Info Parenting

Viral Ayah Pukuli Buah Hatinya, Ini Penyebab Orangtua Bisa Menyakiti Anaknya Sendiri!

May 22, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Dunia maya sempat dihebohkan dengan video seorang ayah yang memukuli anaknya sendiri. Video ini jelas mengagetkan lantaran sang ayah sengaja merekam sendiri aksi yang tidak etis tersebut.

Dalam video tersebut terlihat jelas bagaimana sang ayah memukuli anak perempuannya yang berusia 5 tahun sambil mengeluarkan kata-kata kasar yang dilontarkan pada istrinya sendiri. 

Meskipun kasus ini sudah ditangani oleh pihak berwajib, tapi kamu harus tahu berbagai alasan kenapa orangtua memukul anaknya dan bagaimana pencegahannya.

Baca juga: Dampak Kekerasan pada Anak: Merusak Kesehatan Fisik dan Psikologis

Alasan orangtua memukul anak sendiri

Tidak ada alasan sederhana yang bisa menggambarkan kenapa orangtua bisa menyakiti anaknya sendiri. Faktor-faktor penyebab kekerasan ini sangat kompleks dan terkadang berkaitan dengan masalah lain.

Salah satu yang paling umum adalah orangtua menggambarkan alasan kekerasannya sebagai satu cara untuk mengajarkan anak untuk bersikap atau berperilaku baik. Kekerasan menjadi sebuah hukuman dari ketidakmampuan anak bersikap sesuai keinginan orangtua.

Cara ini sebenarnya dipandang oleh banyak pakar kesehatan dan perkembangan anak sebagai satu hal yang tidak efektif dan berpotensi menghasilkan efek yang negatif. Berikut ini adalah beberapa pandangan dari pakar tentang hal tersebut:

Kekerasan sama sekali tidak efektif

Liz gershoff, Ph.D., seorang developmental psychologist menyebut kekerasan tidak akan efektif membuat anak mengikuti kemauan orangtua dan justru berpotensi menghasilkan efek yang sebaliknya.

“Anak yang dipukul memang biasanya segera patuh, tapi mereka tidak pernah diajarkan bagaimana bersikap yang lebih baik untuk jangka panjang,” kata dia.

Memukul tidak akan mengajarkan mereka kenapa perbuatan mereka salah atau apa yang harus mereka lakukan di masa mendatang. 

Praktik ini hanya mengajarkan anak untuk bagaimana supaya terhindar dari pukulan alih-alih membantu mereka menumbuhkan motivasi positif untuk berbuat yang lebih baik.

Kekerasan adalah hal yang negatif

Terkadang orangtua yang memukul anak tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif. Malah, beberapa orang tua memandang hukuman yang mereka berikan sebagai hal yang aman-aman saja.

Biasanya, pemahaman itu hadir karena pengalaman orangtua tersebut sebelumnya. Padahal, praktik berbahaya itu seharusnya sudah ditinggalkan di dunia modern.

Jangan memukul anak supaya mereka tidak manja

Beberapa orangtua beranggapan kalau memukul anak akan membuat anak tidak manja. Padahal, tidak semua anak yang berperilaku baik, disiplin atau tidak merengek dihasilkan dari kekerasan.

Meskipun kegagalan mendisiplinkan anak bisa membuat anak manja dan kerap berperilaku tidak menyenangkan, tapi memberikan hukuman pun bukan langkah alternatif supaya anak tidak manja.

Banyak anak-anak yang terlibat tindak kriminal atau nakal yang justru menerima lebih banyak pukulan dari orangtua ketimbang mereka yang patuh. Jadi, anggapan bahwa memukul bisa mendisiplinkan anak tidak sepenuhnya benar.

Baca juga: 7 Tips Mengasuh Anak Tunggal agar Tidak Manja dan Egois

Cara mencegah kekerasan pada anak

Membesarkan anak seharusnya menjadi hal yang menyenangkan dan menghadirkan arti tersendiri. Terkadang memang anak bisa mendorong kamu pada batas kesabaran atau logika tertentu sehingga kamu bisa melakukan tindakan yang tidak pernah kamu sadari.

Langkah pertama untuk mencegah kekerasan pada anak adalah menyadari perasaan yang kamu miliki. Menyadari bahwa kamu memiliki masalah adalah langkah penting di sini.

Untuk itu, berikut ini adalah tanda yang perlu kamu waspadai:

  • Kamu merasa marah dan memperlakukan anak di luar kebiasaan
  • Kamu merasa tidak terhubung dengan anak
  • Mengikuti kemauan anak menjadi satu hal yang sulit
  • Munculnya perhatian dan kekhawatiran dari orang lain

Lalu apa yang harus dilakukan?

Ketika kamu menemukan diri dalam situasi ini, cobalah untuk menarik diri terlebih dahulu. Jangan merespons anak saat kamu sedang marah atau emosi yang tidak terkendali, menyingkirlah terlebih dahulu.

Selanjutnya, temukan pertolongan dari dokter atau terapis untuk menemukan cara mengontrol perasaan dan emosi serta langkah yang dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang tidak bisa kamu kendalikan.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang kekerasan pada anak yang seharusnya bisa kamu hindari sebagai orangtua. Selalu jaga emosi dan jalin hubungan yang harmonis dengan si Kecil, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Verywellfamily, diakses 22 Mei 2021. Why Some Parents Spank Their Kids – Discipline
  2. Healthline, diakses 22 Mei 2021. Causes of Child Abuse: Why Some Adults Hurt Children
  3. TangerangNews, diakses 22 Mei 2021. Viral! Bocah 5 Tahun Dipukuli di Tangsel, Pelaku Diduga Ayah Kandungnya
  4. Helpguide.org, diakses 22 Mei 2021. Child Abuse and Neglect

 

    register-docotr