Kesehatan Wanita

Sering Sakit Pinggang Pertanda Gangguan Reproduksi? Ini Penjelasannya!

December 21, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Nyeri pinggang pada wanita bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab terjadinya keluhan ini, sering kali dikaitkan dengan gangguan reproduksi.

Akan tetapi masih ada banyak penyebab potensial lain yang juga penting untuk diketahui. Dalam artikel ini, kamu akan melihat lebih dekat mengenai kemungkinan penyebab nyeri pinggang pada wanita.

Baca juga: KB untuk Ibu Menyusui yang Aman Apa Ya? Yuk Moms Simak 7 Pilihan Berikut

Kaitan antara gangguan reproduksi dan sakit pinggang

Penelitian menunjukkan bahwa 60 hingga 80 persen orang mengalami nyeri punggung bawah selama hidup mereka. Apabila dilihat dari sisi kelompok umur, hampir sebagian besar hal ini terjadi pada wanita.

Salah satu faktor penyebabnya banyak datang dari gangguan sistem reproduksi.

Hal ini terjadi karena pada wanita, ada berbagai organ reproduksi yang terletak di area panggul sehingga dapat menyebabkan nyeri punggung kanan bawah.

Berbagai gangguan reproduksi wanita penyebab sakit pinggang

Nyeri punggung bagian bawah pada wanita dapat berasal dari gangguan pada anatomi reproduksi wanita berikut ini.

Sindrom pramenstruasi (PMS)

PMS adalah kondisi yang dialami banyak wanita sebelum menstruasi. Ini memiliki banyak gejala potensial, yang secara umum bisa meliputi gangguan fisik seperti sakit pinggang.

PMS biasanya dimulai beberapa hari sebelum menstruasi, dan berakhir dalam satu atau dua hari setelah menstruasi kamu dimulai.

Gangguan dysmorphic pramenstruasi (PMDD)

PMDD adalah bentuk PMS yang lebih parah, di mana gejalanya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa penderitanya bahkan mungkin mengalami kesulitan bergerak saat memiliki gangguan ini.

Sama halnya dengan PMS, PMDD juga ditandai dengan gejala fisik seperti sakit pinggang yang dimulai sekitar seminggu sebelum haid, dan berakhir beberapa hari setelah haid.

Endometriosis

Endometriosis adalah kelainan pada sistem reproduksi wanita yang menyebabkan jaringan rahim tumbuh di luar rahim.

Ini merupakan kondisi yang dapat menyebabkan nyeri tajam dan sporadis di area panggul sampai menjalar ke punggung kanan bagian bawah. Beberapa gejala khasnya antara lain adalah:

  1. Siklus menstruasi yang menyakitkan dengan nyeri panggul dan perut bagian bawah yang parah
  2. Nyeri di daerah genital, dan
  3. Nyeri punggung bawah, terutama saat haid.

Fibroid

Fibroid, atau massa jaringan yang tumbuh di dalam dan di sekitar rahim, juga dapat menyebabkan nyeri punggung kanan bawah.

Selain itu kondisi ini juga tidak menutup kemungkinan disertai oleh gejala lain seperti menstruasi yang tidak normal, sering buang air kecil, dan / atau nyeri saat berhubungan.

Dismenore

Sebagian wanita ada yang mengalami menstruasi dengan tingkat rasa sakit yang sangat tinggi. Kondisi ini dikenal dengan istilah dismenore.

Meskipun biasanya masih bisa diatasi, namun ada kalanya gejalanya menjadi sangat parah pada beberapa orang yang memiliki beberapa kriteria berikut:

  1. Berusia di bawah 20 tahun
  2. Seorang perokok
  3. Terbiasa mengeluarkan darah dalam jumlah banyak saat haid
  4. Memiliki riwayat keluarga tentang menstruasi yang menyakitkan
  5. Didiagnosis mengalami endometriosis, fibroid di rahim, atau penyakit radang panggul.

Nyeri akibat dismenore biasanya dirasakan di perut bagian bawah, punggung bawah, pinggul, dan kaki. Biasanya ini berlangsung selama 1 hingga 3 hari, di mana rasa sakitnya bisa menimbulkan sensasi pegal atau nyeri yang menusuk.

Baca juga: 5 Tanda Masa Subur pada Tubuh Wanita dan Siap untuk Hamil

Penyebab lain sakit pinggang

Selain gangguan reproduksi, beberapa hal berikut juga bisa menjadi faktor penyebab sakit pinggang pada wanita.

Kehamilan

Dilansir NCBI, nyeri pinggang akibat kehamilan adalah keluhan umum yang terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini umumnya muncul di area bawah pinggang dan di sekitar tulang ekor.

Sakit pinggang ketika hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari berat badan yang bertambah, sampai produksi hormon tertentu yang bertujuan mengendurkan ligamen sebagai persiapan kelahiran.

Umumnya, kondisi ini terjadi antara bulan kelima dan ketujuh kehamilan, namun pada beberapa kasus ada juga yang terjadi sejak awal-awal kehamilan.

Infeksi saluran kencing

Infeksi yang menyerang bagian mana pun dari saluran kemih, termasuk ginjal, kandung kemih, dan uretra juga dapat menyebabkan wanita mengalami sakit pinggang.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Pregnancy-related low back pain, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3306025/ diakses pada 17 Desember 2020

Causes and Symptoms of Chronic Pelvic Pain, https://www.webmd.com/women/guide/causes-symptoms-chronic-pelvic-pain#1 diakses pada 17 Desember 2020

What Can Cause Lower Back Pain in Women? https://www.healthline.com/health/lower-back-pain-causes-female#pregnancy diakses pada 17 Desember 2020

7 Back Pain Conditions That Mainly Affect Women https://www.spine-health.com/blog/7-back-pain-conditions-mainly-affect-women diakses pada 17 Desember 2020

https://www.spineuniverse.com/conditions/back-pain/low-back-pain/lower-back-pain-causes-female pada 17 Desember 2020

 

    register-docotr