Info Parenting

Beri Kebebasan Anak Memilih Makanan saat Proses Menyapih, Apa itu BLW?

May 19, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

BLW adalah salah satu metode yang bisa dipilih untuk menyapih anak. BLW sendiri dipercaya dapat mengurangi tekanan pikiran atau stres pada Moms saat proses menyapih. Namun, tak sedikit orangtua yang ternyata masih bingung apa itu BLW sebenarnya.

Nah, untuk mengetahui apa itu BLW dan bagaimana cara melakukannya, simak ulasan lengkapnya berikut ini, yuk!

Apa itu BLW?

BLW adalah kependekan dari baby-led weaning, yaitu proses menyapih yang dilakukan secara mandiri oleh bayi. Menyapih adalah istilah yang mengacu pada pemberian makanan padat ke bayi dengan tujuan peralihan dari periode konsumsi air susu ibu (ASI).

Normalnya, proses menyapih dilakukan oleh orangtua. Namun, pola BLW memungkinkan bayi untuk melakukan hal itu secara mandiri.

Kapan bayi bisa menerapkan BLW?

Moms bisa menerapkan pola BLW pada bayi ketika si Kecil sudah diperbolehkan untuk makan makanan padat, yaitu usia enam bulan. Namun, ada baiknya tetap menunggu kesiapan dari bayi itu sendiri.

Dikutip dari Parents, Moms dapat mulai menerapkan BLW jika bayi sudah bisa duduk di kursi tanpa bantuan, leher yang sudah kuat, dan mampu memindahkan makanan ke bagian belakang mulutnya dengan gerakan rahang naik-turun.

Perhatikan juga apakah si Kecil sudah bisa mengunyah makanan. Pada beberapa kasus, keterampilan mengunyah bayi masih belum berkembang hingga usia sembilan bulan.

Manfaat BLW untuk bayi

BLW disebut-sebut dapat memberi banyak manfaat untuk bayi, mulai dari perilaku makan yang lebih baik hingga efek kesehatan jangka panjang. Berikut sejumlah nilai plus dari BLW yang perlu Moms ketahui:

  • Perilaku makan yang baik: BLW memungkinkan bayi memilih menu apa dan berapa banyak porsi yang dimakan, membuatnya menjadi aktif dalam berperilaku.
  • Kontrol berat badan yang baik: Dengan BLW, bayi diperbolehkan mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulut sesuai dengan keinginan tanpa pengaruh orangtua. Ini akan melatih kontrol bayi untuk berhenti makan saat merasa sudah kenyang.
  • Tidak rewel: Penelitian mengungkapkan bahwa BLW bisa mengurangi perilaku rewel akibat pemberian makanan yang itu-itu saja. Dengan BLW, si Kecil dapat memilih menu kesukaannya.
  • Mudah makan: Tak sedikit orangtua yang harus bekerja keras membujuk bayi agar mau makan. Dengan BLW, orangtua hanya perlu menawarkan beberapa opsi menu dan si Kecil akan lahap menyantap makanan favoritnya.

Pilihan menu pemula untuk BLW

Meski dilakukan secara mandiri oleh bayi, Moms tidak boleh lepas tangan sepenuhnya terkait pemilihan menu. Sajikan beberapa menu dengan ukuran dan tekstur yang mudah dimakan bayi, menghindarkan si Kecil dari risiko tersedak.

Berikut beberapa makanan pemula yang cocok untuk dijadikan menu BLW:

  • Alpukat
  • Pisang
  • Buncis atau kacang polong yang sudah dihaluskan
  • Jeruk tanpa kulit bagian dalam
  • Daging giling
  • Telur rebus
  • Ikan salmon
  • Kacang hijau rebus lunak
  • Wortel kukus
  • Brokoli kukus
  • Buah beri yang dicairkan atau sedikit dihaluskan
  • Yoghurt tanpa pemanis

Potong semua makanan di atas menjadi ukuran kecil-kecil yang mudah diambil dan dimasukkan ke dalam mulut bayi. Ingatlah bahwa sangat penting untuk memberikan makanan kaya nutrisi, terutama zat besi, demi mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Setelah menyiapkan menu, letakkan makanan itu sedikit di depan bayi, biarkan si Kecil mengambil dan memasukkannya sendiri ke dalam mulut.

Baca juga: Pilihan Finger Food untuk Bayi yang Menyehatkan, Moms Harus Tahu!

Makanan yang harus dihindari

Meski sudah diperkenankan mengonsumsi makanan padat, faktanya tidak semua menu bisa dihidangkan untuk bayi berusia di bawah satu tahun, lho. Berikut daftar makanan yang sebaiknya tidak dijadikan menu BLW:

  • Madu, berpotensi mengandung Clostridium botulinum, bakteri yang dapat memicu keracunan.
  • Telur setengah matang, bisa mengandung bakteri Salmonella pemicu tipes.
  • Produk susu dan daging yang tidak dipasteurisasi, dapat mengandung Listeria monogenes, bakteri yang bisa membuat si Kecil sakit.
  • Produk rendah lemak. Bayi membutuhkan kalori dari lemak yang jauh lebih tinggi ketimbang orang dewasa demi mendukung proses tumbuh kembangnya.
  • Makanan asin, manis, atau olahan, karena biasanya rendah nutrisi.

Hal yang harus diperhatikan

Tersedak atau choking adalah kondisi yang bisa menghambat jalan napas, dapat membahayakan nyawa. Untuk meminimalkan risiko terjadinya choking, Moms bisa menerapkan tips berikut:

  • Pastikan bayi duduk tegak saat makan
  • Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian saat makan
  • Biarkan bayi memasukkan makanannya sendiri ke dalam mulut, tapi perhatikan kecepatannya
  • Hindari memberikan makanan yang berbentuk bulat atau seperti koin, terlalu lengket, dan dapat dengan mudah pecah menjadi serpihan atau remah-remah.

Tidak hanya risiko tersedak, Moms juga perlu memantau apakah ada reaksi alergi yang muncul pada bayi dari makanan yang dikonsumsi. Makanan yang kerap menimbulkan reaksi alergi di antaranya adalah susu, telur, kacang tanah, dan produk laut.

Nah, itulah ulasan tentang apa itu BLW dan bagaimana menentukan menu yang cocok untuk bayi. Jadi, apakah Moms tertarik untuk menerapkan pola menyapih BLW kepada buah hati tercinta?

Konsultasikan masalah kesehatan anak dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr