Kesehatan Anak

Moms! Bayi Sering BAB Bukan Berarti Tanda Gangguan Kesehatan Lho!

January 31, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jangan panik kalau melihat bayi sering BAB. Hal itu justru menunjukkan kalau Si Kecil mendapatkan cukup susu dan cairan lainnya. Meski ada beberapa kondisi yang perlu kamu waspadai.

Berapa kali bayi BAB secara ideal?

Pada 24-48 jam pertama setelah dilahirkan, Si Kecil akan mengeluarkan substansi yang disebut dengan mekonium. Kotoran tebal berwarna hitam kehijauan ini mengandung semua material yang dimakan bayi selama dia berada dalam kandungan.

Dalam beberapa hari setelahnya, Si Kecil akan BAB dan buang air kecil secara reguler. Hingga usianya yang ke 6 minggu, kebanyakan bayi akan mengeluarkan 2-5 kali kotoran per hari. Beberapa bayi bahkan ada yang BAB setelah selesai makan.

Antara 6 minggu hingga usia 3 bulan, frekuensi BAB biasanya akan menurun. Beberapa bayi ada yang BAB sehari sekali, ada juga yang malah hanya 1 kali seminggu. Kondisi ini normal, selama berat badan Si Kecil masih tergolong sehat.

Bayi akan kembali sering BAB ketika kamu sudah memperkenalkan makanan padat. Biasanya, Si Kecil akan BAB sebanyak 1-2 kali per hari.

Bagaimana dengan bayi yang sering BAB?

Sebuah kajian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatric Nursing menyebut jumlah BAB yang dialami oleh bayi yang minum ASI di 5 hari pertama kehidupan merupakan indikator keberhasilan dari pemberian ASI.

Para peneliti menyebut bayi yang sering BAB di periode ini cenderung akan memiliki berat badan yang sehat, lho! 

Nanci Pittman, M.D., seorang pediatric gastroenterologist menyebut beberapa bayi ada yang BAB hanya sekali dalam beberapa hari. Hal ini normal, karena bayi tersebut umumnya menyerap ASI atau susu formula terlalu banyak dan menghasilkan sedikit kotoran.

“Bayi yang BAB hanya seminggu sekali itu masih normal dan yang sering BAB setiap kali setelah makan pun normal,” kata Dr. Pittman dalam laman Parents.

Apa yang menyebabkan bayi sering BAB?

Umumnya, saat perut meregang karena makanan yang masuk, usus akan memberikan sinyal untuk segera mengosongkannya agar bisa diisi oleh makanan lain. Mekanisme ini dipengaruhi oleh gastrocolic reflex.

Pada bayi, gastrocolic reflex ini masih belum matang, sehingga setiap kali ada yang mengisi perut mereka, baik itu ASI atau susu formula, maka Si Kecil akan mengeluarkan sedikit kotoran.

Bayi yang diberikan susu formula biasanya BAB lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI. Hal ini disebabkan susu formula membuat kotoran bergerak lambat di usus.

Masalah kesehatan yang perlu diperhatikan

Meskipun normal, namun ada beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi pada bayi yang sering BAB. di antaranya adalah:

Diare

Diare terjadi saat Si Kecil memiliki kotoran yang encer bahkan hanya air saja, dan frekuensi BAB pun lebih sering daripada biasanya. Jika Si Kecil juga mengalami muntah-muntah, ada kemungkinan terjadi infeksi di ususnya.

Kondisi ini perlu diwaspadai, karena kalau Si Kecil mengalami kotoran yang berair lebih dari satu hari, ada kemungkinan ia juga mengalami dehidrasi. 

Cara mengatasi diare pada bayi

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyarankan kamu untuk segera mencari dokter ketika Si Kecil mengalami hal-hal berikut ini:

  • Ada tanda-tanda dehidrasi
  • Diare yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Demam
  • Kotoran berwarna hitam pekat
  • Kotoran mengandung darah atau nanah
  • Rewel dan sulit tidur

Diaper rash

Bayi yang terlalu sering BAB pun bisa menimbulkan masalah kesehatan yang disebut diaper rash. Kondisi ini terjadi ketika area yang ditutup popok terlihat merah dan iritasi.

Kebanyakan orang tua akan berhadapan dengan kondisi ini. Terutama di tahun pertama kehidupan Si Kecil.

Cara mengatasi diaper rash

Untuk mengatasi kondisi ini, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan dan kekeringan Si Kecil. Untuk itu, gantilah popoknya secara berkala. Ini berarti kamu pun harus membangunkannya pada malam hari untuk mengganti popok.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang bayi sering BAB yang merupakan kondisi normal. Selalu awasi frekuensi dan bentuk kotoran Si Kecil untuk deteksi awal masalah kesehatan, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Australian Parenting Website, diakses 27 Januari 2021. Poo & wee: what to expect in babies
  2. Parents, diakses 27 Januari 2021. The Baby Poop Guide: What’s Normal, What’s Not
  3. Babycentre, diakses 27 Januari 2021. Is it normal for my baby to poop after every feeding?
  4. Babycentre, diakses 27 Januari 2021. Diaper rash
  5. MedicalNewsToday, diakses 27 Januari 2021. How often should a newborn poop? Frequency and issues
  6. FDA, diakses 27 Januari 2021. How to Treat Diarrhea in Infants and Young Children
  7. National Library of Medicine, diakses 27 Januari 2021. The Neonatal Bowel Output Study: indicators of adequate breast milk intake in neonates
  8. Babycentre, diakses 27 Januari 2021. Is it normal for my baby to poo after every feed?
  9. Healthline, diakses 27 Januari 2021. How Often Should a Newborn Poop?
    register-docotr