Kesehatan Anak

Moms, Ini Usia Terbaik Anak Laki-Laki untuk Disunat!

October 7, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Sunat adalah prosedur khusus yang dilakukan pada penis demi kesehatan. Data yang dirilis oleh Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan, tak kurang dari 30 persen dari seluruh pria dewasa telah menjalani prosedur tersebut.

Di Indonesia, masih dalam laporan yang sama, sunat lebih sering dilakukan ketika masih berusia anak-anak. Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat bagi anak untuk disunat? Serta apa saja manfaatnya dari sisi medis? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Sunat Setelah Dewasa, Bagaimana Prosedur dan Risikonya?

Apa itu sunat?

Sunat adalah proses menghilangkan kulit yang menutupi ujung penis dengan cara dipotong. Potongan kulit ini disebut preputium atau yang biasa dikenal dengan istilah kulup. Sunat sendiri lebih populer sebagai bagian dari tradisi, budaya, dan agama tertentu.

Secara medis, tidak ada kewajiban bagi laki-laki untuk melakukan sunat. Meski begitu, tentu ada banyak alasan mengapa sunat sebaiknya dilakukan, salah satunya adalah faktor kesehatan.

Kapan usia terbaik untuk sunat?

Dari kebanyakan pria yang telah disunat, prosesnya dilakukan sebelum memasuki usia dewasa. Ya, sunat lebih sering dilakukan ketika masih anak-anak.

Sebenarnya, tak ada patokan khusus yang mengatur kapan seorang pria harus melakukan sunat. Hanya saja, sunat saat anak-anak dinilai bisa meminimalkan berbagai komplikasi serius dari prosedur medis yang dilakukan.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, usia terbaik bagi pria untuk sunat adalah di bawah satu tahun. Ada beberapa alasan yang mengapa sunat sebaiknya dilakukan sebelum berusia 12 bulan, di antaranya:

  • Pembuluh darah pada bayi tidak sebanyak orang dewasa. Ini akan meminimalkan terjadinya perdarahan hebat saat sunat.
  • Trauma yang disebabkan oleh sunat tidak akan berpengaruh pada masa depannya.
  • Jaringan pada penis bayi tidak se-rumit pada orang dewasa, sehingga prosedurnya bisa lebih cepat.
  • Pemulihan pascaanestesi dapat berlangsung lebih cepat jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Prosedur sunat untuk anak

Sunat adalah prosedur bedah kecil yang bisa dilakukan di klinik, biasanya boleh pulang pada hari yang sama. Meski bedah kecil, anestesi atau bius total tetap diperlukan agar anak tak merasa kesakitan.

Prosedurnya pun relatif sederhana, yaitu pemotongan kulup tepat di belakang kepala penis menggunakan pisau atau gunting bedah.

Sebelum sunat, dokter kemungkinan akan melarang anak untuk makan dan minum agar tidak ada pembentukan urine sementara waktu ketika prosedur dijalankan.

Baca juga: Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Sunat pada Anak Usia Bayi

Pemulihan setelah sunat

Setelah prosedur sunat selesai dilakukan, penis akan dibalut untuk melindungi luka. Kondisi ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman ketika buang air kecil. Tak perlu khawatir, ini hanya bersifat sementara. Balutan perban biasanya lepas sendiri seiring dengan kondisi penis yang pulih.

Pemulihan sunat antara satu anak dengan yang lain bisa menjadi berbeda. Bekas sayatan dapat pulih dalam rentang 3 hingga 10 hari. Namun, ada juga yang membutuhkan waktu hingga 2 minggu untuk pulih total.

Untuk mengurangi rasa nyeri, dokter akan meresepkan obat atau krim yang bisa digunakan setiap hari. Resep tersebut termasuk obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau parasetamol.

Setelah sunat, anak tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas yang bisa berdampak pada penisnya, misalnya bersepeda. Pakaian longgar bisa membantu memberikan rasa nyaman pada area penis.

Berbagai manfaat sunat untuk pria

Ada beberapa alasan mengapa pria sebaiknya melakukan sunat. Dari sisi medis, sunat bisa berdampak positif pada kesehatan, seperti:

  • Menurunkan risiko infeksi saluran kemih
  • Mengurangi risiko tertular infeksi menular seksual (IMS)
  • Menurunkan risiko kanker penis
  • Lebih mudah untuk menjaga kebersihan area genital
  • Mencegah terjadinya balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis

Selain menurunkan risiko terkena penyakit atau kondisi tertentu, sunat juga bisa memengaruhi aktivitas seksual, lho. Menurut sebuah penelitian yang terbit pada The Journal of Sexual Medicine, sunat dapat meningkatkan sensitivitas penis ketika sedang berhubungan seks.

Nah, itulah ulasan tentang usia terbaik anak untuk sunat dan manfaat yang bisa didapatkan. Selain meminimalkan terjadinya penyakit, sunat juga dapat berdampak positif bagi kehidupan seksual anak ketika sudah tumbuh dewasa.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 6 Oktober 2020, Everything You Need to Know About Baby Circumcision.
  2. NHS UK, diakses 6 Oktober 2020, Circumcision in boys.
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 6 Oktober 2020, At What Age Range Should Children Be Circumcised?
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 6 Oktober 2020, Adult Male Circumcision: Effects on Sexual Function and Sexual Satisfaction in Kisumu, Kenya.
  5. World Health Organization (WHO), diakses 6 Oktober 2020, Male circumcision Global trends and determinants of prevalence, safety and acceptability.

    Berita Terkait
    register-docotr