Kesehatan Wanita

Kerap Alami Keputihan Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

January 25, 2021 | Anisya Fitrianti
no-image

Keputihan merupakan hal wajar dialami setiap wanita, yang umumnya terjadi saat masa ovulasi, menyusui atau ketika terangsang secara seksual. Lalu sebenarnya apa yang menjadi penyebab keputihan gatal?

Meski sebenarnya wajar, namun ada beberapa kondisi keputihan tak normal yang bisa terjadi dan menimbulkan ketidaknyamanan. Berikut penjelasan selengkapnya!

Keputihan dan vagina gatal

Keputihan sendiri mengacu pada sekresi yang keluar dari vagina. Keputihan biasanya muncul dalam bentuk:

  • Tebal, pucat, atau tipis
  • Jernih, keruh, berdarah, putih, kuning, atau hijau
  • Tidak berbau atau berbau tidak sedap

Gatal pada kulit vagina dan area sekitarnya (vulva) dapat muncul bersamaan dengan keputihan. Itu juga bisa terjadi dengan sendirinya.

Baca Juga : Tak Selalu Buruk, Ini Ciri-ciri Keputihan Normal yang Tak Perlu Dikhawatirkan!

Keputihan gatal dan bau

Keputihan yang gatal dan bau boleh dibilang sebagai keputihan abnormal. Keputihan yang tidak normal berarti warna tidak normal (coklat, hijau), dan bau.

Berbagai jenis infeksi dapat menyebabkan gatal-gatal atau keluarnya cairan abnormal di vagina. 

Penyebab keputihan gatal dan bau biasanya terkait dengan iritasi. Di antaranya:

  • Infeksi yang menyebar selama kontak seksual. Ini termasuk klamidia, gonore (GC), dan trikomoniasis.
  • Infeksi jamur vagina, yang disebabkan oleh jamur.
  • Bakteri normal yang hidup di vagina tumbuh berlebih dan menyebabkan keluarnya cairan berwarna abu-abu dan bau amis. Ini disebut vaginosis bakterialis (BV), namun tidak menyebar melalui kontak seksual.

Penyebab keputihan gatal pada vagina

Keputihan yang normal biasanya ditandai dengan warna yang agak transparan atau putih susu.

Selain itu, keputihan yang normal juga tidak akan disertai rasa gatal ataupun bau yang menyengat. Berikut penyebab keputihan gatal pada vagina:

1. Infeksi jamur pada vagina

Penyebab keputihan gatal yang sering terjadi adalah karena adanya infeksi jamur. Infeksi jamur pada vagina dapat menimbulkan iritasi, sensasi terbakar dan keputihan yang disertai gatal pada vagina.

Gangguan ini cukup umum dialami sebagian besar wanita dan tidak menular. Namun infeksi jamur dapat meningkat ketika terjadi kontak antara mulut dengan kelamin (oral genital sex).

Infeksi jamur dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Stres
  • Kehamilan
  • Konsumsi pil KB
  • Konsumsi antibiotik 
  • Diabetes yang tidak terkontrol 
  • Sistem kekebalan tubuh terganggu

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis juga bisa menjadi penyebab keputihan gatal. Kondisi ini terjadi ketika vagina terinfeksi protozoa atau organisme bersel tunggal lainnya. 

Infeksi ini biasanya menyebar melalui kontak seksual, tetapi dapat juga ditularkan ketika berbagi barang-barang pribadi seperti handuk atau pakaian renang.

Tidak hanya gatal, biasanya keputihan akibat trikomoniasis juga muncul dengan warna kuning atau hijau, serta memiliki bau yang menyengat. Beberapa wanita juga mengeluhkan rasa sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seksual. 

Trikomoniasis berisiko tinggi terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat seperti berikut:

  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Pernah terinfeksi trikomoniasis sebelumnya
  • Melakukan seks tanpa kondom
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual lainnya

3. Bacterial vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis merupakan infeksi pada vagina yang terjadi ketika adanya ketidakseimbangan bakteri dalam vagina. Kondisi ini juga umum ditemui sebagai penyebab keputihan gatal pada wanita.

Selain gatal, keputihan juga akan meningkat jumlahnya serta memiliki bau yang kuat. 

Belum diketahui secara pasti penyebab dari BV, tetapi kamu berisiko mengalami BV bila:

  • Aktif secara seksual 
  • Merokok 
  • Pengguna produk wewangian untuk vagina
  • Sering berganti pasangan
  • Menggunakan alat kontrasepsi jenis IUD
  • Menggunakan douche (alat pembersih vagina)

4. Penyakit radang panggul

Penyebab keputihan gatal lainnya adalah penyakit radang panggul. Penyakit ini terjadi ketika ada infeksi pada organ reproduksi wanita akibat bakteri yang menyebar dari kontak seksual.

Penyakit radang panggul juga bisa terjadi akibat infeksi menular seksual yang tidak kunjung diobati. Selain gatal, keputihan pada penyakit radang panggul juga bisa disertai bau pekat tidak sedap. 

Penyakit radang panggul lebih berisiko menyerang beberapa kelompok orang dengan kondisi berikut:

  • Aktif secara seksual
  • Mengalami infeksi menular seksual dan tidak dirawat
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seks
  • Pernah mengalami radang panggul sebelumnya
  • Menggunakan alat kontrasepsi jenis IUD
  • Tidak menggunakan kondom 

5. Gonore dan klamidia

Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual yang juga dapat menjadi penyebab keputihan gatal. Keputihan akibat gonore dan klamidia juga sering timbul dengan warna hijau, kuning atau keabu-abuan dalam jumlah banyak.

Kedua penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebar melalui hubungan seksual. 

Penyakit ini juga rentan dialami oleh orang yang tidak memperhatikan keamanan saat melakukan hubungan seksual. Terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seks. 

Baca juga: Ladies, Ini Lho 5 Ciri-Ciri Vagina Sehat yang Wajib Kamu Ketahui

Keputihan dan vagina gatal saat hamil

Kehamilan menjadi salah satu faktor meningkatnya volume keputihan. Hal ini juga membuat ibu hamil lebih berpotensi mengalami keputihan gatal.

Keputihan gatal saat hamil sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Ada yang berkaitan dengan perubahan yang dialami tubuh, ada juga penyebab lain yang sama sekali tak berhubungan dengan kehamilan.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab keputihan dan vagina gatal saat hamil:

1. Vaginal thrush

Sebagian besar wanita mengalami serangan infeksi jamur yang dikenal sebagai vaginal thrush. Vaginal thrush adalah infeksi yang dapat menyebabkan keputihan yang tidak biasa.

Kondisi vaginal thrush ini dapat menyebabkan:

  • Gatal, iritasi dan pembengkakan pada vagina serta daerah sekitarnya
  • peningkatan keputihan yang biasanya berwarna putih (seperti keju cottage), dan biasanya tidak berbau

Kamu lebih berisiko terserang vaginal thrush saat hamil akibat perubahan tingkat hormon wanita, seperti estrogen.

2. Bacterial vaginosis

Bacterial vaginosis atau BV adalah kondisi yang terjadi saat keseimbangan antara bakteri baik dan jahat di vagina berubah.

Infeksi vagina yang umum ini biasanya terjadi pada wanita yang aktif secara seksual, apakah mereka sedang hamil atau tidak. 

Berikut beberapa gejala dari BV:

  • Keputihan berwarna keabu-abuan
  • Gatal
  • Sensasi rasa terbakar
  • Kemerahan
  • Bau seperti ikan, terutama setelah hubungan seksual

3. Infeksi jamur

Perubahan hormonal yang terkait dengan kehamilan dapat mengganggu keseimbangan pH vagina, dan menyebabkan jamur berkembang biak. 

Infeksi jamur sangat sering terjadi pada ibu hamil dan menjadi penyebab keputihan gatal. Berikut beberapa gejala infeksi jamur yang harus kamu waspadai:

  • Vagina gatal
  • Rasa terbakar
  • Keputihan kental dengan tekstur seperti keju cottage 

4. Sensitif terhadap produk tertentu

Selama kehamilan, vagina menjadi penuh dengan darah, dan kulit mungkin terasa meregang dan lebih sensitif dari biasanya.

Produk yang biasa kamu gunakan dengan nyaman sebelum hamil sekarang dapat mengiritasi kulit dengan mudah sehingga menyebabkannya gatal dan memerah.

Beberapa produk tersebut adalah:

  • Deterjen
  • Busa sabun
  • Sabun mandi

5. Infeksi menular seksual (IMS)

Vagina gatal bisa menjadi tanda awal dari adanya infeksi menular seksual seperti herpes genital, HPV, dan trikomoniasis.

Kamu bisa hamil saat kamu menderita IMS atau mendapatkannya selama kehamilan. Karena IMS mungkin tidak menunjukkan gejala, untuk itu, penting untuk memberi tahu dokter jika kau merasa mungkin tertular.

Baca Juga : Jangan Khawatir Moms! Ini dia Penyebab Keputihan saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Cara mengatasi keputihan gatal pada vagina

Keputihan gatal tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengatasi keputihan gatal, kamu bisa coba melakukan beberapa cara ini: 

  • Selalu menjaga kebersihan vagina
  • Memilih celana dalam berbahan katun yang membuat kulit bernapas dengan baik
  • Menghindari penggunaan sabun atau pewangi pada vagina
  • Selalu menggunakan kondom ketika berhubungan seks 
  • Konsumsi yogurt yang mengandung probiotik 
  • Menggunakan obat keputihan gatal sesuai resep dokter 

Obat keputihan

Pada umumnya, keputihan adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun saat keputihan menunjukkan tanda abnormal seperti gatal, berbau, tekstur berubah, atau volumenya meningkat, maka kamu perlu waspada dan menggunakan beberapa obat di bawah ini:

1. Antibiotik

Keputihan yang gatal umumnya disebabkan oleh infeksi jamur. Infeksi diobati dengan antibiotik. Seringkali satu dosis antibiotik oral sudah cukup.

Pilihan lainnya adalah menggunakan antibiotik dalam bentuk krim atau gel vagina, terutama jika kamu memiliki efek samping yang signifikan saat mengonsumsi antibiotik oral. Selain itu, krim vagina bisa lebih menenangkan untuk lapisan vagina yang meradang dan sakit.

Jika kamu didiagnosis dengan bacterial vaginosis atau trikomoniasis, dokter akan meresepkan antibiotik. Jika dokter mencurigai kamu mengidap penyakit menular seksual berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik, kamu mungkin diberi antibiotik melalui suntikan.

2. Krim anti jamur

Jika kamu mengalami infeksi jamur berulang dan mengenali gejalanya, kamu dapat menggunakan krim antijamur yang dijual bebas tanpa resep.

Jika gejala tidak membaik, temui dokter untuk pemeriksaan guna memastikan diagnosis dan mengubah pengobatan.

3. Estrogen

Vaginitis atrofi dapat berkembang dengan perubahan hormonal, paling sering selama atau setelah menopause. Perawatan yang paling efektif adalah estrogen.

Menggunakan krim atau cincin tablet estrogen vagina adalah cara teraman dibandingkan dengan mengonsumsi estrogen melalui mulut atau penutup kulit.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr