Kesehatan Anak

Anti Panik saat Perut Anak Kembung dengan 5 Langkah Penanganan Ini

July 7, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Perut anak kembung seringkali menjadi salah satu penyebab mereka menjadi rewel. Selain karena menimbulkan rasa tidak nyaman, kondisi ini juga tak jarang membuat anak menjadi malas makan dan kesulitan beraktivitas.

Meski perut anak kembung adalah salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi. Namun bukan berarti Moms boleh mengabaikannya begitu saja.

Agar si kecil terbebas dari rasa tidak nyaman, yuk pelajari penyebab dan cara-cara mengatasi perut anak kembung berikut ini.

Apa itu perut kembung?

Memiliki istilah medis flatulence, kondisi ini terjadi ketika gas terlalu banyak berada di dalam perut dan keluar melalui bagian anus.

Secara normal keberadaan gas yang terdiri dari karbondioksida, oksigen, nitrogen, hidrogen, dan terkadang sulfur, memang selalu ada di sistem pencernaan. Umumnya ini masuk ke dalam perut melalui dua cara.

Pertama lewat mulut, yakni ketika anak menelan makanan atau minuman. Kedua dihasilkan bakteri yang berada di saluran pencernaan saat menghancurkan makanan di usus besar.

Perut kembung sendiri merupakan gejala tubuh yang normal terjadi. Namun apabila frekuensinya terlalu sering, maka bisa menjadi pertanda adanya gangguan pencernaan yang serius.

Cara mengatasi perut anak kembung

Mengingat ini adalah sebuah kondisi yang terjadi secara alami, umumnya Moms tidak perlu memeriksakan si kecil kepada dokter jika mengalami perut kembung. Namun untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang terjadi, Moms bisa melakukan beberapa langkah penanganan di bawah ini:

Pastikan anak makan dalam jumlah yang tidak berlebihan

Dilansir dari medicalnewstoday.com, gejala perut kembung cenderung berkurang apabila seseorang membagi jadwal makannya menjadi 4 sampai 6 kali sehari dalam porsi kecil, ketimbang 3 kali sehari dalam porsi besar.

Kunyah makanan secara perlahan

Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Jika anak mengunyah makanan sampai lumat sebelum menelannya, ini akan mengurangi risiko terjadinya perut kembung.

Moms juga disarankan membuat si kecil bersendawa setelah makan. Caranya posisikan anak dalam posisi tegak, lalu tepuk-tepuk punggungnya secara lembut sampai kelebihan gas berhasil keluar.

Hentikan kebiasaan mengunyah permen karet

Dilansir dari nicklauschilderns.org, mengunyah permen karet akan membuat mulut terbuka dan tertutup lebih sering daripada saat makan makanan biasa. Hal ini akan menyebabkan udara lebih mudah masuk ke dalam perut dan sangat berpotensi membuat perut anak kembung.

Konsumsi probiotik

Dilansir dari aboutkidshealth.ca, mengonsumsi yogurt, minuman sari kedelai, dan beberapa jenis jus dapat mengurangi gejala perut kembung secara efektif.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua probiotik bisa dikonsumsi untuk mengatasi kondisi ini. Konsultasikan terlebih dulu kepada dokter atau ahli gizi mengenai hal ini.

Hindari jenis makanan yang banyak mengandung gas

Beberapa jenis makanan seperti timun, kentang, jagung, asparagus, kembang kol, kacang polong, dan brokoli bisa menghasilkan banyak gas.

Jadi meski semua makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang baik, Moms bisa mengaturnya agar tidak terlalu sering dikonsumsi karena jika dimakan berlebihan bisa menyebabkan perut kembung.

Kurangi asupan pemanis buatan

Anak-anak sangat tidak disarankan mengonsumsi makanan jenis ini karena selain tidak baik untuk kesehatan tubuh, juga sangat bisa menyebabkan perut kembung.

Ini dikarenakan kandungan pemanis buatan fruktosa atau sorbitol yang banyak terdapat dalam permen, atau minuman bersoda bisa ikut menyumbang asupan gas ke dalam usus.

Rutin melakukan olahraga

Olahraga selama 10 sampai 15 menit setelah makan juga dapat membantu mengeluarkan gas dan mengurangi gejala perut kembung pada anak. Moms, bisa mengajak si kecil berjalan mengelilingi rumah, atau sekedar ke halaman untuk menerapkan tips yang satu ini.

Pijat

Moms bisa mencoba memijat perut anak ketika mengalami kembung. Salah satunya adalah dengan memakai teknik pijat I Love You (ILU).

Caranya mudah, Moms hanya perlu dengan gerakan tangan dari dada atas ke bawah membentuk huruf ‘I’, lalu digeserkan ke perut seolah membentuk huruf ‘L’, dan terakhir kembalikan posisi tangan ke arah dada sembari membentuk huruf ‘U’.

Selain itu Moms juga bisa menggerakkan kaki anak seperti sedang mengayuh sepeda untuk membantu mengeluarkan gas yang ‘terperangkap’ di dalam usus.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Gas – flatulence, https://www.nicklauschildrens.org/health-information-library/symptoms/gas-flatulence diakses pada 2 Juli 2020

Gas (flatulence), https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=822&language=english diakses pada 2 Juli 2020

Gas Pain (Children), https://www.webmd.com/first-aid/gas-pain-children diakses pada 2 Juli 2020

Gas in Children, https://www.tummycalm.com/gas-in-children.html diakses pada 2 Juli 2020

Everything you need to know about flatulence, https://www.medicalnewstoday.com/articles/7622 diakses pada 2 Juli 2020

 

 

 

 

 

    Berita Terkait
    register-docotr