Kesehatan Wanita

Operasi Bibir Vagina Labiaplasty, Adakah Efek Samping yang Mungkin Terjadi?

August 8, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
no-image

Sekarang ini, tak sedikit wanita yang melakukan operasi peremajaan vagina, salah satunya dengan labiaplasty. Perlu diketahui bahwa biasanya prosedur operasi ini harus jelas alasan medisnya untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Pemeriksaan rutin harus dilakukan sebelum operasi dilakukan bersama dokter ahli. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut yuk simak penjelasan mengenai operasi vagina labiaplasty berikut!

Baca juga: Obat Gatal Alergi, Mulai dari Resep Apotek Hingga Bahan Alami!

Apa alasan seorang wanita melakukan labiaplasty?

Seperti namanya, labiaplasty merupakan prosedur operasi yang melibatkan labia minora atau bibir vagina bagian dalam dan labia majora atau bibir vagina bagian luar.

Beberapa prosedur labiaplasty dilakukan untuk mengubah ukuran atau bentuk labia untuk membuatnya lebih kecil atau mengoreksi asimetri.

Terkadang, seorang wanita melakukan operasi labia untuk memenuhi syarat tampilan yang normal. Pada beberapa orang, labia bagian dalam lebih panjang dari bagian luar atau sebaliknya. Selain itu, tak jarang labia juga terlihat tidak simetris sehingga klitoris menjadi terlihat. 

Dilansir Healthline, sebenarnya labiaplasty tidak terlalu diperlukan karena cukup banyak risiko yang mungkin terjadi. Namun, banyak yang memilih melakukan labiaplasty dengan alasan prosedur kosmetik.

Namun, dalam beberapa kondisi labiaplasty cukup dibutuhkan terutama jika bentuknya abnormal. Labia yang abnormal bisa menyebabkan radang kulit vulva ketika mengenakan pakaian dalam, berjalan, bersepeda, bahkan duduk.

Bagaimana prosedur dilakukannya operasi labiaplasty?

Operasi ini dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik bedah, tergantung pada situasi spesifik dari pasien. Nah, beberapa teknik bedah yang dilakukan dokter untuk memperbaiki bentuk labia, antara lain:

Prosedur trim

Trim merupakan salah satu teknik asli dan paling alami untuk memperbaiki bentuk labia. Ahli bedah biasanya akan melakukan teknik bedah satu ini karena hasilnya yang dianggap baik.

Dalam prosedur ini, bagian berlebih dari labia minora akan dikeluarkan dan dijahit sehingga terlihat lebih simetris dengan labia majora.

Prosedur wedge

Dalam prosedur ini, irisan ketebalan akan sebagian dihapus dari bagian paling tebal labia minora. Submukosa atau jaringan lapisan di bawah selaput lendir harus dibiarkan utuh dengan hanya menghilangkan sebagian ketebalannya.

Prosedur ini akan memberikan vagina tampilan alami setelah operasi dan menjaga tepi tidak keriput.

Ada beberapa teknik lain untuk mengurangi labia minora dan semua prosedur ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika mempertimbangkan untuk melakukan labiaplasty, pastikan untuk pergi ke dokter bedah plastik yang telah ahli dan bersertifikat.

Perawatan yang harus dilakukan pascaoperasi

Labiaplasty merupakan operasi rawat jalan yang dapat dilakukan hanya dalam waktu satu jam. Biasanya, dokter akan memberikan anestesi lokal atau umum tergantung pada rencana perawatan.

Perlu diketahui, daerah genital wanita masih sangat sensitif sehingga membutuhkan perawatan yang tepat secara umum.

Jadi, ketika melakukan prosedur seperti labiaplasty maka akan ada beberapa instruksi pascaoperasi yang perlu diketahui. Beberapa perawatan yang harus dilakukan, yakni:

  • Hindari mandi terlalu lama dan harus mengeringkan luka setelah dicuci
  • Rutin konsumsi antibiotik yang diresepkan untuk mengurangi rasa sakit
  • Tidak melakukan kegiatan fisik, seperti bersepeda dan berlari
  • Jangan mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Usahakan tidak melakukan hubungan seksual setidaknya selama minimal 4 minggu

Sebuah studi menyebutkan bahwa melakukan prosedur bedah ini akan memberikan rasa puas dengan penampilan genital dan meningkatkan kepuasan seksual. Namun, perlu diketahui juga jika prosedur labiaplasty bisa mengakibatkan masalah lain di kemudian hari.

Baca juga: Tidak Nyaman dan Sering Nyeri? Yuk, Intip Beberapa Cara Mengatasi Pinggang Sakit!

Adakah risiko akibat melakukan prosedur labiaplasty?

Setiap operasi bedah pasti memiliki risiko, termasuk labiaplasty yang melibatkan organ vital. Risiko utama yang mungkin akan terjadi adalah penurunan sensitivitas vulva, kekeringan kronis, mati rasa, muncul jaringan parut, dan vagina terasa menyakitkan. 

Beberapa orang yang melakukan pembedahan jenis ini juga berisiko mengalami perdarahan, hematoma, hingga infeksi. Tak hanya itu, pemilik vulva yang memilih melakukan pengurangan drastis pada panjang labia bisa menyebabkan kurangnya perlindungan di lubang vagina. 

Akibatnya, hal-hal lain menjadi lebih mudah masuk ke dalam vagina dan membuang keseimbangan pH. Di samping itu, hal ini juga bisa mengakibatkan seringnya vagina untuk mengalami infeksi. 

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pembedahan pada bibir labia, lakukanlah konsultasi dengan dokter yang benar-benar ahlinya. Konsultasi bisa membantu kamu untuk mengetahui penanganan tepat dan efek samping yang mungkin akan didapatkan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 5 Agustus 2020. Everything You Need to Know About Labiaplasty
  2. Webmd (2019), diakses 5 Agustus 2020. Vaginoplasty and Labiaplasty
  3. Plasticsurgery.org (2020), diakses 5 Agustus 2020. What is a labiaplasty and what does it involve?
    Berita Terkait
    register-docotr