Gizi Anak

Moms, Pahami Penggunaan Susu Formula Bayi Berdasarkan Bahan Dasarnya

June 18, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penggunaan susu formula untuk bayi perlu pemilihan tepat karena berpengaruh pada kesehatannya. Ya, susu formula diharapkan bisa memberikan bayi nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya.

Memilih susu dengan kandungan nutrisi lengkap sangat disarankan sehingga terkadang banyak orang tua yang berhati-hati ketika akan memberikannya pada bayi.

Baca juga: Ditakutkan Wanita, Pahami Gejala dan Penyebab Hamil di Luar Kandungan

Bagaimana cara memilih susu formula yang tepat?

Dilansir Webmd, menyusui merupakan salah satu hal terbaik karena ibu memberikan nutrisi yang tepat. Namun, jika bayi sudah masuk ke usia yang mengharuskannya berhenti menyusui maka perlu diganti dengan susu formula.

Beberapa kondisi medis juga sering menyebabkan ibu tidak memberikan ASI, sehingga pemberian susu formula bisa dilakukan atas anjuran dokter.

Meski susu formula tidak mengandung semua yang ditemukan dalam ASI, namun mengandung banyak vitamin dan nutrisi lain.

Nah, Moms bisa memilih susu formula yang cocok untuk bayi dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan nutrisi di dalamnya. Berikut beberapa pilihan susu formula yang bisa dipilih sesuai kebutuhan:

Susu formula berbahan dasar susu sapi

Sebagian besar formula untuk bayi didasarkan pada susu sapi yang telah dimodifikasi. Susu formula mengandung protein yang dapat dipecah menjadi dadih atau kasein dan whey.

Biasanya, kasein berbentuk kental sementara whey encer dan memiliki rasio yang berbeda-beda sesuai dengan jenis susu formulanya.

Susu formula tahap satu umumnya memiliki rasio kasein banding whey yakni 40:60. Nah, usus ini dianggap paling cocok untuk bayi sejak lahir hingga sekitar satu tahun karena lebih mudah dicerna.

Sementara untuk susu yang terdiri dari rasio kasein banding whey sebesar 80:20 diklaim lebih lama untuk dicerna. Hal inilah yang membuat bayi menjadi kenyang untuk waktu yang lebih lama. 

Susu formula dengan protein terhidrolisis

Terdapat dua versi susu terhidrolisis yang bisa diberikan pada bayi, yakni formula sepenuhnya terhidrolisi dan formula terhidrolisis sebagian. Susu formula ini dirancang khusus untuk bayi dengan alergi atau intoleransi terhadap susu sapi.

Susu jenis ini juga tidak cocok untuk bayi dengan alergi parah atau anafilaksis terhadap susu sapi dan harus digunakan hanya di bawah pengawasan. Formula yang sepenuhnya terhidrolisis didasarkan pada susu sapi sehingga memiliki nilai gizi yang sama.

Namun, protein dalam susu yang dihidrolisis dipecah sehingga bayi cenderung bereaksi terhadapnya. Susu ini umumnya juga bebas laktosa, karena itu bayi yang tidak toleran terhadap susu sapi bisa mencernanya dengan mudah.

Susu formula dari kedelai

Susu formula yang berbasis kedelai cocok diberikan pada bayi dengan usia 6 bulan namun tetap dalam pengawasan medis. Formula ini terbuat dari kedelai yang biasa dijadikan sebagai alternatif untuk bayi dengan alergi susu sapi.

Ada beberapa kekhawatiran tentang fakta bahwa kedelai mengandung fitoestrogen. Struktur kimia fitoestrogen mirip dengan hormon estrogen wanita sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan reproduksi bayi.

Formula kedelai juga mengandung glukosa yang cenderung membahayakan gigi bayi. Karena itu, susu formula dengan basis kedelai hanya direkomendasikan pada bayi yang telah mendapatkan resep dari dokter. 

Susu formula khusus

Saat ini, sudah terdapat susu formula khusus yang diklaim dapat membantu mencegah bayi untuk terserang alergi atau refluks.

Biasanya, susu ini mengandung pengental berbasis sereal dan hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis.

Baca juga: Memantau Perkembangan Janin dalam Kandungan Berdasarkan Trimester

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan susu formula

Seperti halnya ketika menyiapkan makanan, Moms perlu cuci tangan terlebih dahulu agar susu bayi terbebas dari kuman dan bakteri. Gunakan juga air minum bersih untuk membuat susu atau dengan air rebusan yang sudah didinginkan.

Hindari juga menghangatkan formula dengan microwave karena panas tidak akan merata ke semua bagian. Untuk itu, Moms disarankan untuk menghangatkan formula dengan meletakkan botol dalam wadah yang telah diisi air hangat selama beberapa menit. 

Jika bayi sering muntah atau diare dan tidak mendapatkan berat badan yang baik setelah penggunaan susu formula, maka hentikan pemberiannya dan konsultasikan dengan dokter. Segera tanyakan pada dokter mengenai susu yang aman agar bisa beralih ke produk lainnya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 15 Juni 2020. Tips to Choose Baby Formula
  2. Babycenter.com (2020), diakses 15 Juni 2020. How to choose the best formula for your baby
    register-docotr