Kesehatan Anak

Benarkah Anak yang Dilahirkan dari Proses Bayi Tabung Tumbuh Lebih Cerdas?

January 4, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentang genetika, potensi untuk memiliki keturunan dengan karakteristik tertentu pun menjadi semakin besar.

Salah satunya konon bisa dilakukan melalui analisis DNA dalam proses bayi tabung. Di sini calon orang tua dapat memilih embrio bayi yang akan ditanam berdasarkan karakteristik spesifik, misalnya kecerdasan.

Hal ini menimbulkan opini bahwa anak yang dilahirkan melalui proses bayi tabung, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang dilahirkan melalui proses pembuahan alami. Tapi apakah hal tersebut benar?

Baca juga: Semakin Canggih, Ini Dia Proses Bayi Tabung Embryoscopy dan PGS yang Perlu Diketahui!

Apa itu program bayi tabung?

Bayi tabung atau biasa dikenal dengan istilah medis in vitro fertilization (IVF) adalah salah satu jenis teknologi reproduksi buatan yang bertujuan membantu pasangan untuk memiliki keturunan.

Prosesnya melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium, baik untuk dibekukan, maupun dibuahi oleh sperma dan dipindahkan ke dalam rahim untuk berkembang.

Penelitian tentang kemampuan koginitif anak dari program IVF

Dilansir Fertility IQ, bayi IVF pertama lahir pada tahun 1978. Pada saat itu belum ada banyak penelitian yang menelaah perkembangan kognitif maupun gangguan medis pada anak-anak ini hingga dewasa.

Tetapi sebuah penelitian dari Israel berhasil memberikan gambaran yang cukup menyeluruh mengenai hal tersebut.

Melibatkan 253 remaja hasil IVF yang mengikuti program wajib militer di Israel, diketahui bahwa kelompok IVF mendapat skor sedikit lebih tinggi dalam fungsi kognitif dibandingkan peserta wajib militer lainnya.

Temuan ini kemudian dikembangkan lebih jauh oleh berbagai penelitian lain, di antaranya:

Penelitian di Belgia

Dalam studi ini para peneliti menemukan fakta bahwa anak-anak yang dikandung melalui proses IVF dengan metode ICSI (injeksi sperma intracytoplasmic) rata-rata memiliki IQ lebih tinggi daripada anak-anak yang dikandung secara alami.

Metode ICSI sendiri merupakan yang paling banyak digunakan dalam perawatan proses bayi tabung di San Diego Fertility Center. Temuan ini mematahkan adanya anggapan bahwa metode ICSI berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam perkembangan dan perilaku bayi IVF.

Studi lain di Eropa juga mengamati dan mengukur kecerdasan dan perkembangan 151 anak berusia delapan tahun yang dikandung dengan pengobatan IVF menggunakan ICSI.

Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata IQ anak-anak tersebut adalah 112, sedangkan anak-anak yang dikandung secara alami memiliki rata-rata IQ 107. Untuk alasan yang sama, ICSI sepertinya tidak berdampak pada IQ yang lebih rendah.

Baca juga: Tanda-tanda Kecerdasan Naturalis Anak, Si Kecil Punya Salah Satunya?

Penelitian di Inggris

Dilansir Science Daily, anak-anak yang lahir dari proses bayi tabung diketahui mampu mendapat skor lebih tinggi pada tes membaca dan verbal dibandingkan anak-anak lain.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah Profesor Melinda Mills dan mahasiswa doktoral Anna Barbuscia, dari University of Oxford, menganalisis data dari 8.298 anak yang dikandung secara artifisial dan lahir di Inggris.

Anak-anak yang lahir antara tahun 2000 dan 2001 tersebut mengikuti tes kemampuan kognitif. Termasuk keterampilan verbal dan membaca, tepatnya setiap dua tahun sekali hingga tahun 2012.

Ketika para peneliti membandingkan skor anak-anak ini dengan anak-anak yang dikandung secara alami, mereka menemukan fakta bahwa bayi IVF mendapat skor lebih tinggi daripada anak-anak lain.

Faktor penyebab anak dari program IVF lebih cerdas

Dilansir The Guardian, Stephen Hsu, wakil presiden senior untuk penelitian di Michigan State University, mengatakan bahwa perkembangan teknologi IVF saat ini kemungkinan besar dapat digunakan untuk memeringkat embrio berdasarkan IQ potensial.

Melalui analisis gen, dapat diketahui konstribusi masing-masing gen yang dapat dipakai untuk menghitung apa skor risiko poligenik. Ini adalah skor yang berisi informasi tentang kemungkinan seseorang terkena penyakit tertentu atau memiliki sifat tertentu.

Pada dasarnya anak hasil pembuahan bayi tabung memiliki kemungkinan lebih besar mengalami berat badan lahir rendah.

Ini menjadi salah satu faktor yang membuat para pasangan IVF merasa takut jika anak mereka tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya.

Hal tersebut kemudian menjadi salah satu dorongan bagi mereka untuk memberikan stimulasi yang lebih pada anak-anaknya. Hasilnya terlihat dari sisi kecerdasan anak hasil IVF yang relatif berkembang lebih pesat dibandingkan anak lain pada umumnya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

IVF Babies As Intelligent As Peers, Study Suggests, https://www.fatherly.com/health-science/ivf-babies-intelligence-cognition-development/ diakses pada 28 Desember 2020

IVF babies do not have lower cognitive skills than naturally conceived children, https://www.sciencedaily.com/releases/2017/05/170525164254.htm diakses pada 28 Desember 2020

In Vitro Fertilization (IVF), https://www.healthline.com/health/in-vitro-fertilization-ivf#purpose diakses pada 28 Desember 2020

When IVF Babies Grow Up, Are They Healthy?, https://www.fertilityiq.com/topics/ivf/when-ivf-babies-grow-up-are-they-healthy diakses pada 28 Desember 2020

    register-docotr