Info Parenting

Moms, Yuk Cari Tahu Cara Bedong Bayi yang Benar dan Aman untuk Si Kecil

August 24, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Membedong bayi baru lahir adalah hal umum dilakukan di Indonesia. Membedong biasanya dilakukan pada bayi yang baru saja lahir. Namun, sudahkah Moms tahu cara bedong bayi yang baik dan benar?

Membedong bayi tidak boleh sembarangan, karena dapat berisiko bagi pertumbuhan bayi. Cara membedong bayi yang salah dapat menyebabkan displasia pinggul atau perkembangan tidak normal pinggul anak.

Cara bedong bayi yang aman untuk si kecil

Agar terhindar dari risiko berbahaya bagi bayi, Moms perlu memerhatikan cara membedong bayi yang tepat. Berikut langkah-langkahnya seperti dilansir dari situs Mayoclinic.org.

cara bedong bayi
Langkah-langkah membedong bayi. (Sumber: Mayoclinic.org)
  • Baringkan bayi di atas kain. Sejajarkan bahu bayi dengan batas kain bedong. Membedong hanya untuk badan bayi, jadi tidak perlu membedong hingga leher, atau bagian kepala, seperti pada gambar di atas.
  • Pastikan tangan bayi ada di samping badannya. Kemudian tarik salah satu sisi kain untuk menutup badan bayi dan selipkan kain bedong di bawah tubuh bayi di sisi lainnya.
  • Kemudian, lipat bagian bawah kain bedong ke arah kaki bayi. Pastikan jangan terlalu kencang, berikan ruang supaya kaki bayi tetap bisa bergerak.
  • Bagian terakhir, tarik satu sisi kain untuk menyelimuti seluruh badan bayi dan sisipkan sisa kain bedong di belakang badan bayi.

Risiko jika tidak membedong bayi dengan benar

Membedong bayi dilakukan untuk membuat bayi nyaman, jika tidak dilakukan dengan aman dan benar, justru dapat menimbulkan risiko. Misalkan, jika bedong bayi terlepas, ini bisa menutupi hidung dan mulut bayi dan meningkatkan resiko bayi mati lemas.

Selain itu, Moms perlu memastikan ada ruang pada bagian kaki bayi. Bedong perlu sedikit longgar di sekitar pinggul hingga ujung kaki. Moms juga sebaiknya tidak memaksakan meluruskan kaki bayi saat dibedong.

Saat berada di kandungan, kaki janin berada dalam posisi yang ditekuk. Jika saat baru lahir dipaksa untuk berada dalam posisi lurus dan dibedong dengan kencang, dapat mengganggu sendi dan merusak tulang rawan bayi.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko displasia pinggul atau masalah pada tulang pinggul bayi.

Apakah bayi baru lahir harus dibedong?

Dilansir dari Harvard Health Publishing, bayi tidak selalu harus dibedong. Jika bayi terlihat nyaman tanpa bedong, Moms tidak perlu repot-repot membedongnya.

Karena bedong dilakukan untuk membuat bayi nyaman. Bedong bayi membuat bayi merasa seperti berada di dalam kandungan ibu. Selain itu, membedong bayi juga dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat bedong bayi seperti:

Membantu bayi lebih nyaman

Salah satu manfaat bedong bayi adalah membuat perasaan nyaman seperti di kandungan ibu. Ini dapat membuat bayi tidur lebih nyenyak. Namun belum banyak penelitian ilmiah yang mendukung anggapan ini.

Mengurangi rasa terkejut

Bayi seringkali merasa terkejut saat bangun tidur. Ini membuat bayi reflek menggerakan tangan seperti menggapai. Manfaat bedong bayi lainnya adalah dianggap bisa mengurangi rasa terkejut tersebut. Dengan catatan, cara bedong bayi harus dilakukan dengan benar dan tidak terlalu kencang.

Selain cara bedong bayi, Moms perlu memerhatikan hal berikut

Selain memastikan sudah melakukan cara bedong bayi dengan benar dan aman, Moms juga perlu memerhatikan hal lainnya selama bayi dalam kondisi dibedong yakni:

Mengawasi saat bayi tidur

Ada yang mengaitkan membedong bayi dengan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Sindrom tersebut bisa terjadi tidak sengaja, karena bayi tertidur dalam posisi tengkurap atau tidur dalam posisi miring.

Karena itu saat bayi tidur dalam kondisi dibedong, Moms perlu terus mengawasinya, untuk memastikan atau menjaga posisi tetap terlentang, tidak berguling atau tengkurap.

Pastikan bayi tidak kepanasan

Jika bayi menunjukkan rasa tidak nyaman atau rewel, mungkin saja ia kepanasan karena bedongnya. Jangan gunakan kain bedong yang tebal, karena membedong bayi bertujuan membuat bayi nyaman, bukan membuatnya merasa hangat.

Kapan berhenti menggunakan bedong bayi?

Dilansir dari Pregnancy, Birth & Baby, sebaiknya berhenti membedong jika bayi sudah bisa berguling, tengkurap atau saat bayi sudah terlihat tidak nyaman dengan bedongnya.

Demikian penjelasan mengenai cara membedong bayi dengan aman dan juga benar. Jika memiliki pertanyaan lain seputar kesehatan bayi, Moms bisa langsung berkonsultasi dengan dokter ya.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic diakses 19 Agustus 2020 How to swaddle a baby
  2. Pregnancy, Birth & Baby diakses 19 Agustus 2020 Swaddling your baby 
  3. Harvard Health Publishing diakses 19 Agustus 2020 Should you swaddle your baby?
  4. Hipdysplasia.org diakses 19 Agustus 2020 Hip-Healthy Swaddling 
    Berita Terkait
    register-docotr