Kesehatan Wanita

5 Fakta Galaktorea: Kondisi saat ASI Keluar tetapi Tidak Hamil

June 9, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Normalnya, air susu ibu atau ASI keluar saat seorang wanita hamil dan hendak menyusui. Namun ternyata ada juga kondisi di mana ASI bisa keluar tanpa harus mengalami kedua hal tersebut.

Dikenal dengan istilah kesehatan galaktorea, mari simak informasi penting soal kondisi yang menyerang 20-25 persen perempuan berikut.

Baca juga: KB untuk Ibu Menyusui yang Aman Apa Ya? Yuk Moms Simak 7 Pilihan Berikut

1. Apa itu galaktorea?

Galaktorea terjadi ketika susu atau cairan seperti susu bocor dari puting. Ini berbeda dengan pengeluaran ASI biasa yang terjadi selama dan setelah kehamilan.

Meskipun dapat mempengaruhi semua jenis kelamin, galaktorea cenderung lebih sering terjadi pada wanita berusia antara 20 dan 35 tahun.

Meski terlihat mencemaskan, sebenarnya kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Meski begitu dalam kasus yang jarang terjadi, ini mungkin merupakan tanda dari kondisi mendasar yang memerlukan perawatan.

2. Gejala galaktorea

Gejala utama galaktorea adalah keluarnya zat putih dari puting baik secara terus menerus maupun disertai jeda waktu. Cairan yang keluar juga bisa muncul dari salah satu puting maupun keduanya.

Adapun untuk jumlahnya, cairan yang keluar akibat galaktorea juga bermacam-macam. Ada yang berjumlah sedikit, ada juga yang sampai banyak.

3. Penyebab galaktorea

Perlu diingat bahwa beberapa orang memiliki apa yang disebut sebagai galaktorea idiopatik. Ini adalah galaktorea tanpa penyebab yang jelas. Biasanya ini terjadi karena jaringan payudara mungkin lebih sensitif terhadap hormon tertentu.

Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan galaktorea pada semua jenis kelamin di antaranya adalah:

Prolaktinoma

Galaktorea sering disebabkan oleh prolaktinoma. Ini adalah tumor yang terbentuk di kelenjar pituitari dan dapat merangsangnya untuk menghasilkan lebih banyak prolaktin.

Prolaktin adalah hormon yang sebagian besar bertanggung jawab untuk laktasi. Pada wanita, prolaktinoma juga dapat menyebabkan:

  • Periode haid yang jarang atau tidak ada
  • Libido rendah
  • Masalah kesuburan
  • Pertumbuhan rambut berlebihan

Sedangkan pada pria, kondisi ini juga mungkin membuat libido rendah dan disfungsi ereksi.

Tumor lainnya

Tumor lain juga dapat menekan tangkai kelenjar pituitari, di mana ia terhubung ke hipotalamus, area di dasar otak. Hal ini dapat menghentikan produksi dopamin yang berfungsi menjaga kadar prolaktin tetap terkendali dengan menguranginya seperlunya.

Jika kamu tidak memproduksi cukup dopamin, kelenjar pituitari dapat menghasilkan terlalu banyak prolaktin, yang mengakibatkan keluarnya cairan dari puting.

Penyebab lain pada kedua jenis kelamin

Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan kamu memiliki terlalu banyak prolaktin. Ini termasuk:

  • Hipotiroidisme, yang terjadi ketika kelenjar tiroid tidak bekerja dengan kapasitas penuh
  • Minum obat tekanan darah tinggi tertentu, seperti metildopa (Aldomet)
  • Kondisi ginjal jangka panjang
  • Gangguan hati, seperti sirosis
  • Beberapa jenis kanker paru-paru
  • Minum obat opioid, seperti oxycodone (Percocet) dan fentanyl (Actiq)
  • Konsumsi antidepresan tertentu, seperti paroxetine (Paxil) atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti citalopram (Celexa)
  • Menggunakan kokain atau ganja
  • Mengambil suplemen herbal tertentu, termasuk biji adas atau adas manis
  • Mengambil prokinetik untuk kondisi gastrointestinal
  • Menggunakan fenotiazin untuk menyingkirkan parasit

4. Bagaimana galaktorea diobati?

Perawatan untuk galaktorea bervariasi tergantung pada penyebabnya. Pada beberapa orang, itu hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun. Untuk mengelola kondisi ini, dokter dapat merekomendasikan:

  • Menghindari tindakan atau kondisi yang menyebabkan kondisi tersebut
  • Menghentikan atau mengganti obat yang menyebabkan kondisi tersebut
  • Minum obat untuk mengelola produksi prolaktin

Dalam kasus di mana tumor hipofisis menyebabkan galaktorea, tumor biasanya jinak (bukan kanker). Jika tumor tidak menyebabkan komplikasi lain, dokter mungkin menentukan bahwa pengobatan tidak diperlukan.

Namun jika dokter merekomendasikan pengobatan untuk tumor hipofisis, biasanya ini melibatkan obat untuk mengecilkan tumor atau menghentikan produksi prolaktin.

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter menggunakan pembedahan atau terapi radiasi untuk mengangkat atau mengecilkan tumor hipofisis.

5. Kapan harus ke dokter?

Tidak perlu khawatir jika stimulasi payudara yang berlebihan selama aktivitas seksual memicu keluarnya cairan dari puting dari banyak saluran.

Namun jika kamu mengalami galaktorea yang terus menerus dari salah satu atau kedua payudara, sementara kamu tidak sedang hamil atau menyusui, buatlah janji bertemu dengan dokter.

Keluarnya cairan dari puting susu yang tidak seperti susu, dari satu saluran atau berhubungan dengan benjolan yang dapat kamu rasakan, memerlukan perhatian medis segera, karena ini mungkin merupakan tanda kanker payudara yang mendasarinya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline diakses pada 8 Juni 2021

Mayo clinic diakses pada 8 Juni 2021

Cleveland Clinic diakses pada 8 Juni 2021

    register-docotr