Kesehatan Wanita

Apakah Selaput Dara Bisa Tertutup Lagi? Berikut Penjelasannya!

December 15, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Selain sering dikaitkan dengan keperawanan, keberadaan selaput dara masih dipercaya bisa meningkatkan kenikmatan saat berhubungan seksual. Sehingga, tak sedikit yang bertanya apakah selaput dara bisa tertutup lagi setelah robek?

Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu selaput dara?

apakah selaput dara bisa tertutup lagi
Selaput dara. Sumber foto: www.nationwidechildrens.org

Selaput dara atau himen adalah membran tipis yang berada di lapisan luar vagina. Dilansir dari The Ohio State University, membran tersebut merupakan jaringan sisa yang terbentuk selama perkembangan embrio.

Tidak semua wanita memiliki selaput dara. Sebab, menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, secara medis, membran tipis tersebut memang tak memiliki fungsi spesifik bagi tubuh.

Artinya, sangatlah normal jika seorang wanita terlahir tanpa mempunyai selaput dara.

Baca juga: Beragam Salah Kaprah Tentang Keperawanan Wanita, Termasuk Selaput Dara Robek Tanda Sudah Tak Perawan

Selaput dara bisa robek

Hampir semua orang mengetahui fakta bahwa selaput dara bisa robek. Sebagian besar di antaranya mengaitkan robeknya selaput dara dengan aktivitas seksual. Sehingga, tak sedikit yang menghubungkannya dengan keperawanan.

Mengutip Medical News Today, selaput dara memang bisa robek akibat penetrasi penis ke dalam vagina, tapi itu bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menyebabkannya terbuka. Ada banyak hal lain yang bisa membuat selaput dara robek, di antaranya:

  • Menggunakan tampon atau menstrual cup
  • Bersepeda
  • Menunggang kuda
  • Senam
  • Pemeriksaan panggul

Apakah selaput dara bisa tertutup lagi?

Tak sedikit orang yang mempertanyakan apakah selaput dara bisa tertutup lagi atau tidak. Sebab, masih ada yang menghubungkannya dengan kenikmatan (pleasure ) saat melakukan hubungan seksual.

Menurut Planned Parenthood, secara alami, selaput dara yang telah robek tidak bisa kembali seperti kondisi semula. Ya, himen yang sudah terbuka tak dapat tertutup kembali, apapun faktor penyebabnya, baik olahraga maupun hubungan seks.

Tapi, belakangan ini, muncul metode yang diklaim bisa mengembalikan bentuk selaput dara seperti keadaan semula, yaitu hymenorraphy.

Prosedur medis hymenorraphy

Hymenorraphy atau yang juga dikenal dengan hymenoplasty adalah bedah plastik yang bertujuan untuk mengembalikan kemampuan selaput dara agar ‘berdarah’ saat berhubungan seksual.

Prosedur tersebut dilakukan dengan memperbaiki dan merekonstruksi selaput dara yang telah robek. Tapi, yang perlu diingat, membran tipis yang direkonstruksi bukanlah selaput dara asli, melainkan jaringan ‘yang menyerupai’.

Menurut sebuah studi pada 2015 yang terbit di Indian Journal of Plastic Surgery, prosedur hymenorraphy tidak benar-benar memperbaiki 100 persen selaput dara asli, tapi menggunakan jaringan lain dengan tekstur, warna, dan ketebalan yang sangat mirip.

Meski begitu, hingga kini, metode tersebut masih menjadi perdebatan dan kontroversi, karena dianggap menyalahi nilai moral, etika, sosial, dan agama tertentu.

Fakta-fakta lain tentang selaput dara

Tak hanya soal mitos soal keperawanan yang kerap dilekatkan pada robeknya selaput dara, masih ada beberapa fakta lain tentang himen yang menarik untuk diketahui, yaitu:

1. Selaput dara bisa berubah bentuk

Bentuk, ukuran, dan kelenturan selaput dara bervariasi serta dapat berubah seiring berjalannya waktu. Pada bayi baru lahir, himen memiliki tekstur yang tebal dan berwarna pucat. Empat tahun setelahnya, selaput dara berubah menjadi lebih tipis dan halus.

Mendekati pubertas, himen kembali menebal dan elastisitasnya meningkat. Faktor hormonal adalah pemicu perubahan-perubahan tersebut.

2. Kamu mungkin tidak terasa saat himen robek

Saat kamu menderita patah tulang, rasa sakit bisa dirasakan. Tapi tidak dengan kasus robeknya selaput dara. Robekan yang terjadi akibat penetrasi mungkin bisa terasa dan memicu perdarahan.

Namun, himen yang robek karena olahraga dan pemakaian menstrual cup biasanya tak akan menimbulkan rasa apapun. Seringkali, kebanyakan orang bahkan tidak menyadarinya.

3. Tidak ada fungsi spesifik

Seperti yang telah disebutkan, secara medis, selaput dara tidak memiliki fungsi yang spesifik. Dilansir dari Columbia University, ditinjau dari aspek fisiologis, fungsi dan manfaat selaput dara masih menjadi misteri.

Namun, secara embriologis, himen mungkin dapat membantu menjauhkan kuman dan kotoran dari bagian dalam vagina.

Nah, itulah ulasan tentang apakah selaput dara bisa tertutup lagi atau tidak, sehingga dapat disimpulkan bahwa himen tak hanya bisa robek karena aktivitas seks, tapi juga kegiatan lain.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. PlannedParenthood.org, diakses 1 Desember 2020, Does your cherry grow back if you don’t have sex for seven years?
  2. PlannedParenthood.org, diakses 1 Desember 2020, Can you regain your virginity after having sex?
  3. The Ohio State University, diakses 1 Desember 2020, The Hymen’s Tale: Myths and facts about the hymen.
  4. Columbia University, diakses 1 Desember 2020, The purpose of the hymen.
  5. Medical News Today, diakses 1 Desember 2020, Does it hurt when the hymen breaks?
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 1 Desember 2020, The little tissue that couldn’t – dispelling myths about the Hymen’s role in determining sexual history and assault.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 1 Desember 2020, Surgical revirgination: Four vaginal mucosal flaps for reconstruction of a hymen.
  8. BMJ Journals, diakses 1 Desember 2020, Hymenorrhaphy: what happens behind the gynaecologist’s closed door?

    Berita Terkait
    register-docotr