Kesehatan Anak

Mana Harus Dipilih, Nebulizer Atau Inhaler? Yuk, Kenali Fungsinya Berikut Ini

September 21, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Menderita gangguan pernapasan seperti asma pada anak-anak, pasti membuat mereka merasa tidak nyaman. Sebagai orang tua, Moms tentu akan mencari berbagai cara untuk mengatasinya.

Salah satunya adalah dengan memberikan alat bantu, misalnya nebulizer atau inhaler. Tapi mana yang harus dipilih di antara keduanya, ya?

Apa fungsi utama nebulizer dan inhaler?

Dilansir dari Kidshealth, baik nebulizer maupun inhaler sama-sama berfungsi membantu anak mengatasi gejala asma. Caranya adalah dengan menjadi alat bantu memasukkan obat asma yang umumnya berbentuk cairan.

Mekanisme kerja kedua alat ini adalah dengan mengubah obat menjadi uap agar bisa dihirup si kecil tanpa kesulitan. Pada beberapa jenis inhaler, bahkan ada yang dapat mengeluarkan serbuk obat untuk dihirup melalui saluran pernapasan.

Baca juga: Benarkah Manfaat Garam Himalaya Lebih Baik dari Garam Biasa?

Apa itu nebulizer?

Nebulizer adalah mesin bertenaga listrik atau baterai, yang mengubah cairan obat menjadi semacam kabut halus.

Kabut ini dirancang khusus agar bisa masuk melalui tabung yang dipasang pada corong, atau penutup mulut dan hidung berbahan plastik yang menyerupai masker.

Cara menggunakan nebulizer

Cara penggunaan nebulizer bisa dibilang sangat mudah. Kamu tidak perlu mengikuti terlalu banyak instruksi untuk mengoperasikannya. Cukup letakkan corong masker di atas hidung dan mulut, masukan obat asma sesuai dengan dosis yang ditentukan, nyalakan mesin, dan hirup obatnya.

Nebulizer sendiri umumnya membutuhkan waktu setidaknya 5 sampai 10 menit, untuk memasukkan obat ke paru-paru. Terkadang bahkan proses ini mengambil waktu yang lebih lama.

Seorang anak yang tidak bisa bersikap kooperatif selama pemakaian alat ini, kemungkinan besar tidak akan mendapatkan dosis obat yang dibutuhkan secara tepat. Jadi penting bagi Moms untuk membantu anak setenang mungkin selama perawatan, agar pengobatan berjalan optimal.

Kekurangan dari alat ini adalah ukurannya yang cukup besar, dan mengeluarkan suara bising saat bekerja. Ini membuat nebulizer tidak praktis untuk dibawa-bawa, dan berisik saat dipakai.

Baca juga: Unik dan Ampuh! Yuk Coba 7 Tips Hidup Sehat ala Korea Selatan Ini

Apa itu inhaler?

Selain nebulizer, pengobatan penyakit asma pada anak juga banyak menggunakan alat bantu lain yang dinamakan inhaler.

Merupakan perangkat kecil yang ukurannya pas di tangan, inhaler relatif muat untuk dibawa di dalam ransel, dompet, atau saku. Saat ini di pasaran sendiri ada dua jenis inhaler yang diperjualbelikan, yakni:

Metered dose inhaler (MDI)

Berbentuk seperti kaleng aerosol kecil, inhaler ini bekerja dengan menyemprotkan cairan obat asma, dan merupakan jenis inhaler paling umum digunakan.

Inhaler bubuk kering

Inhaler jenis ini bertujuan mengeluarkan obat asma dalam bentuk bubuk, tanpa harus menyembur keluar secara berlebihan.

Cara menggunakan inhaler

Metode terbaik untuk menggunakan inhaler adalah dengan memasang sebuah selang yang disebut spacer. Mulailah dengan meletakkan tabung di bagian bawah wadah plastik, kemudian lepaskan tutupnya dari inhaler.

Kocok tabung sebelum pemberian setiap dosis, dan yakinkan si kecil untuk tidak panik. Letakkan masker di atas mulut dan hidung, dan pakai.

Jika Moms ingin menggunakan inhaler pada si kecil, maka Moms harus memastikan ia dapat menghirup obat bubuk dengan cepat dan dalam. Ini bertujuan agar kandungan obat bisa terserap secara optimal.

Meski pemakaiannya lebih rumit, namun dengan sedikit latihan, anak-anak biasanya akan menjadi terbiasa dan semakin pandai menggunakannya.

Baca juga: Hati-hati, Ini Deretan Makanan Pemicu Kanker!

Nebulizer versus inhaler

Meski kedua alat ini sama-sama dinilai mampu bekerja efektif apabila dipakai sesuai dengan petunjuk pemakaiannya. Namun tetap saja masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Nebulizer banyak menjadi favorit, karena mudah digunakan dan dapat dipakai untuk berbagai jenis obat. Sementara dilansir dari Webmd, inhaler dinilai dapat mengeluarkan dosis obat secara lebih tepat dan terukur.

Inhaler juga dianggap lebih cocok dipakai oleh anak yang aktif bergerak, karena bisa dengan mudah dibawa ke mana saja.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr