benjolan merah berukuran kecil.

Penggunaan dot yang membuat kulit di sekitar mulut basah, partikel makanan yang tertinggal di wajah dalam kurun waktu lama, serta terlalu sering mengusap wajah si Kecil juga bisa menyebabkan iritasi.

Pengobatan ruam pipi bayi akibat air liur

Terdapat beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kondisi ini, seperti:

  • Basuh area ruam dengan air hangat dua kali sehari. Jangan menggosok kulit bayi ketika ingin mengeringkan kulit si Kecil. Sebab, ini bisa menyebabkan iritasi kulit yang lebih parah
  • Jangan menggunakan produk kulit yang mengandung pewangi
  • Jika memungkinkan, minimalkan penggunaan dot.

5. Slapped cheek syndrome

Slapped cheek syndrome adalah infeksi virus yang umumnya terjadi pada anak-anak serta bayi. Biasanya kondisi ini menyebabkan ruam pipi bayi berwarna merah cerah.

Ruam biasanya tidak terasa sakit dan seringkali menghilang dalam beberapa hari. Namun, ruam pipi bayi akibat kondisi ini bisa datang dan pergi.

Selain ruam pada pipi bayi, slapped cheek syndrome juga bisa menyebabkan gejala lain, seperti demam, sakit kepala, serta pilek.

Pengobatan slapped cheek syndrome

Gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini biasanya berlangsung ringan, dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 minggu. Meskipun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu Moms lakukan untuk meredakan gejala yang ditimbulkan, di antaranya adalah:

  • Pastikan si Kecil beristirahat dengan cukup
  • Agar bayi terhindar dari dehidrasi, penuhi asupan cairan
  • Untuk mengurangi rasa gatal, Moms bisa menggunakan pelembap pada area kulit yang gatal.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyebab ruam pipi bayi dan cara mengatasinya. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

American Academy of Dermatology Association.  Diakses pada 14 Januari 2021. IS THAT ACNE ON MY BABY’S FACE? 

Healthline (2019). Diakses pada 14 Januari 2021. How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash 

Healthline (2017). Diakses pada 14 Januari 2021. How Best to Treat and Prevent a Drool Rash 

Medical News Today (2020). Diakses pada 14 Januari 2021. What can cause a rash on the face in a baby? 

National Eczema Association. Diakses pada 14 Januari 2021. Understanding Eczema in Children 

Nidirect.gov.uk. Diakses pada 14 Januari 2021. Skin rashes in babies 

NHS (2018). Diakses pada 14 Januari 2021. Slapped cheek syndrome 

Kultubay, Zekayi, Ali Tanakol (2017). Newborn Skin: Common Skin Problems. NCBI (diakses pada 14 Januari 2021)

    Berita Terkait
    register-docotr