Kesehatan Wanita

Ladies, Ini Tips Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Vagina di Berbagai Tahap Usia

December 29, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Seiring bertambahnya usia, setiap organ tubuh juga ikut menua. Tidak terkecuali vagina. Ketika kamu semakin menua, vagina juga akan mengalami serangkaian perubahan. Mulai dari warna rambut, elastisitas, dan tingkat kelembapannya. 

Memang sih, tidak ada cara untuk mencegah penuaan vagina, tapi kamu bisa untuk terus merawatnya agar tetap bersih dan sehat, kok. Supaya tidak lagi bingung, berikut adalah tips menjaga dan merawat kebersihan dan kesehatan vagina untuk perempuan di segala usia. 

Tips merawat vagina sesuai tahap usia

Seperti apa merawat kesehatan dan kebersihan vagina sesuai kalangan usia:

Merawat vagina di usia 20-an

Usia 20-an adalah tahun terbaik bagi vagina. Hormon estrogen yang berlimpah di dalam tubuh dapat membantu menjaga vaginamu tetap terlumasi dan elastis.

Jika kamu sudah aktif secara seksual, kamu harus lebih teliti lagi menjaga kesehatan vagina. Misalnya dengan melakukan pap smear serta menjalani tes HPV untuk mendeteksi penyakit menular seksual yang mungkin kamu miliki.

Kamu juga disarankan untuk segera buang air kecil setelah berhubungan seks. Hal ini dapat membantu mengeluarkan bakteri dari vagina dan mengurangi risiko kamu mengalami infeksi saluran kemih (ISK) karena bakteri yang berpindah dari vagina ke uretra.

Perlu diingat, vagina sebenarnya membersihkan dirinya sendiri dengan menghasilkan cairan putih atau bening. Jadi, kamu hanya perlu merawatnya dengan membersihkan vagina setiap hari dengan sabun tanpa pewangi dan air. 

Nah, kamu juga disarankan untuk tidak menggunakan produk pewangi apapun untuk area vagina. Pasalnya, produk-produk tersebut justru akan mengganggu keseimbangan pH dan kesehatan vaginamu.

Baca juga: Haid Sebulan Dua Kali, Normal atau Haruskah Diwaspadai?

Merawat vagina di usia 30-an

Di usia 30-an, kebanyakan perempuan sudah memutuskan untuk memiliki anak. Setelah melahirkan, vagina mungkin akan kehilangan elastisitasnya dan mulai meregang. Namun, ia akan kembali ke ukuran semula seiring berjalannya waktu. 

Untuk merawat vagina di usia ini, kamu perlu rutin melakukan senam kegel. Senam kegel ini penting untuk membantu memperkuat otot dasar panggul dan memulihkan kekencangan vagina. 

Jika kamu memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi, perhatikan juga efeknya terhadap vagina. Kontrasepsi, terutama dalam bentuk oral seperti pil KB dapat menyebabkan perubahan vagina seperti keputihan, vagina kering, hingga perdarahan. 

Merawat vagina di usia 40-an

Di usia ini, kamu mungkin akan mengalami masa perimenopause, yaitu waktu sebelum kamu berhenti menstruasi. Pada masa ini, kadar estrogen dalam tubuh menurun, dinding vagina kamu akan menjadi lebih tipis dan lebih kering. Hal ini disebut sebagai atrofi vagina.

Untuk merawat vagina di usia ini, kamu perlu melakukan olahraga yang melatih otot core serta rutin minum minuman probiotik. Kamu juga mungkin akan memerlukan pelembap vagina seperti krim estrogen, minyak zaitun, dan minyak kelapa yang dapat membantu menjaga kelembapannya.

Di samping itu, kamu juga perlu berkomunikasi dengan pasanganmu untuk melakukan hubungan seks dengan posisi yang tidak akan menyakiti area vaginamu. Termasuk misalnya posisi spooning

Merawat vagina di usia 50-an ke atas

Di usia ini, kamu mungkin sudah berhenti menstruasi dan tingkat estrogen cukup rendah atau bahkan habis. Umumnya, di usia ini perempuan mengalami kondisi vagina kering atau atrofi vagina. 

Tingkat estrogen yang rendah tersebut dapat mengubah tingkat keasaman di vagina. Kamu pun jadi lebih berisiko terkena infeksi karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan, bahkan mengganggu saluran kemih. 

Untuk merawat vagina di usia ini, kamu perlu makan makanan sehat, menjaga berat badan yang sehat, mengurangi kafein, rajin melakukan senam kegel, dan selalu menggunakan pelumas dan pelembap vagina.

Di usia ini, penting untuk kamu dan pasangan meningkatkan sesi foreplay saat berhubungan seks. Kamu dan pasangan juga tidak lagi bisa tergesa-gesa dalam melakukan hubungan seks karena dapat terasa sakit.  

Prolaps vagina yang rentan dialami saat pascamenopause

Perempuan pascamenopause juga berisiko mengalami prolaps vagina, yaitu kondisi saat semua atau sebagian saluran vagina jatuh ke lubang vagina. Prolaps vagina sering melibatkan organ lain seperti kandung kemih, rektum, dan rahim. 

Gejalanya seperti rasa berat di panggul, vagina terasa tidak nyaman, dan sakit punggung bagian bawah. Perawatan prolaps vagina adalah latihan dasar panggul, penyisipan pessary (alat pendukung) untuk menahan area yang mengalami prolaps di tempatnya, atau pembedahan bila perlu.

Pada intinya, kamu tidak dapat mencegah semua efek penuaan pada vagina, tetapi kamu bisa terus merawat vaginamu dan menjaganya tetap sehat. Perlu diingat juga, berapapun usiamu ketika kamu merasakan keanehan di daerah vagina, segera konsultasikan dengan dokter, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr