Info Parenting

Setelah Imunisasi Kok si Kecil Demam? Jangan Khawatir Moms, Ini Sebab dan Cara Mengatasinya

January 8, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Salah satu hal menakutkan untuk Moms adalah anak demam setelah imunisasi. Karena itu, ada beberapa orang tua enggan untuk membawa anaknya melakukan imunisasi karena takut kondisi kesehatan justru memburuk.

Imunisasi dengan vaksin memang sangat diperlukan agar anak terhindar dari berbagai penyakit serius, seperti polio, campak, dan batuk rejan. Nah, terkadang obat-obatan ini dapat menimbulkan efek samping namun biasanya normal dan tidak berbahaya.

Baca juga: Perkembangan Bayi 10 Bulan: Mulai Belajar Merangkak dan Berdiri Sendiri

Mengapa anak demam setelah imunisasi?

Dilansir dari Webmd, demam setelah imunisasi termasuk reaksi umum karena obat-obatan akan memberitahu tubuh untuk membuat protein darah atau disebut dengan antibodi. Antibodi pada tubuh diperlukan untuk melawan penyakit atau mempertahankan tubuh dari berbagai jenis infeksi. 

Reaksi ringan berupa anak demam setelah imunisasi menunjukkan jika obat telah bekerja di dalam tubuh. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda bahwa tubuh sedang membuat antibodi baru untuk melawan berbagai penyakit.

Bahan dalam obat vaksin terdiri dari organisme, yakni virus atau bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi. Kemampuan dari organisme ini adalah mematikan penyakit yang diterimanya.

Ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, itu akan mengaktifkan sel-sel kekebalan dalam tubuh yang juga dianggap sebagai respons terhadap invasi oleh organisme. Karena itu, anak akan memiliki tanda-tanda inflamasi berupa gejala seperti demam.

Demam pada anak biasanya diartikan sebagai suhu di atas 37,5 derajat Celsius. Segera hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan jika anak mengalami tanda, seperti berikut:

  • Berusia di bawah 3 bulan dan memiliki suhu tubuh 38 derajat Celsius.
  • Berusia 3 sampai 6 bulan dan memiliki suhu 39 derajat Celsius atau lebih tinggi.
  • Usia di atas 6 bulan, ditandai dengan perasaan lemas dan mengantuk.

Biasanya, reaksi ini akan menghilang atau sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Nah, selain demam ada beberapa gejala lain yang mungkin akan dirasakan anak. Gejala-gejala setelah imunisasi, antara lain kemerahan di area pemberian imunisasi, sulit tidur, dan bengkak.

Meski jarang terjadi, beberapa anak juga akan mengalami muntah, hilangnya selera makan, dan mudah mengantuk.

Berbagai efek samping ini sangat normal terjadi dan bisa hilang tanpa perawatan oleh dokter. Namun, jika gejala semakin parah maka dilakukan pemeriksaan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Demam setelah imunisasi DPT

Pemberian vaksin influenza yang tidak aktif atau IIV, vaksin konjugasi pneumokokus 13 valen, dan difteri-tetanus-aseluler pertusis secara bersama-sama telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kejang demam.

Selain demam setelah imunisasi DPT, anak juga bisa mengalami nyeri, bengkak, hingga kemerahan di area tempat suntikan diberikan. Untuk nyeri dan demam, tanyakan pada dokter mengenai informasi pemberian dosis asetaminofen atau ibuprofen yang tepat.

Demam setelah imunisasi DPT biasanya dimulai dalam 12 jam pertama dan berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Untuk anak, demam akan berlangsung selama 24 hingga 48 jam.

Meskipun demam setelah imunisasi DPT bisa dirasakan, namun efek samping tersebut jarang sekali terjadi. Kebanyakan anak memiliki sedikit atau tanpa efek samping setelah mendapatkan vaksin atau imunisasi.

Umumnya demam setelah imunisasi berlangsung berapa hari?

Banyak yang masih mempertanyakan reaksi demam setelah imunisasi berlangsung berapa hari. Perlu diketahui vaksin MMR dapat menyebabkan reaksi setelahnya.

MMR sendiri terdiri dari tiga vaksin untuk campak, gondok, dan rubella. Masing-masing dapat menyebabkan reaksi pada waktu berbeda setelah penyuntikan, seperti:

  • Setelah enam hari sampai 10 hari, vaksin campak mulai bekerja dan dapat meyebabkan demam, ruam, dan kehilangan nafsu makan.
  • Setelah tiga hingga empat minggu, vaksin gondong dapat menyebabkan demam dan pembengkakan pada kelenjar.

Untuk pertanyaan mengenai demam setelah imunisasi berlangsung berapa hari, biasanya selama 2 hingga 3 hari. Kondisi ini normal terjadi dan tidak berbahaya sehingga pemberian asetaminofen dan ibuprofen bisa dilakukan.

Bagaimana cara mengatasi anak demam setelah imunisasi?

Meskipun anak demam setelah imunisasi atau pemberian vaksin adalah hal normal, tapi Moms perlu memastikan jika anak merasa lebih nyaman. Beberapa hal yang bisa dilakukan jika anak mengalami demam setelah imunisasi, antara lain:

Amati kondisi anak

Setelah anak imunisasi, pastikan untuk mengamati kondisi anak selama 3 sampai 4 jam. Biasanya, anak akan merasa tidak nyaman dan perlu didampingi orang tua agar keadaan membaik. Karena itu, jaga dan perhatikan kondisi anak hingga merasa nyaman dan lebih santai.

Jangan tutupi dengan selimut ketika anak demam setelah imunisasi

Hal utama yang harus diketahui jika anak mengalami demam adalah tidak melapisi pakaiannya atau menutupi dengan selimut. Pakaikan anak baju yang ringan dan nyaman, serta kompres dahi dengan menggunakan air hangat untuk mengurangi demam.

Beri banyak cairan

Demam biasanya membuat tubuh mengalami dehidrasi, terutama jika imunitas anak masih dalam kondisi berkembang. Cairan akan keluar dari tubuh melalui keringat dan urine sehingga membuat anak menjadi lemah. Karena itu, berikan banyak cairan agar anak tidak dehidrasi.

Konsumsi obat penurun panas

Jika bayi atau anak demam setelah imunisasi, Moms bisa memberikan obat penurun panas tubuh, seperti parasetamol atau ibuprofen. Dibandingkan parasetamol, ibuprofen memiliki lebih banyak efek samping sehingga perlu meminta saran lebih lanjut dari dokter ahli.

Jaga suhu kamar

Kondisi anak demam setelah imunisasi terkadang membuat tubuhnya terasa tidak nyaman sehingga cara paling tepat yang bisa dilakukan adalah menjaga suhu kamar.

Biarkan jendela terbuka agar udara segar bisa masuk. Pastikan suhu kamar tetap ideal, yakni 18 derajat Celcius atau 65 derajat Fahrenheit. Dalam kebanyakan kasus, demam setelah imunisasi akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatan dari dokter.

Bolehkah mandi jika anak demam setelah imunisasi?

Pertanyaan lain muncul mengenai bolehkah mandi jika anak demam setelah imunisasi.

Suranjit Chatterjee, seorang Konsultan Senior Penyakit Dalam di Rumah Sakit Indraprastha Apollo New Delhi mengatakan bahwa seseorang dapat mandi selama demam namun harus mengeringkan rambutnya dengan benar.

Membiarkan rambut basah setelah mandi selama masih demam dapat memperburuk situasi. Faktanya, saat mandi air dapat menbantu melepaskan panas dari dalam tubuh sehingga penurunan suhu yang tajam akan terlihat setelah mandi saat demam.

Jika pertanyaan mengenai bolehkah mandi jika anak demam setelah imunisasi sudah diketahui, maka terapi mandi demam juga perlu dipahami.

Mandi saat demam tidak hanya membuat rileks, namun juga membantu menurunkan suhu tubuh. Terdapat dua jenis mandi demam yang perlu diketahui, yakni sebagai berikut:

Mandi spons

Terapi mandi spons diperuntukkan untuk bayi dan anak kecil yang tidak bisa mandi sendiri. Untuk terapi satu ini, air pada suhu kamar mandi dapat digunakan untuk mandi spons.

Bak mandi

Mandi dengan pancuran atau air mengalir biasanya bisa membuat tubuh merasa kedinginan. Karena itu, terapi mandi dengan menggunakan bak bisa menjadi pilihan untuk mencegah rasa dingin.

Orang yang menderita demam biasa pasti bisa mandi, namun tidak semua jenis demam. Misalnya, jika seseorang menderita demam pascaoperasi tidak dianjurkan untuk mandi karena dapat memengaruhi luka atau jahitan.

Baca Juga: Jangan Diremehkan! Sejumlah Kondisi Ini Jadi Sebab Timbulnya Benjolan di Ketiak

Kapan waktu tepat untuk menghubungi dokter?

Imunisasi harus dihindari jika akan memiliki alergi terhadap obat vaksin tertentu. Biasanya, reaksi-reaksi ini terjadi segera setelah pemberian vaksin yakni beberapa menit atau jam.

Untuk itu, awasi terus anak terutama jika mulai tampak tidak biasa seperti perubahan hati atau perilaku, demam tinggi, atau terlihat lemah. 

Nah, selain itu Moms juga perlu memerhatikan beberapa tanda khusus termasuk jika muncul masalah pernapasan berupa mengi, suara serak, detak jantung cepat, hingga kejang. Segera hubungi dokter juga apabila anak menangis tidak terkendali selama 3 jam atau lebih.

Jika demam setelah imunisasi berlangsung berapa hari dan bolehkah mandi jika anak demam setelah imunisasi sudah diketahui, tidak perlu khawatir dengan kondisi anak tersebut.

Namun, apabila Moms merasakan ada yang salah dengan anak maka jangan ragu untuk segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Dokter biasanya akan berusaha mencari tahu penyebab anak demam setelah imunisasi tersebut agar penanganan tepat bisa dilakukan. Jangan ragu untuk menghubungi dokter dan tetaplah berusaha tenang hingga dokter menangani kondisi anak.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 25 Juni 2020. What to Expect After Your Child Gets Vaccines
  2. Babycentre.co.uk (2019), diakses 25 Juni 2020. Immunisations: what to expect on the day
  3. Parenting.firstcry.com (2018), diakses 25 Juni 2020. Fever After Vaccination in Babies
  4. NCBI (2020), diakses 7 Januari 2021. Fever After Influenza, Diphtheria-Tetanus-Acellular Pertussis, and Pneumococcal Vaccinations
  5. Kidshealth.org (2020), diakses 7 Januari 2021. Your Child’s Immunizations: Diphtheria, Tetanus & Pertussis Vaccine (DTaP)
  6. Seattlechildrens.org (2021), diakses 7 Januari 2021. Immunization Reactions
  7. Times of India (2018), diakses 7 Januari 2021. Is it ok to take a bath when you are down with fever?
  8. Calpol.co.uk, diakses 7 Januari 2021. Post-immunisation fever in Children
    Berita Terkait
    register-docotr