Kesehatan Anak

Mengenal Mata Plus pada Anak, Apakah Bisa Sembuh atau Terbawa hingga Dewasa?

January 13, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mata plus pada anak merupakan satu kondisi yang biasa terjadi. Jangan panik dulu, karena pada banyak kasus, gangguan penglihatan ini akan membaik seiring pertambahan usia mereka.

Mata plus disebut juga rabun dekat atau dalam bahasa medisnya hipermetropia. Kondisi ini membuat penderitanya, baik itu orang dewasa atau anak-anak, tidak bisa melihat objek dekat secara jelas (kabur), namun tidak demikian dengan objek jarak jauh.

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Buta Warna: Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Pemeriksaannya

Penyebab mata plus pada anak

Rabun dekat merupakan salah satu tipe kelainan pembiasan pada mata. Itu berarti, masalah ini disebabkan oleh bagaimana mata membelokkan atau membiaskan cahaya saat cahaya melewati kornea dan lensa mata.

Pada kondisi normal, kornea dan lensa mata seharusnya bekerjasama untuk mengambil gambar yang dilihat mata dan memfokuskannya di rentina. Tapi ketika anak mengalami mata plus, lensa akan memfokuskan gambar tersebut di belakang retina.

Mata plus pada anak ini bisa terjadi ketika bola mata terlalu pendek atau kornea tidak memiliki kecekungan yang pas. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orang tua.

Selain itu, dalam beberapa kasus yang langka, kelainan penglihatan ini juga bisa disebabkan oleh masalah di retina dan sindrom mata kecil atau microphthalmia. Yakni saat mata tidak bertumbuh dengan baik saat si Kecil masih di dalam kandungan.

Kondisi mata normal dan rabun dekat. Foto: Pro Visu

Bagaimana mata plus memengaruhi penglihatan si Kecil?

Laiknya menonton film yang diputar dengan proyektor, maka kamu harus menemukan titik fokus yang tepat supaya gambar tidak kabur. Begitu pula dengan penglihatan si Kecil ketika fokus gambar di matanya tidak tepat, semua objek jarak dekat akan terlihat buram bagi mereka.

Biasanya mata plus pada anak terjadi dengan ringan, sehingga akan sembuh sendiri seiring pertambahan usia mereka. Hal ini disebabkan oleh kemampuan alami mata yang fleksibel untuk mengimbangi fokus yang tidak tepat tersebut.

Namun demikian, dalam beberapa kasus, hipermetropia membuat si Kecil menyipitkan dan menegangkan mata, mengalami sakit kepala dan juga juling. Pada orang dewasa, kondisi ini bahkan bisa membuat sulit mengemudi dan mengoperasikan mesin atau alat berat.

Gejala mata plus pada anak

Gejala dari kelainan penglihatan ini beragam dan akan sangat tergantung dari berapa usia si Kecil. 

Pada anak yang masih sangat kecil, kamu akan menyadari si Kecil mengalami masalah ini ketika matanya menjadi juling, berkedip-kedip atau mereka mengucek mata ketika melihat objek jarak dekat. Mereka tidak sadar atas masalah ini sehingga tidak memberitahukannya.

Namun jika anak sudah lebih besar, mereka akan memberitahukan pada orang tuanya kalau mereka tidak tidak bisa melihat objek jarak dekat sejernih objek jarak jauh. Mereka bahkan bisa mengeluhkan gejala yang mereka alami, seperti sakit di mata dan kepala.

Si Kecil pun biasanya tidak akan tertarik untuk membaca karena masalah penglihatan ini. Karena itu, kamu harus aktif bertanya dengan guru atau lingkungan sekolah mengenai kebiasaan yang satu ini.

Baca Juga: Apa Mata Kamu Minus? Ketahui Jawabannya Lewat 3 Tes Berikut Ini

Apakah gangguan ini bisa disembuhkan?

Pada dasarnya, rabun dekat yang ringan bisa sembuh sendiri dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Karena mata akan menyesuaikan fokusnya secara alami.

Akan tetapi, pada beberapa kasus mata plus yang berat pada anak, mereka membutuhkan bantuan melalui kacamata. Jika si Kecil masih sangat kecil atau mengalami mata juling, maka dia harus memakai kacamata sepanjang waktu. 

Jika si Kecil sudah lebih besar, kacamata biasanya dibutuhkan hanya kalau mereka melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus jarak dekat seperti membaca atau mengerjakan pekerjaan rumah.

Karena itu, jika kamu sudah mulai melihat gejala dari mata plus yang terjadi pada anak, maka segeralah hubungi dokter atau cari spesialis mata. Selanjutnya, tenaga kesehatan akan memeriksa dan menyiapkan langkah penanganan yang tepat.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang mata plus yang bisa terjadi pada anak. Selalu jaga kesehatan si Kecil, termasuk kemampuan penglihatannya, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. NHS, diakses 05 Januari 2021. Children’s hypermetropia – Having long-sight
  2. KidsHealth, diakses 05 Januari 2021. Hyperopia (for Parents) – Nemours
  3. Australian parenting website, diakses 05 Januari 2021. Long-sightedness (hyperopia): kids & teens
    register-docotr