Info Parenting

Mendidik Anak untuk Belajar Tanpa Memaksa? Yuk Simak Tips Praktisnya!

November 19, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Mendidik anak memang cukup sulit, terutama jika gagasan orang tua tentang apa yang terbaik tidak selalu cocok. Seringkali orang tua akan memberikan dorongan terhadap apa yang dianggap benar, namun tidak sesuai dengan keinginan anak.

Salah satu hal yang paling sering dipaksakan dari orang tua kepada anak adalah tentang belajar. Nah, untuk mengetahui tips mendidik anak untuk belajar tanpa memaksa yang bisa diterapkan yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Manfaat Lompat Tali: Tingkatkan Koordinasi hingga Mengurangi Lemak Perut

Tips mendidik anak untuk belajar tanpa paksaan

Dilansir dari Psychology Today, anak-anak secara biologis diprogram untuk belajar karena alaminya manusia membutuhkan banyak informasi untuk bertahan hidup dan berkembang. Perlu diketahui, beberapa keterampilan lebih mudah dipelajari daripada yang lain.

Orang tua tidak harus mengajari anak berjalan, berbicara, atau bermain di mana semua hal tersebut dapat terjadi secara alami. Namun, keterampilan evolusi baru, seperti membaca, menulis, atau matematika biasanya membutuhkan tenaga dan pelatihan intensif.

Proses belajar yang dilakukan anak-anak harus dihargai dan tidak perlu paksaan untuk mendidiknya. Beberapa tips mendidik anak untuk belajar tanpa paksaan yang perlu diterapkan, antara lain sebagai berikut:

Kenali kemampuan anak

Pendidikan memang penting karena dapat membuat anak mengetahui berbagai pengetahuan. Namun, perlu diingat jika mendidik anak tidak perlu menggunakan kekerasan karena hanya akan membuatnya merasa tertekan.

Di era teknologi yang semakin berkembang dan terjangkau dapat membuat akses memperoleh pengetahuan menjadi lebih mudah. Selain itu, orang tua juga perlu mengenali kemampuan anak untuk mengembangkan keterampilan di masa depan.

Salah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah mendemokratisasi pembelajaran dapat mendukung lebih banyak anak dan orang dewasa dalam pendidikan tanpa paksaan.

Ketika seorang anak memiliki keterampilan, ada baiknya orang tua mendampingi agar kemauan untuk belajar menjadi lebih banyak.

Beri penghargaan saat berhasil

Semua anak pasti akan merasa senang jika proses belajar yang dilakukannya dihargai. Ketika belajar, kesulitan pasti dialami namun jangan langsung memberikannya hukuman.

Orang tua juga dianjurkan untuk tidak memberikan tekanan, seperti memarahinya karena bisa membuat anak tidak ingin belajar.

Akan tetapi, ketika anak sudah berhasil melakukan pembelajaran dengan baik dan cepat maka dapat memberikannya imbalan. Imbalan bisa berbagai macam, seperti memberikannya pujian atau bahkan membelikan sesuatu yang disukai.

Cara ini dapat membuat anak merasa lebih bersemangat untuk belajar hal baru dan lebih menantang. Cobalah juga memberikannya motivasi untuk bisa melewati tantangan selanjutnya.

Dampingi anak saat gagal

Kecemasan, stres, dan tekanan dapat membuat kemampuan anak untuk belajar semakin menurun. Perlu diketahui juga, belajar membutuhkan lingkungan yang aman tanpa ancaman sehingga anak akan merasa nyaman. 

Anak-anak memiliki gaya belajar yang berbeda sehingga kemampuannya untuk menangkap pelajaran akan berbeda. Karena itu, ketika anak gagal dalam pembelajaran maka sebaiknya orang tua selalu mendampingi. 

Ketika anak memiliki seseorang yang selalu mendukung dan memotivasinya, maka biasanya kemauan belajar akan semakin meningkat. Pastikan untuk tidak memaksakan anak agar tidak mengalami stres atau depresi akibat tekanan yang diterima. 

Bagaimana jika anak menolak belajar?

Jika anak-anak tidak merespons cara pembelajaran dari orang tua, penting untuk mempertimbangkan hal yang mungkin menghalanginya. Terdapat beberapa faktor yang membuat anak menolak belajar, salah satunya adalah gangguan kecemasan.

Ketika hal ini terjadi, orang bisa memberikan motivasi lebih kepada anak dan hindari memaksa kehendak untuk berhasil. Didorong untuk mencapai tujuan dengan terpaksa dapat membuat anak merasa tidak mampu dan kesal.

Karena itu, saat anak mungkin merasa terlalu tertekan maka mengambil langkah mundur bukanlah hal yang salah.

Baca juga: Ragam Jenis Keju Rendah Lemak yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Informasi lainnya bisa ditanyakan langsung pada dokter terpercaya kami. Konsultasikan juga secara online melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Childmind.org, diakses 18 November 2020. When to Push Your Children
  2. Psychology Today (2017), diakses 18 November 2020. How Our Kids Learn Naturally
  3. Foundation for Economic Education (2018), diakses 18 November 2020. Do Children Need to Be Forced to Learn “the Basics”?
    Berita Terkait
    register-docotr