Kesehatan Anak

Perlukah Mencukur Rambut Bayi yang Baru Lahir?

November 3, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Banyak orang tua mencukur rambut bayi karena mengikuti tradisi di tempat tinggalnya. Di Indonesia, mencukur rambut bayi banyak dilakukan karena menjadi anjuran dalam agama Islam.

Namun, ada juga yang berpendapat harus memotong rambut bayi yang baru lahir karena dapat membuat pertumbuhan rambut berikutnya lebih lebat. Benarkah seperti itu? Yuk simak penjelasan menurut ahli, apakah ada manfaat di balik mencukur rambut bayi, atau hanya sekadar tradisi.

Haruskah mencukur rambut bayi?

Jika Moms adalah orang yang ingin mencukur rambut bayi karena tradisi, tentu saja diperbolehkan. Namun dari sisi medis, memotong rambut pertama bayi bukanlah hal yang wajib dilakukan.

“Boleh dicukur, boleh tidak,” kata Dr. Rosalia Dewi Roeslani, Sp.A(K), ahli perinatologi dari RS Cipto Mangunkusumo, seperti dikutip dari laman resmi IDAI. Menurutnya tidak ada keharusan untuk mencukur rambut anak yang baru lahir, jika dilihat dari sisi kesehatan.

Adakah manfaat jika mencukur rambut bayi?

Selain alasan tradisi, beberapa orang tua beranggapan mencukur rambut bayi dapat membuat rambut anak lebih tebal. Karena, beberapa bayi ada yang terlahir dengan kondisi rambut tipis atau rambut yang tumbuh tidak merata.

Sayangnya, menurut Dr. Rosalia, memotong ataupun tidak rambut bayi, tidak akan memengaruhi pertumbuhan rambut. Rambut tidak akan menjadi lebih tebal dan tidak akan memengaruhi kecepatan tumbuhnya rambut.

Namun, ada satu manfaat yang bisa dirasakan ketika Moms memotong rambut bayi yang baru lahir. Ada beberapa bayi yang lahir dengan rambut tebal, sehingga menutupi kulit kepalanya.

Ketika rambut dicukur habis, Moms mungkin akan menemukan jika bayi mengalami cradle cap. Sebuah kondisi dermatitis seboroik yang membuat kulit kepala kering, seperti bersisik dan berwarna merah.

Setelah memotong rambut bukan berarti cradle cap akan sembuh dengan sendirinya. Moms tetap perlu melakukan sejumlah perawatan di rumah untuk mengatasinya.

Moms juga perlu hati-hati jika ternyata bayi mengalami cradle cap. Dilansir dari Momlovebest, mencukur rambut anak saat yang mengalami cradle cap justru bisa mengiritasi kulit. Jadi, pastikan untuk terus mengamati kondisi kulit kepala bayi, ya.

Berikut cara yang bisa dilakukan jika anak mengalami cradle cap

  • Menggunakan sampo khusus: salah satunya sampo hipoalergenik khusus untuk bayi
  • Mengoleskan minyak atau petroleum jelly: untuk melembutkan kulit kepala yang bersisik
  • Menghilangkan sisik: menggunakan sikat bayi dengan lembut dan lakukan setelah mandi

Jika tetap ingin memotong rambut bayi, bagaimana cara amannya?

Jika Moms ingin mencukur rambut Si Kecil di bulan-bulan awal setelah kelahirannya, berikut cara mencukur yang benar dan aman yang bisa dilakukan:

  • Lakukan di pagi atau siang hari: Karena biasanya anak lebih tenang dan tidak rewel di waktu tersebut.
  • Buat anak merasa nyaman: Bisa dilakukan saat anak sedang tidur atau siapkan sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya jika dalam kondisi terbangun.
  • Membasahi kulit terlebih dahulu: Agar rambut lebih mudah dicukur. Atau mengolesi gel atau losion untuk melindungi kulit dari luka.
  • Jangan terlalu cepat dan menekan: karena dapat melukai kulit.
  • Usahakan hindari pisau cukur: Sebaiknya gunakan hair clipper, untuk mengurangi risiko luka.
  • Jika menggunakan pisau cukur: Gunakan pisau cukur sekali pakai atau pisau baru. Mata pisau yang tumpul akan lebih mudah melukai kulit.
  • Setelah mencukur: bilas kulit dengan air dingin untuk mengurangi peradangan atau iritasi
  • Oleskan pelembap atau losion pada kulit: untuk menghindari kulit kering yang dapat menimbulkan rasa gatal.

Jika Moms memotong rambut anak saat sudah lebih besar, setidaknya bisa memilih 3 cara berbeda, yaitu:

Memotong dengan gunting

Ini bisa dilakukan jika Moms hanya ingin merapikan rambut, bukan untuk menghabiskan seluruh bagian rambut. Keuntungannya, bisa dilakukan dengan cepat, karena hanya menggunting beberapa bagian.

Anak juga tidak akan bosan saat proses menggunting dilakukan. Namun Moms tetap perlu menyediakan pengalih perhatian anak, agar proses bisa lancar hingga selesai.

Mencukur dengan hair clipper

Jika menggunakan gunting hanya bisa untuk memendekkan rambut, hair clipper bisa digunakan untuk memotong rambut lebih pendek atau bahkan menghabiskan rambut. Namun mengingat anak kecil suka bergerak tiba-tiba, menggunakan hair clipper berisiko melukai kulit kepala anak.

Memotong rambut anak di salon

Moms ragu menggunakan gunting atau hair clipper? Jawaban terbaik adalah menyerahkan langsung kepada ahlinya. Dengan mendatangi salon, Moms akan mendapat bantuan dari para profesional untuk mencukur rambut bayi dengan cara yang tepat dan tentunya juga aman.

Selama proses mencukur Moms bisa menemani bayi dan juga mengajaknya berinteraksi untuk mengalihkan perhatiannya. Sekadar memotong rambut pendek atau mencukur habis rambut anak akan terasa lebih mudah. Walau Moms perlu merogoh kocek untuk melakukan hal tersebut.

Demikian penjelasan tentang manfaat mencukur rambut. Beserta tips tepat dan aman untuk Moms yang ingin mencukur rambut bayi di rumah.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

IDAI, diakses 26 Oktober 2020
Kapan Rambut Bayi Harus Dicukur?
Healthline, diakses 26 Oktober 2020
How to Cut Baby Hair: A Step-by-Step Guide
Momlovebest, diakses 26 Oktober 2020
Shaving Baby’s Hair: Is It Safe? Will It Grow Back Thicker?
Newkidscenter, diakses 26 Oktober 2020
Shaving Baby’s Head

    register-docotr