Kesehatan Wanita

Ciri-ciri Pubertas Anak Perempuan: Perubahan Fisik hingga Emosional

June 15, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sebelum menjadi orang dewasa, seorang anak akan mengalami masa pubertas. Pada masa ini akan terjadi sejumlah perubahan fisik yang signifikan. Lantas, apa saja ciri-ciri pubertas anak perempuan?

Moms, perlu diketahui bahwa pubertas pada anak perempuan biasanya terjadi lebih awal dibandingkan dengan anak laki-laki. Masa pubertas pada anak perempuan biasanya dimulai ketika mereka berusia antara 8 hingga 13 tahun.

Apa itu pubertas?

Pubertas adalah masa di mana seorang anak perempuan dan laki-laki mulai berkembang dan berubah menjadi dewasa. Usia rata-rata anak perempuan untuk mulai pubertas adalah 11 tahun, sedangkan pubertas anak laki-laki rata-rata usia 12 tahun.

Tapi itu bukanlah patokan karena bisa saja berbeda untuk setiap anak, jadi jangan khawatir jika Moms punya anak yang mencapai pubertas sebelum atau sesudah teman-temannya.

Pubertas dimulai sejak usia 8 hingga 14 tahun adalah hal yang sangat normal. Prosesnya dapat memakan waktu hingga 4 tahun.

Pada masa ini menyebabkan perubahan fisik, dan memengaruhi anak laki-laki dan perempuan secara berbeda.

Baca juga: Kenali Pubertas pada Anak dan Remaja, Ini Tahapannya

Hormon yang berperan pada pubertas anak perempuan

Ketika tubuh siap untuk memulai pubertas, kelenjar pituitari (kelenjar berbentuk kacang yang terletak di bagian bawah otak) melepaskan hormon khusus.

Bergantung pada apakah kamu laki-laki atau perempuan, hormon-hormon ini bekerja di berbagai bagian tubuh.

Banyak perubahan yang terjadi selama masa pubertas terkait dengan pergeseran kadar hormon. Berikut beberapa jenis hormon yang berperan pada masa pubertas anak perempuan:

  • Estrogen: Ini adalah hormon seks utama pada wanita. Hormon ini mempromosikan pertumbuhan rahim dan jaringan payudara
  • Hormon pertumbuhan. Tingkat hormon ini meningkat selama masa pubertas, menyebabkan lonjakan pertumbuhan pada tulang dan otot, bersamaan dengan peningkatan tinggi badan yang cepat. Peningkatan tinggi badan yang lebih lambat, kurang dari 2 inci per tahun, mungkin menandakan kekurangan hormon.
  • Estradiol. Tak hanya pada anak perempuan, hormon ini juga ada anak laki-laki. Pada wanita, kadar estradiol meningkat lebih awal dan tetap lebih tinggi setelah pubertas.

Ciri-ciri pubertas dini pada anak perempuan

Anak perempuan yang mulai pubertas sangat awal (sebelum usia 8) bisa dikatakan mengalami pubertas dini. Dalam kebanyakan kasus, pubertas dini tidak menjadi masalah dan tidak memerlukan perawatan medis.

Apa yang para ahli anggap sebagai pertumbuhan dan perkembangan normal sangat bervariasi, dan itu dapat bergantung pada faktor-faktor seperti gen, lingkungan, pola makan, dan berat badan seseorang.

Beberapa ciri-ciri pubertas dini pada anak perempuan di antaranya munculnya rambut kemaluan dan bau badan.

Apakah pubertas dini anak perempuan berbahaya?

Dalam beberapa kasus, pubertas dini dapat menandakan masalah kesehatan, seperti kondisi genetik, kondisi hormonal, kelainan otak, atau masalah dengan testis, ovarium, atau kelenjar adrenal.

Untuk mengatasi masalah ini, dokter dapat merekomendasikan perawatan untuk menghentikan sementara efek hormon yang terlibat.

Terutama jika ketidakseimbangan hormon yang mendasarinya dapat menyebabkan masalah di kemudian hari, seperti tulang yang lemah atau kurangnya pertumbuhan.

Anak-anak yang mulai pubertas sangat awal (sebelum usia 8) atau sangat terlambat (setelah 14) harus menemui dokter hanya untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat.

Ciri-ciri pubertas anak perempuan

Waktu pubertas pada anak perempuan tidak bisa disamaratakan ya, Moms. Masing-masing anak dapat mengalami masa pubertas di usia yang berbeda. Meskipun demikian, terdapat beberapa perubahan fisik pada anak perempuan ketika mengalami masa pubertas yang patut Moms ketahui.

Berikut adalah ciri-ciri pubertas anak perempuan.

1. Pertumbuhan payudara

Ciri-ciri pubertas anak perempuan paling awal adalah pertumbuhan payudara. Seorang anak perempuan akan mengalami perkembangan “tunas” payudara, yang mulai terbentuk di bawah puting.

Terkadang, ketika ini terjadi payudara dapat terasa gatal, lunak, atau sedikit nyeri. Namun, ini merupakan hal yang normal dan akan membaik seiring dengan waktu. Biasanya pertumbuhan payudara ini dimulai dari satu sisi sebelum ke sisi lainnya.

2. Pertumbuhan rambut

Rambut yang lebih kasar akan mulai tumbuh di area genital, ketiak, maupun di kaki. Pada sebagian anak perempuan, sekitar 15 persen, pertumbuhan rambut kemaluan menjadi tanda awal pubertas, dalam arti kata muncul sebelum payudara mulai tumbuh.

Pertumbuhan sejumlah kecil rambut pada alat kemaluan, biasanya mulai tumbuh di bibir vagina.

3. Keluarnya cairan dari vagina

Ciri-ciri pubertas anak perempuan yang perlu Moms ketahui selanjutnya adalah keluarnya cairan dari vagina atau keputihan.

Beberapa anak perempuan mengalami keputihan bening atau berwarna putih dalam jumlah kecil hingga sedang yang dimulai sekitar 6-12 bulan sebelum mereka mengalami menstruasi pertama.

Perlu diketahui Moms bahwa ini merupakan respons yang normal terhadap peningkatan jumlah hormon estrogen di dalam tubuh.

4. Menstruasi

Menstruasi juga akan dialami oleh seorang anak perempuan ketika ia menjalani masa pubertas. Kebanyakan anak perempuan mendapatkan menstruasi pertamanya dalam kurun waktu 2-3 tahun setelah perkembangan tunas payudara.

Menstruasi adalah bagian yang normal dari pertumbuhan. Beberapa anak mungkin saja mengeluarkan darah berwarna merah cerah, sebagian lainnya mungkin saja hanya mengeluarkan bercak berwarna merah coklat, keduanya adalah hal yang normal.

Pada masa ini, siklus menstruasi juga belum teratur. Ini mungkin saja terjadi pada beberapa tahun pertama akibat tubuh beradaptasi dengan perubahan fisik yang cepat. Tak hanya itu, nyeri perut atau kram menstruasi seringkali juga terjadi.

Moms, ketika ini terjadi anak mungkin saja merasa cemas mengenai bagaimana cara menangani menstruasi pertama mereka, mengingat hal ini terjadi secara tidak terduga.

Maka dari itu, Moms dapat mengatakan kepada anak bahwa tidak apa-apa untuk berbicara tentang menstruasi atau mengajukan pertanyaan mengenai hal ini. 

5. Pertumbuhan tinggi badan

Pertumbuhan tinggi badan juga merupakan salah satu ciri-ciri pubertas anak perempuan yang tidak boleh dilewatkan ya, Moms.

Kebanyakan anak perempuan mengalami pertumbuhan tinggi badan secara cepat pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan anak laki-laki.

Pertumbuhan tinggi badan yang pesat biasanya terjadi saat tunas payudara mulai berkembang dan di sekitar 6 bulan sebelum mereka mendapatkan menstruasi. Akan tetapi, ketika seorang anak sudah mengalami menstruasi pertamanya, pertumbuhannya mulai melambat.

Baca juga: Bukan Hanya Genetik Moms, Ini 6 Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan Anak

6. Pinggul lebih lebar

Ciri-ciri pubertas pada anak yang juga perlu diketahui adalah perubahan pada pinggul. Saat masa pubertas, pinggul seorang anak perempuan akan melebar, sedangkan ukuran pinggangnya mengecil.

7. Perubahan lainnya

Selain, ciri-ciri pubertas anak perempuan yang sudah dijelaskan di atas, terdapat beberapa perubahan lainnya yang juga patut untuk Moms ketahui, di antaranya adalah munculnya jerawat. Munculnya jerawat pada masa pubertas dapat terjadi karena perubahan kadar hormon.

Tak hanya itu, keringat di bawah ketiak serta peningkatan bau badan juga dapat terjadi, ini merupakan perubahan yang normal.

8. Perubahan mood

Moms, pubertas dapat menjadi masa yang sulit bagi anak, mereka mungkin saja merasa minder dengan perubahan fisiknya. Namun, pubertas juga dapat menjadi saat yang menyenangkan karena anak mengembangkan emosi dan perasaan baru.

Meskipun demikian “rollercoaster” emosional yang mereka hadapi ini dapat memiliki efek psikologis dan emosional, ini termasuk:

  • Perubahan suasana hati yang tidak dapat dijelaskan
  • Tingkat kepercayaan diri yang rendah
  • Agresi

Setelah pubertas pada anak perempuan

Setelah sekitar 4 tahun pubertas pada anak perempuan, maka mereka kemungkinan akan:

  • Payudara menjadi seperti orang dewasa
  • Rambut kemaluan telah menyebar ke paha bagian dalam
  • Alat kelamin sekarang harus berkembang sepenuhnya
  • Gadis berhenti tumbuh lebih tinggi

Perubahan remaja saat puber

Masa remaja membawa banyak perubahan yang tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan sosial. Setiap anak dapat berkembang pada tingkat yang berbeda, dan menunjukkan pandangan dunia yang berbeda.

Secara umum, berikut ini adalah beberapa kemampuan yang mungkin Moms akan lihat pada anak remaja yang sedang mengalami masa puber:

  • Mengembangkan kemampuan berpikir abstrak
  • Berkaitan dengan filsafat, politik, dan isu-isu sosial
  • Berpikir jangka panjang
  • Menetapkan tujuan
  • Membandingkan dirinya dengan teman-temannya

Selain itu, anak yang mengalami puber juga akan mulai mulai berjuang untuk kemandirian dan kontrol, banyak perubahan mungkin terjadi. Berikut adalah beberapa masalah yang mungkin dialami anak remaja selama masa puber:

  • Mulai menginginkan kemerdekaan dari orang tua
  • Pengaruh dan penerimaan teman sebaya sangat penting
  • Hubungan dengan teman sebaya menjadi sangat penting
  • Anak mungkin mulai jatuh cinta
  • Dia mungkin memiliki komitmen jangka panjang dalam hubungan

Pubertas anak perempuan yang terlambat

Anak perempuan yang tidak mulai mengalami perkembangan payudara pada usia 13 tahun atau menstruasi pada usia 16 tahun bisa dikatakan mengalami pubertas terlambat.

Pubertas yang tertunda biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Ada banyak variasi dalam apa yang dianggap para ahli sebagai pertumbuhan dan perkembangan normal, dan gen, lingkungan, pola makan, dan berat badan seseorang dapat berperan.

Terkadang, kekurangan nutrisi atau penyakit jangka panjang di awal kehidupan dapat menyebabkan pubertas terlambat. Latihan fisik yang intens, seperti senam, pada usia dini dapat memiliki efek yang sama.

Kebanyakan orang dengan pubertas tertunda masih melalui tahap-tahap yang khas, hanya lebih lambat dari banyak rekan mereka. Dalam beberapa kasus, pubertas yang tertunda dapat mengindikasikan suatu kondisi kesehatan. Jadi jangan lewatkan kunjungan ke dokter ya!

Setiap anak punya jadwalnya sendiri

Selama masa pubertas, setiap anak berubah dengan kecepatannya sendiri. Mungkin beberapa teman sudah mengalami menstruasi dan kamu belum, atau teman sudah mengalami perubahan payudara dan kamu masih begitu-begitu saja.

Dalam beberapa kasus, anak-anak yang mengalami masa puber sangat awal atau yang sangat terlambat  memiliki masalah yang mungkin perlu diperiksa atau diobati.

Jika kamu khawatir tentang kemungkinan itu, bicarakan dengan orang tua dan jadwalkan kunjungan dengan dokter. Dokter tahu semua tentang pubertas dan dapat membantu menentukan apakah kamu berkembang secara normal.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri pubertas anak perempuan yang perlu Moms ketahui. Pubertas bisa menjadi tantangan bagi anak dan orang tua, maka dari itu sangat penting untuk memberikan perhatian pada anak.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthychildren.org (2019). Diakses pada 18 Oktober 2020. Physical Development in Girls: What to Expect During Puberty 

Healthline (2018). Diakses pada 18 Oktober 2020. The Stages of Puberty: Development in Girls and Boys 

NHS (2018). Diakses pada 18 Oktober 2020. Stages of Puberty: What Happens to Boys and Girls 

Medical News Today. Diakses pada 15 Juni 2021. What to know about puberty

Stanford Children’s. Diakses pada 15 Juni 2021. Puberty: Teen Girl

 

    register-docotr