Info Parenting

Hal yang Perlu Diperhatikan agar Siap Mental dan Finansial Sebelum Memiliki Anak!

August 25, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Memiliki anak merupakan dambaan setiap pasangan suami istri setelah menikah. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan karena merawat dan membesarkan anak adalah tanggung jawab bersama.

Berbagai aspek harus dipahami sebelum memiliki anak agar siap secara mental dan finansial. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal yang perlu diketahui sebelum memiliki anak, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Hari Anak Nasional: Pentingnya Orang Tua Menjadi Role Model untuk Anak

Persiapan yang perlu diketahui sebelum memiliki anak

Persiapan sebelum memiliki anak harus benar-benar diketahui agar tidak memicu pertengkaran di kemudian hari. Perlu diketahui, pertengkaran bisa berdampak buruk bagi anak selama pertumbuhannya.

Karena itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memiliki anak, antara lain sebagai berikut:

Proses kehamilan dan persalinan

Sebelum memiliki anak, sebagai orang tua maka kamu harus mengetahui proses kehamilan dan persalinan. Terkadang, tanda atau gejala awal kehamilan dapat diketahui dengan mudah, seperti siklus menstruasi yang terlewat, mual atau muntah, perubahan suasana hati, serta kelelahan.

Selain itu, setelah usia kehamilan mencapai sembilan bulan maka persalinan perlu segera dilakukan. Dilansir dari Healthline, persalinan telah dimulai atau akan segera datang jika mengalami gejala, seperti peningkatan tekanan di rahim, perubahan tingkat energi, dan keluarnya lendir berdarah.

Persalinan bisa dilakukan secara normal atau Caesar, tergantung kondisi kesehatan masing-masing calon ibu dan harus didiskusikan bersama pasangan. Selain itu, kehadiran pasangan selama proses persalinan juga diperlukan agar fisik dan mental ibu semakin kuat.

Biaya persalinan

Melalui laman resmi bpjs-kesehatan.go.id, proses persalinan baik secara normal maupun dengan operasi tetap akan ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS.

Namun, untuk mendapatkan pelayanan tersebut, ibu hamil harus mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. 

Ibu hamil harus mengikuti prosedur berobat yang berlaku, yakni melalui sistem rujukan berjenjang. Sistem ini sendiri mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik yang wajib dilaksanakan peserta asuransi kesehatan sosial.

Akan tetapi, jika tidak memiliki BPJS persalinan normal atau pervaginam bisa dilakukan di bidan dan dokter dengan biaya yang beragam. Biasanya, biaya melahirkan normal dimulai dari Rp2.000.000 hingga lebih dari Rp15.000.000 tergantung masing-masing klinik atau rumah sakit.

Sementara itu, untuk persalinan Caesar akan lebih besar biayanya. Biaya operasi Caesar sangat bervariasi mulai dari Rp11.000.000 hingga lebih dari Rp50.000.0000 tergantung rumah sakit dan kelas ruang perawatannya.

Biaya kesehatan anak setelah lahir

Biaya kesehatan anak juga perlu diketahui, termasuk vaksinasi rutin yang harus dilakukan. Perlu diketahui, biaya vaksin atau imunisasi anak cukup mahal. Namun, kamu bisa mendapatkan imunisasi untuk bayi tanpa dipungut biaya karena beberapa di antaranya gratis.

Vaksin gratis ini disediakan oleh pemerintah dan bisa didapatkan di puskesmas dengan menggunakan BPJS.

Beberapa daftar imunisasi gratis tersebut, antara lain vaksin hepatitis B saat bayi lahir, vaksin BCG saat berumur 1 bulan, vaksin polio, vaksin DPT atau HB, dan vaksin MR untuk pengganti campak.

Jika melakukan vaksinasi mandiri, tentunya biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Namun, apabila fasilitas sudah disediakan oleh pemerintah dan cukup mudah dilakukan, maka tidak ada salahnya untuk mencoba.

Gizi anak selama periode emas

Saat hamil, kamu biasanya membutuhkan lebih banyak nutrisi dari sebelumnya. Karena itu, membuat pilihan makanan sehat setiap hari akan membantu memberi bayi apa yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya.

Beberapa nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, di antaranya asam folat, zat besi, kalsium, dan vitamin D. Jika anak sudah lahir atau selama tahun pertama kehidupannya, maka air susu ibu atau ASI menjadi sumber nutrisi penting yang harus diberikan.

Pada usia sekitar enam bulan, kebanyakan bayi sudah siap untuk memulai makanan padat, seperti sereal yang diperkaya dengan zat besi dan buah-buahan yang disaring, sayur, atau daging.

Untuk balita atau berumur lima tahun, anak membutuhkan nutrisi seperti kalsium dan serat selama masa pertumbuhannya.

Bisa meluangkan waktu dengan adil bersama anak

Sebelum berencana memiliki anak, pertimbangkan juga untuk bisa meluangkan waktu dengan adil, terutama jika kamu dan pasangan memiliki rutinitas bekerja. Memiliki waktu luang bersama bisa menciptakan bonding atau ikatan, di mana sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

Apabila kamu dan pasangan memiliki kesibukan, pastikan untuk membicarakan hal tersebut, seperti membuat jadwal bermain bersama anak secara bergantian.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan waktu libur dengan menonton acara televisi favorit atau rekreasi bersama anak.

Baca juga: Persalinan Bayi Prematur 7 Bulan: Penyebab dan Cara Perawatannya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 24 Agustus 2021. Labor and Delivery
  2. Mayo Clinic (2019), diakses 24 Agustus 2021. Symptoms of pregnancy: What happens first
  3. Webmd (2020), diakses 24 Agustus 2021. Vaccination Schedule
  4. Healthychildren.org (2020), diakses 24 Agustus 2021. Childhood Nutrition
  5. Medline Plus (2017), diakses 24 Agustus 2021. Pregnancy and Nutrition
  6. bpjs-kesehatan.go.id, diakses 24 Agustus 2021. BPJS Kesehatan
    register-docotr