Kesehatan Anak

Penting Moms, Serba Serbi Vaksin untuk Cegah Pneumonia pada Anak-anak

April 16, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pneumonia adalah penyebab kematian anak-anak yang paling umum, terutama di negara-negara dengan kematian anak tertinggi.

Dilansir dari WHO, hampir 99,9 persen kematian akibat pneumonia pada anak, terjadi di negara berkembang dan kurang berkembang.

Untuk itu penting bagi Moms untuk mengenali penyakit ini, termasuk tentang vaksin apa saja yang bisa diberikan pada si Kecil untuk mencegah terjadinya pneumonia.

Baca juga: Mengenal Gejala Bronchopneumonia pada Anak dan Pengobatannya

Pneumonia pada anak-anak

Pneumonia adalah infeksi paru-paru di mana kantung udara di paru-paru atau alveoli, terisi dengan nanah dan cairan lainnya. Ini membuat oksigen sulit mencapai aliran darah dan mengakibatkan anak batuk, atau kesulitan bernapas.

Penyebab pneumonia pada anak

Gangguan kesehatan ini bisa disebabkan oleh virus dan bakteri. Anak-anak dengan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya menjadi sakit cukup cepat, dimulai dengan demam tinggi yang tiba-tiba dan pernapasan yang sangat cepat.

Sementara anak-anak dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus mungkin akan memiliki gejala yang muncul secara bertahap dan tidak terlalu parah, meskipun mengi bisa lebih umum.

Meskipun berbagai patogen dapat menyebabkan pneumonia. Namun dari bukti penelitian yang sejauh ini dilakukan, bakteri Haemophilus influenzae tipe b (Hib) dan Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) adalah penyebab utama penyakit ini

WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2000, kedua bakteri tersebut bersama-sama menyumbang lebih dari 50 persen kematian akibat pneumonia pada anak usia 1 bulan hingga 5 tahun.

Vaksin pneumonia untuk si Kecil

Terdapat beberapa vaksin yang telah terbukti efektif mencegah pneumonia pada anak-anak. Nama vaksin-vaksin tersebut adalah vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13) dan vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23).

PCV13 mampu melindungi dari 13 jenis bakteri pneumokokus, yang menyebabkan infeksi pneumokokus paling umum pada anak-anak. Sedangkan PPSV23 efektif melindungi si Kecil dari 23 jenis bakteri penyebab pneumonia.

Kedua vaksin tersebut tak hanya dapat mencegah infeksi pneumonia, tapi juga membantu menghentikan penyebarannya kepada orang lain.

Kapan imunisasi PCV dan PPSV diberikan?

Dilansir dari Kids Health, bayi dapat memperoleh imunisasi PCV13 dalam rangkaian empat kali suntikan yang terdiri dari:

  1. Pemberian pertama saat usia 2 bulan
  2. Lalu selanjutnya pada usia 4 bulan, 6 bulan, dan 12–15 bulan

Beberapa anak yang lebih tua dari usia 2 juga mungkin memerlukan suntikan PCV13 jika mereka melewatkan satu atau lebih bidikan, terutama jika:

  1. Mereka memiliki kondisi kesehatan yang kronis (seperti penyakit jantung atau paru-paru).
  2. Mereka memiliki kondisi yang melemahkan sistem kekebalan (seperti asplenia, infeksi HIV, dll.).
  3. Seorang dokter dapat memutuskan kapan dan seberapa sering seorang anak harus mendapatkan PCV13.

Dokter juga merekomendasikan imunisasi PPSV23 untuk anak-anak berusia 2–18 tahun dengan beberapa jenis kondisi kesehatan kronis. Ini termasuk:

  1. Penyakit jantung, paru-paru, atau hati
  2. Diabetes
  3. Gagal ginjal
  4. Sistem kekebalan yang lemah (seperti dari kanker atau infeksi HIV)
  5. Implan koklea

Baca juga: Catat, Ini 10 Cara Mengatasi Speech Delay pada Anak di Rumah

Mengapa vaksin PCV dan PPSV direkomendasikan?

Anak-anak di bawah usia 2 tahun termasuk kelompok yang berisiko tinggi terkena infeksi pneumokokus serius.

Oleh sebab itu, vaksin ini sangat efektif untuk mencegah si Kecil terkena gejala pneumonia yang parah, rawat inap, bahkan kematian.

Apa kemungkinan efek samping dari vaksin PCV dan PPSV?

Anak-anak akan mungkin mengalami kemerahan, nyeri tekan, atau bengkak di tempat suntikan diberikan. Seorang anak juga mungkin mengalami demam setelah disuntik.

Penting untuk dicatat bahwa vaksin ini tidak dianjurkan jika anak:

  1. Sedang sakit. Tetapi flu biasa atau penyakit ringan lainnya seharusnya tidak mencegah imunisasi.
  2. Memiliki reaksi alergi yang serius terhadap dosis sebelumnya dari vaksin pneumokokus atau vaksin DTaP

Perawatan setelah imunisasi PCV dan PPSV

Vaksin ini dapat menyebabkan demam ringan dan nyeri atau kemerahan di area suntikan. Periksakan si Kecil dengan dokter untuk mengetahui apakah ia perlu diberikan obat pereda nyeri atau demam dengan dosis yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

WHO diakses pada 15 April 2021

Kids Health diakses pada 15 April 2021

Kids Health diakses pada 15 April 2021

CDC diakses pada 15 April 2021

    register-docotr