Kesehatan Wanita

Mampu Cegah Kehamilan Secara Permanen, Ini Keuntungan dan Kerugian Kontrasepsi Tubektomi

October 23, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Ada beberapa alasan yang menyebabkan seorang wanita sudah tidak menginginkan anak lagi, dari mulai faktor usia atau bahkan sudah memiliki terlalu banyak anak. Jika kamu salah satunya, tubektomi mungkin dapat menjadi pilihan.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah metode kontrasepsi tubektomi memiliki keuntungan dan kerugian, maka dari itu sangat penting untuk mempertimbangkannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan metode ini.

Baca juga: Waspadai Efek Samping Pil KB: Mulai dari Mual hingga Berat Badan Naik

Apa itu tubektomi?

Ligasi tuba atau yang lebih dikenal sebagai tubektomi adalah bentuk kontrasepsi permanen bagi wanita yang dilakukan untuk mencegah kehamilan.

Tubektomi sendiri melibatkan prosedur pembedahan yang dilakukan untuk memotong, mengikat atau menutup tuba falopi secara permanen.

Prosedur ini dilakukan untuk mencegah sel telur melakukan perjalanan dari ovarium menuju tuba falopi, dan menghalangi sperma naik ke tuba falopi menuju sel telur. Dengan begitu, sel telur yang dilepaskan oleh ovarium pada setiap siklus tidak dapat bertemu dan dibuahi oleh sperma.

Melansir dari Planned Parenthood, tubektomi adalah metode yang sangat bagus untuk mencegah kehamilan, efektivitasnya mencapai 99 persen. Tubektomi dapat dilakukan kapan saja, baik setelah melahirkan secara normal atau setelah kamu melakukan operasi caesar.

Keuntungan dan kerugian yang perlu kamu perhatikan

Perlu diketahui bahwa tubektomi tidak cocok untuk semua orang. Sangat penting untuk memahami manfaat dan risiko yang dapat ditimbulkan.

Nah, berikut ini adalah keuntungan dan kerugian kontrasepsi tubektomi yang perlu kamu perhatikan, seperti yang telah dilansir dari Webmd.

Keutungan:

  • Permanen: Tubektomi adalah metode yang bisa kamu lakukan jika kamu tidak menginginkan punya anak lagi
  • Sangat efektif: Hanya sekitar 1 wanita yang hamil setelah melakukan tubektomi dari 200 wanita, ini berarti kurang dari 1 persen
  • Tidak memengaruhi hormon: Sebagian wanita lebih memilih alat kontrasepsi non-hormonal, atau tidak dapat menggunakan metode dengan hormon karena kondisi medis tertentu. Tubektomi tidak menggunakan hormon untuk mencegah kehamilan, sehingga melakukan metode ini tidak akan mengubah siklus menstruasi atau menyebabkan menopause
  • Terhindar dari efek samping pil kontrasepsi: Melakukan metode ini dapat membuatmu terhindar dari efek samping yang ditimbulkan oleh pil KB, seperti perubahan suasana hati, penambahan berat badan, atau bahkan sakit kepala
  • Tidak perlu mengingat meminum pil kontrasepsi: Keuntungan lain dari metode ini adalah kamu tidak perlu mengingat untuk meminum pil KB untuk mencegah kehamilan
  • Menurunkan risiko kanker ovarium: Tubektomi juga dapat menurunkan peluang untuk terkena kanker ovarium, sehingga kemungkinan wanita terkena jenis kanker ini lebih rendah
  • Seks yang lebih baik: Tubektomi adalah kontrasepsi yang tidak harus selalu kamu gunakan saat berhubungan seks. Kamu dapat memiliki seks yang lebih baik tanpa perlu mengkhawatirkan kehamilan

Baca juga: Siklus Menstruasi KB Suntik Tak Teratur: Penyebab dan Hal yang Harus Diwaspadai

Kerugian:

  • Sulit untuk dikembalikan: Metode ini dimaksudkan menjadi permanen sehingga sulit untuk dikembalikan. Meskipun pembalikan tubektomi dapat dilakukan, tetapi prosedurnya tergolong rumit atau mungkin saja tidak berhasil. Oleh karenanya, kamu hanya boleh melakukan hal ini jika kamu benar-benar yakin tidak ingin hamil lagi
  • Tidak melindungi dari penyakit menular seksual (PMS): Kelemahan dari tubektomi adalah tidak dapat melindungimu dari penyakit menular seksual, termasuk HIV. Maka dari itu, untuk pencegahan pada PMS masih diperlukan penggunaan kondom
  • Kehamilan ektopik: Jika kamu hamil setelah melakukan metode ini, kemungkinan besar kamu akan mengalami kehamilan ektopik, yakni hamil di luar rahim atau kandungan. Ini biasanya terjadi di tuba falopi
  • Risiko dari operasi: Meskipun jarang terjadi, tetapi prosedur tubektomi memiliki risikonya sendiri, ini termasuk menyebabkan perdarahan atau bahkan kerusakan pada usus, kandung kemih atau pembuluh darah utama. Sayatan juga bisa terinfeksi, atau kemungkinan terjadinya reaksi terhadap anestesi.  Tak hanya itu, kemungkinan kecil sakit perut berkepanjangan juga dapat terjadi

Adapun beberapa hal yang menyebabkanmu lebih berisiko untuk mengalami komplikasi tubektomi yakni:

  • Riwayat operasi panggul atau perut
  • Obesitas
  • Diabetes

Tubektomi adalah bentuk pengendalian kelahiran yang bersifat permanen yang aman dan efektif untuk dilakukan. Meskipun demikian, masing-masing orang memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda-beda.

Tubektomi bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan pemikiran matang sebelum kamu melakukan metode ini. Kamu juga perlu membicarakannya dengan pasanganmu sebelum memutuskannya.

Tak hanya itu, kamu juga perlu untuk berdiskusi terlebih dahulu pada dokter mengenai tubektomi, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keuntungan serta kerugian dari metode ini.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Health Navigator (2020). Diakses pada 22 Oktober 2020. Tubal Ligation 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 22 Oktober 2020. Tubal Ligation 

Planned Parenthood. Diakses pada 22 Oktober 2020. Sterilization 

Webmd (2019). Diakses pada 22 Oktober 2020. The Pros and Cons of Getting Your Tubes Tied 

    Berita Terkait
    register-docotr