Kesehatan Anak

Gigi Susu Anak Rapuh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

June 12, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Gigi susu anak rapuh adalah salah satu keluhan utama para orang tua saat membicarakan kesehatan mulut anak-anaknya.

Biasanya ini ditandai dengan adanya lubang pada gigi, atau kerusakan lainnya. Meskipun kondisi ini umum terjadi, tapi jangan biarkan terus berlangsung tanpa penanganan apapun.

Kenali informasi penting mengenai gigi susu anak rapuh, termasuk langkah-langkah untuk mengatasinya dengan tepat.

Baca juga: Si Kecil Tidur dengan Botol Susu, Benarkah Bisa Picu Baby Bottle Tooth Decay?

Sekilas tentang gigi susu anak rapuh

Gigi susu anak adalah gigi yang mulai tumbuh sekitar 6 bulan setelah kelahiran. Biasanya ada 20 gigi susu yang terdiri dari 10 gigi atas dan 10 gigi bawah. Kebanyakan dari gigi-gigi tersebut muncul seluruhnya saat anak berusia sekitar 2,5 tahun.

Kondisi gigi susu anak ada kalanya sangat mudah mengalami kerusakan dan ini biasanya disebabkan oleh enamel yang rapuh.

Dilansir dari Healthline, enamel adalah lapisan luar pelindung gigi yang keras, tetapi tidak mengandung sel-sel hidup, sehingga tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri.

Ketika enamel mengalami gangguan saat gigi masih berkembang, ini biasa disebut dengan istilah hipoplasia email. Hal ini tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan gigi susu, tapi juga bisa membuat pertumbuhan gigi permanen jadi terganggu.

Penyebab gigi susu anak rapuh

Perkembangan email yang rusak dapat menjadi hasil dari kondisi yang diturunkan yang disebut amelogenesis imperfecta, atau hipoplasia email bawaan.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan gigi kecil yang tidak biasa dan berbagai masalah gigi. Hipoplasia email kongenital dapat terjadi sendiri atau sebagai bagian dari sindrom yang mempengaruhi bagian lain dari tubuh.

Sindrom herediter lain yang dapat menyebabkan hipoplasia email adalah:

  1. Sindrom Usher
  2. Sindrom Seckel
  3. Sindrom Ellis-van Creveld
  4. Sindrom Treacher Collins
  5. sindrom otodental
  6. Sindrom penghapusan 22q11 (sindrom velocardiofacial)
  7. Sindrom Heimler

Hipoplasia email juga dapat terjadi akibat masalah prenatal seperti:

  1. Defisiensi vitamin D ibu
  2. Pertambahan berat badan ibu
  3. Ibu merokok
  4. Penggunaan obat ibu
  5. Kurangnya perawatan prenatal
  6. Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah

Faktor lingkungan dan masalah lain pada masa bayi yang dapat menyebabkan hipoplasia email meliputi:

  1. Trauma pada gigi
  2. Infeksi
  3. Kekurangan kalsium
  4. Kekurangan vitamin A, C, atau D
  5. Penyakit kuning, penyakit hati
  6. Penyakit celiac
  7. Palsi serebral karena infeksi ibu atau janin

Apa saja gejalanya?

Beberapa tanda hipoplasia email terlihat jelas, tetapi yang lain lebih sulit dideteksi dan mungkin tidak terlihat sampai menyebabkan masalah gigi yang besar. Memiliki email gigi yang tipis dapat menyebabkan:

  1. Lubang, rumpun kecil, depresi, dan celah
  2. Bintik putih
  3. Noda coklat kekuningan (di mana lapisan dentin di bawahnya terbuka)
  4. Kepekaan terhadap panas dan dingin
  5. Kurangnya kontak gigi, pemakaian gigi yang tidak teratur
  6. Kerentanan terhadap asam dalam makanan dan minuman
  7. Retensi bakteri berbahaya
  8. Peningkatan kerentanan terhadap kerusakan gigi dan gigi berlubang

Bagaimana pengobatannya?

Skrining dan diagnosis dini sangat penting. Itulah mengapa anak-anak harus mengunjungi dokter gigi pada waktu antara munculnya gigi pertama dan ulang tahun pertama mereka. Perawatan tergantung pada tingkat keparahan masalah. Tujuan pengobatan adalah untuk:

  1. Mencegah kerusakan gigi
  2. Pertahankan gigitan yang baik
  3. Melestarikan struktur gigi
  4. Menjaga gigi terlihat terbaik

Beberapa cacat kecil yang tidak menyebabkan pembusukan atau sensitivitas mungkin tidak memerlukan perawatan segera. Namun, mereka masih membutuhkan pemantauan. Dokter gigi mungkin ingin mengoleskan fluoride topikal untuk membantu melindungi gigi si Kecil.

Mencegah gigi susu si Kecil rapuh

Membiasakan anak menyikat gigi setidaknya dua kali sehari menggunakan sikat gigi yang lembut adalah cara yang paling efektif menjaga kesehatan giginya. Jika si Kecil mengalami sensitivitas dingin, ganti air untuk berkumur dengan air hangat.

Jauhkan makanan dan minuman manis dan asam seminimal mungkin, dan selalu sikat gigi sampai bersih setelah mengonsumsinya. Temui dokter gigi anak secara teratur untuk pemeriksaan dan kapan pun kamu mencurigai ada masalah pada gigi si Kecil.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline diakses pada 8 Juni 2021

Healthline diakses pada 8 Juni 2021

CK Dentistry diakses pada 8 Juni 2021

    register-docotr