Info Parenting

8 Tips Jitu Menenangkan Anak Ketika Imunisasi, Intip Moms!

December 21, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Moms, menenangkan anak selama diimunisasi memang bukanlah hal mudah. Namun Moms tak perlu khawatir, karena ada beberapa tips yang bisa Moms lakukan agar anak tetap tenang selama diimunisasi.

Tips menenangkan anak saat imunisasi

Imunisasi adalah hal wajib yang harus dilakukan orang tua sebagai langkah untuk menjaga kesehatan anak. Akan tetapi, ini juga bisa menjadi momen menantang bagi orangtua. Sebab, tak jarang anak takut untuk melakukan imunisasi.

Ketika anak takut melakukan imunisasi, ia mungkin saja akan menangis dan sebisa mungkin menghindari imunisasi, yang mana dapat membuat Moms kewalahan.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menenangkan si Kecil ketika diimunisasi.  

1. Memeluk si Kecil

Moms, langkah pertama yang mudah dilakukan agar si Kecil tetap tenang ketika diberi imunisasi adalah dengan memeluknya. Pilihan paling ideal adalah dengan menggendong si Kecil di pangkuan Moms.

Setelah dokter atau perawat memberikan suntikan kepada anak, Moms dapat mengayunkan si Kecil secara perlahan untuk menenangkannya.

2. Menyusui

Memberikan botol susu atau ASI pada bayi adalah cara terbaik untuk mengurangi rasa nyeri akibat suntikan.

Menurut Wendy Sue Swanson, M.D, seorang dokter anak di Seattle Children’s Hospital, seringkali bayi menjadi tenang dengan cepat ketika mereka diberi susu, sehingga mereka dapat berhenti menangis sebelum meninggalkan ruang pemeriksaan.

Baca juga: 8 Tips Merawat Diri saat Menyusui

3. Alihkan perhatian anak

Mengalihkan perhatian anak juga merupakan hal penting untuk menenangkan si Kecil ketika diimunisasi. Moms, dapat membawa barang favorit anak yang bisa membuatnya nyaman, seperti mainan atau buku favorit.

Hal tesebut dilakukan agar anak bisa fokus terhadap sesuatu yang ia sukai. Untuk mengalihkan perhatian pada bayi dan balita, Moms bisa bernyanyi, bercerita, atau bermain bersama si Kecil dengan mainan favoritnya.

Sedangkan pada anak yang lebih besar, Moms bisa mengalihkan perhatiannya dengan bercerita atau mendengarkan musik. Sebisa mungkin, alihkan perhatian anak setelah vaksin selesai diberikan.

4. Jujur kepada anak

Imunisasi tidak hanya terbatas pada bayi saja, melainkan juga pada anak yang lebih besar. Pada anak yang lebih besar, sebaiknya berkatalah jujur.

Alih-alih mengatakan bahwa disuntik tidak akan menyebabkan rasa sakit sama sekali, sebaiknya berikanlah penjelasan bahwa rasa sakit yang ditimbulkan akan berlangsung sebentar dan imunisasi memberikan banyak manfaat.

Sebab, jika Moms berkata bohong, anak tidak mempercayai apa yang Moms katakan.

5. Bersikap tetap tenang

Moms, ketika si Kecil akan melakukan imunisasi, sangat wajar jika Moms merasa cemas. Namun, sebisa mungkin bersikaplah untuk tenang. Sebab, jika Moms cemas, anak juga bisa menyadari hal tersebut sehingga dapat membuat mereka khawatir.

Baca juga: Jadwal Imunisasi Anak Terbaru yang Wajib Diketahui, Moms!

6. Pastikan Moms tersenyum pada si Kecil

Langkah selanjutnya yang harus Moms lakukan adalah memberikan senyuman kepada si Kecil. Sebab, anak-anak dapat mengambil isyarat dari orang tua.

“Perilaku orang tua selama vaksinisasi telah terbukti berulang kali menjadi faktor kunci dalam menentukan jumlah rasa sakit dan kecemasan yang akan dialami oleh seorang anak” kata Lindsay Uman, PhD, seorang psikolog klinis di IWK Health Centre, Halifax, Kanada.

Lebih lanjut, uman juga mengatakan bahwa banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ketika orang tua mengatakan “tidak apa-apa” atau “jangan khawatir”, ini dapat meningkatkan kekhawatiran anak. Seperti dilansir dari Webmd.

7. Memantau reaksi setelah vaksinisasi

Melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setelah diberikan suntikan, anak mungkin akan mengalami reaksi ringan, seperti nyeri, pembengkakan pada area yang disuntik, atau demam. Ini merupakan reaksi umum dan akan segera hilang.

Efek samping serius dari pemberian vaksin sangat jarang terjadi. Akan tetapi, jika Moms khawatir terhadap reaksi yang ditimbulkan, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter.

Sedangkan pada bayi, reaksi dapat berupa kemerahan pada area yang disuntik, demam ringan, rewel, atau sedikit kehilangan napsu makan. Jika bayi menangis terus-menerus selama lebih dari 3 jam atau mengalami demam tinggi, sebaiknya segeralah hubungi dokter.

8. Berikan anak penghargaan

Moms, bagi seorang anak disuntik bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu, Moms dapat memberikan pujian kepada si Kecil, karena ia telah berhasil melewati itu semua.

Sebagai contoh, Moms bisa memberikan makanan atau minuman favorit si Kecil, atau mengajak anak ke taman bermain dalam perjalanan pulang.

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan anak? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantu Moms dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2020). Diakses pada 18 Desember 2020. 9 Things You Can Do for You and Your Baby 

Everyday Health (2018). Diakses pada 18 Desember 2020. 10 Ways to Ease Your Baby’s Vaccination Pain 

Parents (2015). Diakses pada 18 Desember 2020. Baby Vaccination: What to Expect and How to Soothe the Pain 

Webmd (2016). Diakses pada 18 Desember 2020. Make Shots Less Painful for Your Baby 

Webmd (2014). Diakses pada 18 Desember 2020. Helping Kids Who Fear Vaccines 

    register-docotr