Kesehatan Seksual

Menguak Sejumlah Mitos dan Fakta Seputar Penggunaan Kondom

July 22, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang cukup efektif untuk mencegah kehamilan. Selain itu, penggunaan kondom juga bisa menghindarkan kamu dan pasangan dari risiko penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Sayangnya, belum semua masyarakat mendapat edukasi yang baik soal alat kontrasepsi yang satu ini. Bahkan ada mitos yang masih dipercaya terkait penggunaan kondom.

Kondom dianggap barang yang erat dengan pergaulan bebas, padahal bukan itu tujuan kondom dibuat. Ada juga mitos lain yang seputar kondom yang harus kamu hilangkan mulai sekarang.

Baca Juga : 7 Jenis Alat Kontrasepsi untuk Wanita, Mana yang Paling Aman?

Mitos terkait penggunaan kondom

Berikut beberapa hal yang masih dipercaya tentang penggunaan kondom, padahal tidak benar alias mitos belaka:

‘Kondom membuat hubungan intim kurang nyaman’

Fakta: Jika kamu dan pasangan tidak peduli dengan risiko penyakit menular seksual atau kehamilan di luar rencana, pastilah penggunaan kondom ini tidak terasa nyaman.

Ada baiknya kamu dan pasangan membicarakan terlebih dahulu perihal hubungan seks yang sehat dan tak lupa membicarakan soal harapan dan batasan sebelum melakukan hubungan intim.

Dengan begitu, kamu dan pasangan bisa punya pemahaman dan tingkat kepercayaan yang sama. Hal ini dilakukan untuk memastikan hubungan seks aman untuk kamu dan pasangan.

Jika khawatir akan mengganggu kenikmatan, kamu bisa mencoba berbagai jenis kondom yang ada di pasaran. Ada kondom yang dibuat dengan bahan yang sangat tipis dan membuatnya terasa seakan tidak sedang memakai kondom.

‘Kondom mudah lepas atau pecah’

Fakta: Ketika kondom digunakan dengan benar, penggunaan alat kontrasepsi ini tidak mudah lepas dan aman.

Kondom bahkan secara efektif dapat mencegah penularan sebagian besar IMS, termasuk HIV. Penggunaan kondom juga dapat mencegah kehamilan sebesar 98 persen.

Kondom adalah metode kontrasepsi yang jauh lebih baik daripada tidak menggunakan apa pun. Produsen kondom memiliki pedoman jaminan kualitas yang ketat untuk memastikan bahwa produk mereka aman dan efektif setiap digunakan.

Baca Juga : Jangan Asal Pasang, Begini Cara Tepat Penggunaan Kondom

‘Kondom punya efek samping bagi kesehatan’

Beberapa orang percaya bahwa penggunaan kondom dapat menyebabkan efek samping atau risiko kesehatan seperti penyakit, infeksi, atau bahkan kanker pada pria dan wanita.

Fakta: Tidak ada efek samping serius jangka pendek atau panjang yang diketahui terkait dengan penggunaan kondom. Ketika kondom digunakan, ejakulasi terjadi seperti biasa, sehingga tidak ada sperma ‘cadangan’.

Tidak ada bukti bahwa kondom menyebabkan kanker, baik pada pria maupun wanita. Bahkan penggunaan kondom justru dapat membantu melindungi terhadap kondisi yang disebabkan oleh IMS termasuk penyakit radang panggul, kanker serviks, dan infertilitas.

Kemungkinan alergi terhadap bahan kondom ada, namun sangat jarang terjadi. Iritasi yang terjadi biasanya berupa gatal, kemerahan, ruam, dan/atau pembengkakan pada alat kelamin, pangkal paha, atau paha selama atau setelah penggunaan kondom.

‘Kondom bisa membuat ejakulasi dini’

Beberapa pria dan wanita secara keliru percaya bahwa kondom pria mengerutkan penis yang sedang ereksi, sehingga menyebabkan ejakulasi dini.

Fakta: Menggunakan kondom tidak menyebabkan ejakulasi dini. Sebaliknya, kondom dapat membantu pengguna mempertahankan ereksi lebih lama dan mencegah ejakulasi dini, terutama ketika penempatan kondom pada penis adalah bagian rutin foreplay seksual.

Baca Juga : Wajib Tahu! Ini Penyebab Ejakulasi Dini yang Umum Dialami Pria Dewasa

‘Kondom merupakan simbol pergaulan bebas’

Banyak masyarakat Indonesia yang masih mengaitkan penggunaan kondom mendorong perselingkuhan, pergaulan bebas, atau prostitusi.

Fakta: Tidak ada bukti bahwa kondom atau metode kontrasepsi lain memengaruhi perilaku. Bukti tentang kontrasepsi secara umum menunjukkan bahwa perilaku seksual tidak terkait dengan penggunaan kontrasepsi.

Bahkan menggunakan kontrasepsi menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dan infeksi menular seksual.

‘Kondom tidak cocok untuk penis yang besar’

Fakta: Ada banyak jenis dan merek kondom yang bervariasi dalam fitur seperti bentuk, ukuran, warna, pelumasan, ketebalan dan tekstur.

Kamu dan pasangan disarankan untuk mencoba merek yang berbeda untuk mencari tahu mana yang paling cocok.

‘Kondom hanya tersedia untuk pria’

Siapa bilang? Faktanya, kini ada juga lho kondom yang didesain khusus untuk wanita.

Maka dari itu, pilihan alat kontrasepsi untuk wanita pun kini kian beragam. Tak hanya suntik, pil KB, atau IUD.

Kamu bisa pelajari berbagai jenis alat kontrasepsi kondom untuk wanita di tautan ini.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

UNFPA. Diakses pada 20 Juli 2020. Debunking 5 Myths about Condoms!

International Planned Parenthood Federation. Diakses pada 20 Juli 2020. Myths and facts about… male condoms

    register-docotr