Kesehatan Anak

Biduran pada Bayi: Penyebab Umum hingga Perawatan Rumahan yang Bisa Diterapkan!

August 26, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Biduran pada bayi termasuk kondisi yang umum terjadi dan biasanya akan menyebabkan ketidaknyamanan si bayi. Ya, biduran sendiri sering terlihat seperti gigitan nyamuk namun bisa juga bercak kemerahan.

Bercak kemerahan pada kulit ini mungkin bisa membengkak dan hilang dalam beberapa jam, namun akan terasa sangat gatal. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap yuk simak penjelasan biduran pada bayi berikut.

Baca juga: Fantasi Seksual Suami Istri, Bikin Hubungan Makin Romantis

Mengapa biduran pada bayi bisa terjadi?

Dilansir dari Healthline, biduran biasanya muncul jika anak terkena alergen, infeksi, gigitan, serangga, atau sengatan lebah. Gejala biduran bisa bervariasi, yakni muncul benjolan atau bercak di kulit, terjadi pembengkakan, gatal-gatal, dan terasa sensasi seperti terbakar.

Biduran terbentuk ketika kulit bayi mengalami iritasi dan melepaskan zat kimia yang disebut dengan histamin.

Histamin sendiri merupakan pertahanan alami terhadap rangsangan eksternal yang berpotensi menyebabkan bahaya. Nah, beberapa penyebab dari biduran yang perlu diketahui, antara lain:

  • Infeksi virus. Infeksi saluran pernapasan bagian atas yang dingin atau virus gastrointestinal dapat memicu gatal-gatal.
  • Infeksi bakteri.
  • Alergi makanan. Bayi mungkin bereaksi terhadap makanan yang ditelan sehingga waspadai konsumsi kacang-kacangan atau telur.
  • Pengobatan. Biduran dapat terjadi jika bayi alergi terhadap obat-obatan, seperti antibiotik dan obat antiinflamasi non steroid.
  • Faktor lingkungan. Lingkungan yang dingin dan panas atau perubahan lingkungan dapat memicu terjadinya biduran.
  • Alergen lainnya. Biduran bisa dialami oleh bayi karena memiliki alergen lainnya, termasuk serbuk sari dan iritan seperti bahan kimia dan wewangian.

Selain itu, biduran pada bayi juga bisa dipicu oleh penggunaan produk-produk perawatan kulit. Meski hampir semua produk perawatan kulit bayi diklaim alami dan aman, namun nyatanya masih banyak yang mengandung bahan kimia atau bahan membahayakan.

Perlu dipahami pula jika kotoran, debu, dan bulu hewan peliharaan di kamar bayi mungkin menjadi salah satu penyebab biduran. Untuk itu, pertimbangkan selalu semua faktor ini ketika mencoba untuk mengidentifikasikan penyebab biduran pada bayi. 

Sulit untuk menentukan penyebab pasti gatal-gatal atau biduran pada bayi, namun memerhatikan pola makannya diketahui bisa membantu mengidentifikasi masalah.

Bagaimana penanganan tepat terhadap biduran pada bayi?

Kasus gatal-gatal ringan karena biduran akan hilang dengan sendirinya, yakni dalam beberapa hari atau terkadang beberapa jam saja. Karena itu, jika bayi tidak merasa terganggu dengan gejala biduran maka pengobatan mungkin tidak akan diperlukan.

Bayi masih rentan terhadap pemberian obat-obatan sehingga banyak orang tua yang khawatir mengenai pemberiannya. Nah, agar lebih aman berikut beberapa pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengobati biduran.

Kompres dingin

Perawatan rumahan yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah biduran adalah dengan kompres dingin. Rendam kain lap bersih dalam air dingin dan tempelkan langsung ke area yang terasa gatal untuk meredakan gejala dan mengatasi ketidaknyaman.

Mandi oatmeal dengan air hangat

Biduran pada bayi dapat pula diatasi dengan mandi oatmeal koloid dengan air hangat atau suam-suam kuku. Taburkan oatmeal ke dalam bak mandi bayi untuk membantu meredakan gatal dan kemudian bilas hingga bersih dengan air bersih.

Meminimalkan paparan panas atau dingin

Jika anak sensitif terhadap panas, usahakan untuk menghindari panas matahari dan gunakan AC. Namun, apabila udara dingin menjadi penyebabnya maka gunakanlah humidifier di dalam rumah atau balutkan pakaian hangat ketika ke luar rumah.

Baca juga: Faktor-faktor Penyebab Anak Terlambat Bicara, Salah Satunya Kurang Stimulasi!

Kapan harus menghubungi dokter?

Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika bayi mengalami gatal-gatal, terutama saat gejala tidak kunjung sembuh. Gatal-gatal pada bayi bisa tampak mirip dengan ruam lain, seperti ruam panas akibat virus sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut bersama dokter.

Apabila bayi mengalami ruam atau tampak gatal yang menyebabkan ketidaknyamanan, maka segera temui dokter untuk diagnosis terutama sebelum memberikan obat apapun.

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan mengenai kondisi yang dialami bayi.

Tak hanya itu, biduran yang berlangsung selama beberapa minggu mungkin memerlukan lebih banyak tes untuk mendiagnosis penyebabnya. Dokter akan menyarankan bayi untuk menjalani tes darah atau meminta orang tua melacak paparan yang mungkin terjadi terhadap alergen luar.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses pada 25 Agustus 2020. Hives on Baby: What You Need to Know
  2. Whattoexpect (2020), diakses pada 25 Agustus 2020. Baby Hives
  3. Medical Life Sciences (2019), diakses pada 25 Agustus 2020. Hives in Babies
    register-docotr