Kesehatan Wanita

Wajib Tahu, Ini Batas Telat Haid yang Normal Pada Wanita

December 30, 2020 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Telat haid tentu bisa menjadi pertanda kehamilan. Namun sebelum itu kamu juga harus mengetahui batas telat haid yang normal pada wanita.

Jika haid yang terjadi terus-menerus telat dan semakin terasa mengganggu, jangan ragu untuk segera cek ke dokter, ya.

Mengenal tentang siklus haid pada wanita

Dilansir dari laman Mayo Clinic, siklus menstruasi dihitung dari hari pertama satu periode hingga hari pertama berikutnya. Siklus ini tidaklah sama untuk setiap wanita. Aliran menstruasi dapat terjadi setiap 21 hingga 35 hari dan berlangsung selama dua hingga tujuh hari. 

Selama beberapa tahun pertama setelah menstruasi dimulai, siklus panjang sering terjadi. Namun, siklus menstruasi cenderung memendek dan menjadi lebih teratur seiring bertambahnya usia.

Siklus menstruasi mungkin teratur dengan durasi yang sama setiap bulan atau agak tidak teratur. Selain itu, menstruasi mungkin ringan atau berat, nyeri atau bebas rasa sakit, panjang atau pendek, dan masih dianggap normal. 

Jadi, haid pada wanita masih terhitung normal jika muncul di mana saja di antara rentang waktu itu. Dengan ini, jika telat haid pada wanita yang memiliki siklus haid teratur 28 hari terjadi lebih dari 7 hari apalagi terus berulang, akan lebih baik jika segera memeriksakan diri ke dokter.

Batas telat haid pada wanita

Sudah menjadi hal umum bahwa telat datang bulan adalah salah satu ciri kehamilan yang biasanya disadari pertama kali. Jika kamu rajin menghitung siklus haid setiap bulannya, kamu akan dengan mudah menyadari kalau sudah telat datang bulan.

Perlu kamu ketahui bahwa periode menstruasi biasanya dianggap terlambat jika setelah 5 hari atau bahkan lebih ketika tidak menstruasi sejak tanggal seharusnya. Di waktu-waktu tersebut kamu bisa mulai mengecek tanda kehamilan secara mandiri (di rumah) menggunakan test pack. 

Dengan catatan, kamu memang sudah berhubungan intim (terutama tanpa pengaman seperti kondom atau pil KB) sebelum telat datang bulan.

Jika biasanya kamu memiliki siklus 28 hari per bulannya, tapi setelah hari ke-33 menstruasi tidak juga dimulai, maka sebaiknya kamu perlu mencurigai hal ini sebagai pertanda kehamilan.

Kemudian apabila siklus tidak beraturan maka cobalah untuk mengeceknya 5 hari setelah siklus terpanjang kamu. 

Sebagai contoh, jika pada hari ke-40 menstruasi tak kunjung datang, kamu juga bisa mulai melakukan tes kehamilan untuk memastikan telat datang bulan sebagai pertanda kehamilan atau bukan.

Bagaimana cara melacak siklus menstruasi yang normal?

Untuk mengetahui apa siklus menstruasi normal atau tidak, mulailah mencatat siklus menstruasi di kalender. Mulailah dengan melacak tanggal mulai setiap bulan selama beberapa bulan berturut-turut untuk mengidentifikasi keteraturan menstruasi. 

Tanggal akhir

Berapa lama biasanya haid kamu berlangsung? Apakah lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya?

Aliran siklus menstruasi

Jangan lupa catat juga beratnya aliran. Apakah itu tampak lebih ringan atau lebih berat dari biasanya? Seberapa sering kamu perlu mengganti pembalut? Apakah kamu mengalami pembekuan darah?

Pendarahan tidak normal

Apakah kamu mengalami pendarahan di antara periode?

Rasa sakit

Jelaskan rasa sakit yang terkait dengan menstruasi. Apakah nyeri terasa lebih buruk dari biasanya?

Perubahan lainnya

Apakah kamu mengalami perubahan mood atau perilaku? Apakah ada hal baru yang terjadi sekitar waktu perubahan dalam menstruasi?

Baca juga: Cara Tepat Menghitung Siklus Menstruasi

Aplikasi untuk melihat siklus menstruasi

Berikut ini beberapa aplikasi untuk melihat siklus menstruasi dilansir dari laman Medical News Today:

Period calender

Kalender menstruasi dapat membantu melacak dan memprediksi menstruasi, plus memberikan informasi tentang waktu subur dan kemungkinan tanggal ovulasi.

Selain fungsi siklus menstruasi dasar, aplikasi dapat digunakan untuk mencatat suhu, hubungan seksual, kontrasepsi, berat badan, lendir serviks, suasana hati, dan gejala lainnya.

Flo

Jika kamu bertanya-tanya kapan terakhir kali mengalami menstruasi atau ingin tahu kapan menstruasi berikutnya jatuh tempo, kamu dapat dengan mudah mencari tahu menggunakan aplikasi Flo.

Flo menggunakan sistem pembelajaran mesin untuk memprediksi menstruasi dan ovulasi secara akurat dan andal.

Clue

Clue sebagai aplikasi pelacakan periode dan ovulasi teratas oleh jurnal Obstetrics & Gynecology, yang merupakan publikasi dari American College of Obstetricians and Gynecologists.

Clue menggunakan sains untuk membantu penggunanya mengidentifikasi pola unik dalam siklus menstruasi mereka.

Glow

Glow dapat melacak menstruasi dan merekam gejala, suasana hati, aktivitas seksual, dan pengobatan. Kalkulator menstruasi dan ovulasi berbasis data Glow membantu wanita mengontrol kesehatan reproduksi mereka.

Aplikasi ini dapat memperkirakan menstruasi dan ovulasi dan prediksinya menjadi lebih pintar dari waktu ke waktu.

Aplikasi ini tidak hanya dapat membantu wanita yang menghindari atau mencoba kehamilan, tetapi juga membantu mereka yang sedang menjalani perawatan kesuburan seperti inseminasi intrauterine dan fertilisasi in vitro.

Penyebab lain terlambat haid 

Dilansir Healthline, periode secara resmi dianggap terlambat jika sudah lebih dari 30 hari sejak dimulainya periode terakhir. Setelah enam minggu tanpa pendarahan, kamu dapat menganggap menstruasi terlambat sebagai periode yang terlewat.

Ada beberapa hal yang dapat menunda haid, seperti: 

  • Stres
  • Diet 
  • Olahraga berlebihan 
  • Menopause

Jadi perlu kamu ketahui bahwa telat haid pada wanita tidak melulu menandakan kehamilan, tetapi bisa juga disebabkan karena faktor gaya hidup sehari-hari. Untuk memastikannya, jangan tunda cek ke dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2019) diakses pada 15 Desember 2020. Menstrual cycle: What’s normal, what’s not 
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 15 Desember 2020. How Late Can a Period Be? Plus, Why It’s Late
  3. medicalnewstoday.com (2019) diakses pada 17 Desember 2020. The 10 best period tracking apps 
    Berita Terkait
    register-docotr