Kesehatan Anak

Bibir Sumbing pada Anak, Mengenal Penyebab dan Penanganannya

February 3, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyebab dasar dari bibir sumbing adalah proses perkembangan janin yang tidak sempurna. Beberapa faktor pun bisa mendukung terjadinya kelainan ini.

Bibir sumbing sendiri merupakan celah yang terdapat di bibir bagian atas. Terkadang, celah ini terdapat di langit-langit mulut atau bisa juga di kedua bagian wajah ini secara bersamaan.

Baca Juga: Hiperglikemia pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa itu bibir sumbing?

Bibir sumbing terjadi ketika jaringan di wajah dan mulut bayi tidak menyatu dengan baik. Dalam kondisi normal, jaringan yang membentuk bibir dan langit-langit mulut menyatu di bulan kedua dan ketiga masa kehamilan.

Pada bayi dengan bibir atau langit-langit sumbing, penyatuan jaringan ini tidak pernah terjadi atau hanya terjadi sebagian, sehingga menimbulkan celah.

Penyebab bibir sumbing

Penyebab utama bibir sumbing pada anak masih belum diketahui. Beberapa anak memiliki kondisi ini karena adanya perubahan pada gen mereka. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebut kombinasi antara gen dan beberapa faktor seperti lingkungan, kebiasaan dan obat-obatan si ibu sejak masih hamil menjadi satu hal yang bisa memengaruhi terjadinya bibir sumbing.

Beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi bibir sumbing antara lain adalah:

  • Riwayat keluarga: Bayi dengan orang tua yang memiliki riwayat bibir sumbing mempunyai risiko lebih besar memiliki kelainan fisik ini
  • Paparan terhadap substansi tertentu saat hamil: Faktor lingkungan dan gaya hidup seperti merokok, minum alkohol hingga konsumsi obat-obatan tertentu bisa menjadi penyebab bibir sumbing pada bayi
  • Memiliki diabetes: Beberapa perempuan yang didiagnosis mengidap diabetes saat hamil memiliki risiko bayi sumbing
  • Obesitas saat kehamilan: Beberapa bayi yang lahir dari ibu hamil yang obesitas memiliki risiko bibir sumbing.

Masalah genetik

Kelainan genetik merupakan satu penyebab bibir sumbing yang terus dikaji oleh banyak peneliti. Beberapa penelitian berpendapat adanya mutasi genetik saat si Kecil masih dalam kandungan memengaruhi proses penyatuan bibir dan langit-langit mulut.

Salah satunya yang ditemukan oleh tim peneliti dari University of Iowa, Amerika Serikat yang menemukan gen bernama FOXE1 yang jadi kunci dari kelainan fisik ini.

“Kajian kami menemukan gen ini dibutuhkan untuk pembentukan bibir dan langit-langit,” ucap Lina Moreno, asisten profesor di Department Orthodontics University of Iowa, sebagaimana dikutip laman futurity.org.

Meskipun ketidaknormalan gen FOXE1 disebut para peneliti berkontribusi terhadap bibir dan langit-langit yang sumbing, namun mereka masih belum mengetahui mutasi pasti dari gen tersebut yang dapat menyebabkan kelainan ini.

Bisakah bibir sumbing dicegah?

Kebanyakan kasus bibir sumbing tidak bisa dicegah. Tapi kamu bisa menjalani tes dan konseling genetik untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan si Kecil lahir dengan bibir sumbing. 

Jika kamu sudah memiliki anak yang lahir dengan bibir sumbing, maka persiapkan kehamilan berikutnya dengan melakukan langkah berikut:

  • Konseling genetik: Beritahu dokter bahwa keluarga atau anak sebelumnya ada yang memiliki bibir sumbing sebelum kamu hamil. Dokter bisa merujuk kamu ke konselor genetik yang dapat membantu kamu menghitung risiko memiliki bayi sumbing
  • Vitamin pranatal: Jika kamu berencana hamil, konsultasikan pada dokter apakah kamu harus mengonsumsi vitamin pranatal
  • Jangan merokok dan minum alkohol: Penggunaan rokok dan alkohol selama masa kehamilan meningkatkan risiko bayi lahir cacat.

Baca Juga: Bayi Berkeringat saat Tidur, Normalkah? Ini Fakta dan Penyebabnya!

Operasi bibir sumbing

Bibir dan langit-langit sumbing membutuhkan operasi. Tujuannya adalah memperbaiki celah yang terbentuk tersebut. Tapi, semuanya tergantung dari situasi masing-masing anak.

Untuk perbaikan langit-langit, dokter akan merekomendasikan tambahan operasi untuk memperbaiki kemampuan berbicara si Kecil atau meningkatkan tampilan bibir dan hidungnya.

Operasi biasanya dilakukan saat bayi usia 3-6 bulan untuk memperbaiki bibir sumbing. Sementara untuk langit-langit sumbing dilakukan saat si Kecil berusia 12 bulan atau lebih awal jika memungkinkan. Operasi tambahan bisa dilakukan di usia 2 tahun atau remaja.

Prosedur operasi

Operasi dilakukan di rumah sakit dan si Kecil akan diberikan anestesi umum supaya tidak merasakan sakit. Adapun prosedurnya meliputi:

  • Perbaikan bibir: Akan dilakukan penyayatan di kedua sisi celah untuk kemudian ditutup dengan jaringan yang dijahitkan ke otot bibir. Jika diperlukan, dokter akan memperbaiki saluran udara di hidung dalam operasi ini.
  • Perbaikan langit-langit: Dokter akan membuat sayatan di kedua sisi celah lalu melakukan perbaikan posisi jaringan dan otot di sana. Kemudian perbaikan tersebut akan ditutup dengan jahitan.
  • Operasi saluran telinga: Pembuatan saluran telinga dibutuhkan pada anak dengan langit-langit sumbing untuk mencegah cairan telinga yang dapat merusak pendengaran. Dalam hal ini dokter akan menempatkan selang berukuran kecil di gendang telinga.
  • Operasi untuk membentuk kembali penampilan: Operasi tambahan ini mungkin dibutuhkan untuk meningkatkan tampilan mulut, lidah dan hidung.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang penyebab dan bagaimana cara menangani bibir sumbing. Selalu waspada dan jaga gaya hidup selama kehamilan supaya si Kecil bisa tumbuh maksimal, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Mayoclinic, diakses 29 Januari 2021. Cleft lip and cleft palate – Symptoms and causes
  2. CDC, diakses 29 Januari 2021. Facts about Cleft Lip and Cleft Palate – Birth Defects
  3. Futurity.org, diakses 29 Januari 2021. Gene linked to both cleft lip, palate
    register-docotr