Kesehatan Anak

Bolehkah Anak Mengonsumsi Makanan Pedas dan Asam? Simak Dulu Faktanya!

November 13, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Anak-anak umumnya baru bisa mengonsumsi makanan pedas dan asam pada usia tertentu. Perlu diketahui indra perasa sudah mulai terbentuk sejak minggu ke-9 kehamilan pada janin dalam kandungan.

Seiring dengan berjalannya waktu, anak akan mengembangkan daftar preferensi rasa sendiri sehingga bisa diperkenalkan berbagai jenis makanan, termasuk pedas dan asam. Nah, untuk mengetahui fakta mengenai makanan pedas dan asam untuk anak, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Perubahan pada Warna Lidah, Yuk Ketahui Penyebab dan Penanganannya!

Kapan anak boleh makan makanan pedas dan asam?

Dilansir dari Babycenter.com, orang tua dapat memperkenalkan herbal dan banyak bumbu segera setelah anak mulai mengonsumsi makanan kecil. Pertama-tama, cobalah untuk memberikan rempah ringan, seperti kayu manis dan pala.

Hal penting yang perlu diketahui adalah anak-anak di bawah 1 tahun baru saja terbiasa dengan makanan dasar dan sangat rentan terhadap rasa sehingga harus berhati-hati. Untuk memahami lebih jelas, simak beberapa fakta mengenai pemberian makanan pedas dan asam pada anak.

Makanan pedas untuk anak

Anak mungkin telah meningkatkan toleransi terhadap makanan pedas jika Moms mengonsumsi makanan pedas ketika menyusui. Hal ini dikarenakan jejak rasa dan zat bisa terbawa ASI sehingga anak bisa mulai terbiasa.

Kapasitas pencernaan bayi sangat normal sehingga segera setelah lahir yang menjadi perbedaan hanyalah rasa dan kemampuan mengunyah. Ketika anak sudah mulai mengonsumsi makanan padat, maka tak ada salahnya untuk memperkenalkan makanan pedas secara perlahan.

Untuk anak berusia 1 tahun, kamu bisa memasukkan kari, cabai, atau rasa kuat lainnya ke dalam makanan anak. Jika anak sensitif terhadap makanan baru, pilihlah makanan yang lebih lembut untuk sementara waktu.

Meski jarang memicu alergi, makanan pedas bisa mengiritasi sistem pencernaan dan mengakibatkan munculnya gastroesophageal reflux. Karena itu, ketika memperkenalkan makanan dengan rasa kuat maka sajikan makanan lain yang dapat ditoleransi oleh anak.

Makanan asam untuk anak

Selain makanan pedas, anak juga bisa mulai diperkenalkan makanan asam ketika berusia di atas 1 tahun. Bayi yang masih berusia 6 bulan tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan asam karena perut sensitifnya belum tentu dapat menolerir kandungan asam.

Salah satu makanan asam yang bisa diberikan pada anak adalah buah jeruk. Jeruk umumnya mengandung asam di mana bisa mengakibatkan munculnya ruam pada bayi yang terlalu muda.

Karena itu, pilihan terbaik untuk memberikan jeruk pada anak adalah ketika hampir menyelesaikan satu tahun.

Buah-buahan, seperti jeruk memberikan banyak sekali nutrisi dan dapat digunakan untuk membuat berbagai macam makanan olahan. Pastikan anak sudah berada di usia yang tepat ketika makanan asam diberikan untuk menghindari efek samping.

Setelah anak sudah bisa mengonsumsi makanan padat atau hampir berusia satu tahun, kamu bisa memberinya jus jeruk. Namun, sebelum memberikannya pastikan jika anak tidak memiliki alergi terhadap jeruk atau makanan asam lainnya.

Manfaat konsumsi makanan pedas dan asam untuk anak

Ketika memberikan makanan pedas dan asam pada anak, hal utama yang harus dilakukan adalah memerhatikan usia yang dimiliki dan kemungkinan memiliki alergi.

Jika hal tersebut sudah diketahui, maka berikan makanan pedas dan asam pada anak secara perlahan untuk melihat reaksinya.

Pada dasarnya, makanan pedas kemungkinan memiliki efek capsaicin yakni komponen aktif dari cabai. Peran menguntungkan dari capsaicin banyak dilaporkan dalam kaitannya dengan antiobesitas, antioksidan, antiinflamasi, antikanker, dan antihipertensi.

Selain itu, efek tersebut juga bisa meningkatkan homeostasis glukosa. Sementara untuk rempah-rempah yang memberikan rasa pedas pada makanan juga memiliki fungsi antimikroba yang telah lama dikenal dapat melakukan hal-hal baik untuk keseimbangan bakteri di usus.

Di sisi lain, makanan asam dapat membantu sistem pencernaan anak untuk mendapatkan kekuatan secara bertahap. Manfaat lain yang mungkin didapatkan jika anak mengonsumsi jeruk atau makanan asam lainnya adalah mengurangi sembelit.

Pemberian jeruk pada anak yang sembelit telah menjadi ide yang bagus karena buah tersebut mengandung serat cukup banyak. Selain itu, konsumsi jeruk secara teratur dapat pula membantu menghindari melemahnya tulang dan pelunakan sendi atau disebut juga dengan rakhitis.

Baca juga: Hidung Anak Iritasi saat Flu? Ini Kiat Mengatasinya Moms

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Firstcry.com (2018), diakses 12 November 2020. Oranges for Babies – Benefits and Recipes
  2. Chicagotribun.com (2015), diakses 12 November 2020. How spicy food could help you and your kids live longer
  3. Livescience.com (2013), diakses 12 November 2020. 5 Experts Answer: Is It OK to Give Babies Spicy Food?
  4. Babycentre.com, diakses 12 November 2020. When can my baby eat spicy foods?
  5. Patiencefruitco.com, diakses 12 November 2020. Tasting exercise: teach your children about food’s 4 basic flavours
    Berita Terkait
    register-docotr