Kesehatan Anak

Obesitas pada Anak Bisa Akibatkan Penyakit Kronis Lho! Ini Dia Dampak Lainnya

July 28, 2020 | Dhiamara Arradea | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Obesitas pada anak termasuk kondisi medis yang serius. Anak-anak yang obesitas memiliki berat badan yang lebih dari normal.

Dampak dari obesitas, anak bisa menderita penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi obesitas pada anak adalah memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga. Hal tersebut dapat mencegah kegemukan pada anak di masa sekarang dan masa depan.

Apa dampak obesitas pada anak?

Kelebihan berat badan pada anak disebabkan oleh bermacam-macam alasan. Penyebab paling umumnya adalah faktor genetik, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat.

Dampak dari obesitas pada anak, meliputi:

  • Kolesterol tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung dini
  • Diabetes
  • Masalah pada tulang
  • Masalah pada kulit seperti ruam panas, infeksi jamur, dan jerawat

Komplikasi apa saja yang akan terjadi?

Diabetes tipe 2

Kondisi kronis ini memengaruhi cara tubuh anak memproses gula (glukosa).

Obesitas dan gaya hidup yang tidak menentu akan mengingkatkan risiko diabetes tipe 2.

Sindrom metabolik

Kondisi ini bisa menempatkan anak pada risiko penyakit jantung, diabetes atau masalah kesehatan lainnya.

Beberapa dampaknya yakni tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, kolesterol baik (HDL) rendah, dan kelebihan lemak di bagian perut.

Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi

Pola makan yang buruk bisa menyebabkan anak mengalami kondisi tersebut. Faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi pada penumpukan plak di arteri, dan akan menyebabkan arteri menyempit dan mengeras.

Kondisi itu akan memungkinkan anak terkena serangan jantung atau strok di kemudian hari.

Asma

Anak yang kelebihan berat badan atau obesitas akan lebih cenderung menderita asma.

Gangguan tidur

Apnea sleep obstruktif adalah ganguan pernapasan yang terjadi ketika anak sedang tertidur.

Penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD)

Gangguan ini biasanya tidak menimbulkan gejala, dan menyebabkan timbunan lemak menumpuk di hati.

NAFLD dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan hati.

Faktur tulang

Anak-anak yang obesitas lebih cenderung memiliki risiko patah tulang dibanding dengan anak yang memiliki berat badan yang normal.

Komplikasi sosial dan emosional

  • Merasa diintimidasi, tidak jarang anak yang memiliki berat badan berlebih memiliki pengalaman diejek oleh teman sebayanya. Sebagai hasilnya, anak akan kehilangan rasa percaya diri.
  • Depresi, kehilangan rasa percaya diri dapat membuat rasa putus asa yang luar biasa, dan akan menyebabkan depresi pada beberapa anak yang memiliki berat badan berlebih.

Bagaimana cara mencegahnya?

Agar anak tidak berisiko untuk kelebihan berat badan, kamu bisa mengambil langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari obesitas. Langkah tersebut meliputi:

  • Batasi konsumsi minuman pemanis kepada anak
  • Berikan banyak buah dan sayuran
  • Batasi makan makanan di luar rumah seperti makanan siap saji
  • Sesuaikan porsi makan dengan usia anak
  • Batasi menonton TV, setidaknya dalam sehari kurang dari dua untuk anak-anak usia di atas 2 tahun, dan jangan biarkan anak usia di bawah 2 tahun mengenal dan mengonsumsi televisi sebagai hiburan mereka
  • Pastikan anak cukup tidur

Baca Juga: Statistik Masalah Kesehatan Anak di Indonesia, Seberapa Parah Ya?

Faktor risiko

Banyak faktor yang menyebabkan obesitas pada anak, diantaranya adalah:

Mengonsumsi makanan tidak sehat

Makan makanan berkalori tinggi secara terus menerus, seperti makanan cepat saji, dan makanan kemasan instan bisa menyebabkan anak bertambah berat badannya.

Permen dan makanan penutup juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, dan semakin banyak bukti menunjukkan minuman manis, termasuk jus buah, merupakan penyebab obesitas pada beberapa anak.

Kurang olahraga

Anak-anak yang tidak berolahraga cenderung menambah berat badan karena kalori dalam tubuh yang tidak terbakar.

Anak-anak biasanya terlalu banyak menghabiskan waktu yang untuk melakukan kegiatan tanpa melakukan aktivitas fisik lainnya. Kegiatan tersebut seperti menonton televisi atau bermain video game, sehingga kemungkinan besar akan menyebabkan obesitas pada anak.

Faktor keluarga

Jika seorang anak adalah keturunan dari orangtua obesitas, maka anak tersebut mungkin akan berisiko terkena obesitas juga.

Hal tersebut bisa terjadi terutama jika lingkungan keluarga terbiasa menyediakan makanan berkalori tinggi dan kurangnya aktivitas fisik.

Faktor psikologi

Beberapa anak memiliki nafsu makan yang berlebih untuk menghadapi stress atau untuk melawan kebosanan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2018). Diakses pada 24 Juli 2020. Childhood obesity
  2. Webmd.com (2018). Diakses pada 24 Juli 2020. Obesity in Children
    Berita Terkait
    register-docotr