Info Parenting

Pertimbangkan 4 Hal Ini sebelum Mendaftarkan Si Kecil ke Kelas Akselerasi

April 2, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Memiliki anak dengan kecerdasan di atas rata-rata, menuntut orangtua lebih bijak dalam menentukan program belajar agar kemampuan si Kecil terwadahi dengan optimal.

Salah satu program yang sering dianggap cocok untuk hal ini adalah kelas akselerasi. Program ini biasanya dirancang khusus untuk membuat anak-anak berbakat mencapai prestasi maksimal sesuai dengan potensinya.

Tertarik mengikutsertakan si Kecil pada program kelas akselerasi? Cek dulu beberapa hal yang perlu dipertimbangkan berikut.

Baca juga: 7 Tips Membantu Anak Slow Learner agar Sukses dalam Belajar

Mengapa ada kelas akselerasi?

Laporan terbaru dari Johns Hopkins University  menunjukkan bahwa sekitar dua dari setiap tujuh anak siap untuk kurikulum kelas yang lebih tinggi. Jika tidak mempelajari hal baru setiap hari, mereka cenderung akan bosan di kelas, dan ini bisa berdampak serius bagi masa depannya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa stimulasi intelektual yang lebih besar penting untuk membantu anak-anak berbakat mencapai potensi penuh mereka.

Salah satu cara efektif untuk membantu mewujudkan hal tersebut adalah dengan program kelas akselerasi. Ini merupakan kelas di mana siswa dimungkinkan untuk mengikuti pembelajaran dengan kurikulum yang lebih tinggi dari seharusnya.

Pertimbangan sebelum anak ikut kelas akselerasi

Apakah memiliki anak yang berprestasi adalah tanda bahwa ia bisa dimasukkan ke kelas akselerasi?

Jawabannya adalah belum tentu. Dilansir dari Verywellfamily, kamu perlu mencari gambaran keseluruhan mengenai kesiapan si Kecil sebelum memasukkannya ke kelas akselerasi.

1. Antusiasme si Kecil

Jika si Kecil terlihat antusias saat mengerjakan tugas atau pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan di atas standar pembelajaran seharusnya. Maka kamu bisa menjadikan ini pertimbangan awal untuk memasukannya ke kelas akselerasi.

Antusiasme yang ditunjukkan anak adalah pertanda baik bahwa dia dewasa dan serius bersekolah. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa antusiasme anak ini perlu diberikan wadah yang sesuai.

Jangan buat rasa antusias tersebut pudar, dengan membiarkan ia merasa bosan karena melakukan proses belajar yang terlalu mudah dan tidak menantang.

Oh ya, jika anak cerdas terlihat tidak memiliki motivasi untuk mengikuti kelas akselerasi. Sebaiknya cari alternatif lain, misalnya memberikan kelas tambahan, atau membiarkan ia menekuni hobi tertentu.

2. Kemampuan kognitif anak

Kamu perlu memastikan kemampuan kognitif si Kecil terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke kelas akselerasi.

Sebuah artikel dari departemen pendidikan Universitas Johns Hopkins, menunjukkan bahwa diperlukan IQ minimal 130 atau lebih tinggi, untuk seorang anak agar bisa berhasil dalam sebuah program akselerasi.

Ada beberapa jenis penilaian kognitif yang bisa dilakukan untuk mengukur kemampuan anak. Tes ini dapat sangat bervariasi dalam biaya dan kualitas.

Kamu dapat bertanya kepada guru di sekolah, untuk mencari tahu di mana mendapatkan tes yang akan membantu memandu dalam mengadvokasi kebutuhan pendidikan si Kecil.

3. Sejarah prestasi

Menurut Acceleration Institute di The University of Iowa, jejak keberhasilan si Kecil dalam menjalani pembelajaran di sekolah, adalah salah satu indikator yang harus diperhatikan sebelum memasukannya ke kelas akselerasi.

Jika ia sudah terbiasa menyelesaikan pekerjaannya sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Maka ini pertanda bahwa mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan baru di tingkat kelas berikutnya.

4. Alokasi waktu

Dewasa ini banyak anak-anak yang merasa tertekan karena jadwal belajar dan tugas yang terlalu padat. Mereka bahkan sering mengeluh karena hampir tak punya waktu untuk bermain.

Jika anak menghabiskan waktu berjam-jam sepulang sekolah untuk berlari dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Misalnya, mengambil kursus lanjutan dan sejenisnya, mungkin mengikuti kelas akselerasi bukan pilihan terbaik untuk si Kecil.

Apabila tetap dipaksakan, bukan hanya dia tidak akan punya waktu untuk fokus pada kelasnya, dia juga mungkin bisa menjadi tidak berprestasi. Hal ini sangat mungkin membuatnya merasa kecewa dan terpuruk.

Baca juga: Catat, Ini 10 Cara Mengatasi Speech Delay pada Anak di Rumah

Ayo konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Verywellfamily, Should Your Tween Take Advanced Classes?, diakses pada 1 April 2021

Verywellfamily, Should Your Child Skip a Grade?, diakses pada 1 April 2021

Davidsongifted, Types of acceleration and their effectiveness, diakses pada 1 April 2021

The Conversation, Should I grade-skip my gifted child?, diakses pada 1 April 2021

    register-docotr