Kesehatan Wanita

Tak Selalu Buruk, Ini Ciri-ciri Keputihan Normal yang Tak Perlu Dikhawatirkan!

August 20, 2020 | Dhiamara Arradea | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Keputihan merupakan hal yang normal dan biasa dialami oleh wanita. Pasalnya, keputihan memiliki fungsi yang penting dalam sistem reproduksi wanita. Lalu, bagaimana ciri-ciri keputihan normal?

Keputihan sendiri pada umumnya merupakan cairan yang dibuat oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim yang membawa sel-sel mati dan bakteri keluar. Hal tersebut dapat menjaga kebersihan vagina dan membantu mencegah timbulnya infeksi.

Ciri-ciri keputihan normal

Adapun beberapa ciri-ciri dari keputihan yang normal dilihat dari beberapa faktor, seperti:

Aroma

Keputihan normal biasanya tidak memiliki bau yang kuat atau tidak sedap, maka jika kamu memiliki keputihan yang tidak berbau, maka jangan khawatir. Hal tersebut hanyalah keputihan normal.

Warna

Pada keputihan normal biasanya akan memiliki warna yang bening atau putih. Hal ini bisa terjadi pada masa awal atau akhir menstruasi, dan jika kamu sedang berovulasi.

Tekstur

Keputihan normal memiliki beberapa tekstur yang berbeda, di antaranya seperti licin, tebal dan sedikit lengket.

Jumlah

Debit yang jernih dan encer merupakan hal yang normal dalam keputihan. Hal ini bisa dialami oleh wanita setiap bulannya.

Namun, jumlah debit pada keputihan bervariasi. Wanita biasanya akan mengalami keputihan dalam jumlah yang banyak pada saat-saat tertentu.

Misalnya masa kehamilan, atau pada saat sedang aktif secara seksual dan menggunakan alat kontrasepsi.

Cara mencegah terjadinya keputihan abnormal

Mungkin memang banyak dari wanita yang tidak bisa mencegah infeksi jamur pada keputihan. Namun, ada beberapa cara untuk menurunkan kemungkinan kamu terinfeksi, cara-cara tersebut meliputi:

  • Kenakan pakaian dalam dengan bahan yang nyaman. Memilih bahan yang bisa menahan panas atau lembap akan membantu daerah kewanitaan kamu tetap kering.
  • Jangan menggunakan celana atau rok yang terlalu ketat. Hal tersebut dikarenakan akan meningkatkan suhu tubuh sehingga akan menimbulkan kelembapan pada vagina, maka kemungkinan untuk terkena infeksi jamur pun akan lebih tinggi.
  • Jangan menggunakan produk kebersihan daerah intim wanita alias douche. Douche dapat mengganggu keseimbangan bakteri di vagina, bakteri baik yang seharusnya ada untuk melawan infeksi akan ikut terbunuh.
  • Jangan gunakan pewangi seperti, mandi busa, sabun, semprotan, tampon, dan pembalut.
  • Hindari berendam air panas. Panas dan lembap akan membuat kemungkinan terkena infeksi jamur lebih tinggi.
  • Jangan gunakan pakaian basah. Setelah berenang atau kehujanan, segera ganti pakaian terutama pakaian dalam yang basah dengan yang kering.
  • Jika sedang membersihkan daerah intim, lakukan dengan arah dari depan ke belakang.
  • Saat menstruasi, gantilah tampon, pembalut, dan pantyliner sesering mungkin.

Jenis-jenis keputihan yang bisa terjadi

Terdapat beberapa jenis keputihan. Jenis tersebut biasanya dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensinya. Memang beberpa keputihan dianggap normal, namun tidak jarang beberapa keputihan memerlukan penanganan perawatan.

Jadi, apakan keputihan kamu masuk dalam kategori normal? Kenali beberapa jenis keputihan, seperti:

Putih

Munculnya sedikit cairan putih pada awal atau akhir siklus menstruasi merupakan hal yang normal. Namun, jika keputihan disertai dengan gatal dan memiliki konsistensi yang kental, hal tersebut bisa dikatakan tidak normal.

Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda adanya infeksi jamur.

Bening dan sedikit kental

Ketika cairan bening tetap kental seperti lendir, menunjukan bahwa kemungkinan kamu sedang berovulasi. Hal ini merupakan jenis pelepasan yang normal.

Kecokelatan dan berdarah

Keluarnya cairan berwarna cokelat bahkan hingga mengeluarkan darah bisa menjadi hal yang normal, jika terjadi setelah siklus menstruasi.

Namun, jika bercak terjadi pada saat masa pertengahan menstruasi, bisa jadi tanda dari kehamilan. Bercak pada fase awal kehamilan, bisa menjadi tanda dari keguguran. Maka, jika hal tersebut terjadi segeralah konsultasikan dengan dokter kamu.

Dalam beberapa kasus, keluarnya cairan berwarna cokelat dan berdarah bisa menjadi tanda dari kanker serviks.

Kuning atau hijau

Keputihan yang berwarna kuning atau hijau, terutama bertekstur kental dan memiliki bau yang tidak sedap, merupakan kondisi yang tidak normal.

Jenis keputihan ini bisa jadi tanda dari infeksi trikomoniasis. Infeksi ini biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

Apa saja penyebab keputihan?

Keputihan yang normal adalah fungsi tubuh yang sehat. Hal tersebut adalah cara tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina.

Misalnya, pengeluaran cairan meningkat seiring dengan gairah seksual dan ovulasi. Tidak hanya itu, olahraga, penggunaan pil KB, dan stress emosional juga bisa menyebabkan keluarnya keputihan.

Namun, keputihan yang tidak normal biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti:

  • Bakteri vaginosis
  • Trikomoniasis
  • Infeksi jamur
  • Gonore dan klamidia
  • Penyakit radang panggul
  • Kanker serviks

Kapan harus ke dokter?

Jika kamu mengalami keputihan yang tidak biasa bersamaan dengan gejala tertentu, maka segeralah temui dokter kamu untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Gejala yang harus diperhatikan antara lain:

  • Demam
  • Nyeri perut
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Kelelahan
  • Peningkatan buang air kecil

Jika kamu memilki pertanyaan seputar keputihan normal, maka konsultasikan dengan dokter kamu. Kamu juga bisa lakukan konsultasi online melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Baca Juga: Jangan Khawatir Moms! Ini dia Penyebab Keputihan saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Reference
  1. Healthline.com (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge
  2. Webmd.com (2020). Diakses pada 17 Agustus 2020. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?
  3. Webmd.com (2020). Diakses pada 17 Agustus 2020. 10 Ways to Prevent Yeast Infections
  4. Nhs.uk (2018). Diakses pada 17 Agustus 2020. Vaginal discharge
    Berita Terkait
    register-docotr