Kesehatan Seksual

Hati-hati, Posisi Seks Ini Berbahaya dan Bisa Menimbulkan Cedera!

May 26, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Melakukan hubungan seks memang menyenangkan. Berbagai gaya bercinta pun banyak dicoba demi menambah keintiman.

Meskipun kamu dan pasangan memiliki gaya favorit, tapi kamu harus hati-hati. Karena beberapa gaya dalam berhubungan seks ternyata memiliki risiko dan berbahaya jika tidak dilakukan dengan benar.

Baca juga: 3 Gaya Seks Tantra yang Bisa Bikin Suasana Jadi Makin Intim, Mau Coba?

Hubungan seks dan risiko fraktur penis

Hubungan seks merupakan salah satu penyebab fraktur atau patahnya penis. Hal ini bisa disebabkan oleh gaya tertentu atau ketidakhati-hatian dalam memilih posisi.

Fraktur penis sendiri merupakan kondisi saat tunica albuginea penis terluka. Tunica albuginea merupakan lapisan pelindung penis yang elastis. Jaringan ini terletak di bawah kulit yang memungkinkan penis membesar atau memanjang saat ereksi.

Fraktur penis merupakan kondisi gawat. Jika saat berhubungan seksual kamu merasakan gejala seperti penis yang bengkok, ereksi menghilang lalu rasa nyeri karena cedera, maka kamu harus segera mencari pertolongan medis.

Gaya hubungan seksual yang berbahaya

Hubungan seksual menjadi salah satu penyebab fraktur penis. Beberapa gaya yang dapat menyebabkan kondisi ini hingga dilabeli sebagai gaya yang berisiko adalah sebagai berikut:

Woman on top

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Urology menyebut beberapa gaya yang dapat menyebabkan fraktur penis. Gaya yang berada paling atas dalam kajian mereka adalah woman on top.

Dikutip dari Healthline, posisi ini berisiko lantaran bobot tubuh wanita berpotensi memaksa penis menjadi bengkok saat gerakan naik turun dilakukan. Terlebih saat penis sedang penetrasi di dalam vagina.

Selain itu, di posisi ini pun wanita bisa terlalu bergerak ke depan dan ke belakang sehingga membuat batang penis menjadi lebih bengkok.

Doggy style

Masih dari penelitian yang sama, posisi doggy style menempati peringkat kedua gaya bercinta yang bisa menyebabkan fraktur penis. Temuan yang sama juga disebutkan dalam penelitian yang terbit dalam International Journal of Impotence Research

Dilansir NetDoctor, ada potensi wanita sedikit bergeser ke samping ketika melakukan seks dalam posisi ini. Bahkan, wanita bisa saja tidak sengaja sedikit bergeser sehingga menyakiti penis pasangan dan menyebabkan fraktur penis.

Selain itu, dalam gerakan ini pun seringkali penis secara utuh keluar vagina, jadi ketika akan penetrasi kembali, bisa saja pria tidak sengaja menyentuh bagian lain tubuh pasangan sehingga menyakiti penisnya sendiri.

Missionary

Siapa sangka posisi paling standar seperti missionary pun termasuk gaya hubungan seksual yang berbahaya. Meskipun angka cedera karena posisi ini kecil, tapi ketika tidak dilakukan hati-hati, maka posisi missionary pun bisa menyebabkan cedera.

Contohnya adalah ketika kamu terlalu bersemangat melakukan gerakan keluar masuk berulang dan tanpa sengaja malah menyentuh tulang kemaluan pasangan atau permukaan keras lain, maka penis pun bisa mengalami cedera.

Posisi berdiri

Seks dalam posisi berdiri mungkin merupakan hal baru bagi kamu, tapi posisi ini bisa dijadikan selingan agar hubungan seksual tidak membosankan.

Variasi posisi bercinta ini bisa dilakukan di mana saja di setiap sudut rumah, mulai dari bersandar di tembok, di bawah shower hingga di meja dapur. 

Akan tetapi, seperti posisi bercinta lainnya, melakukan hubungan seksual sambil berdiri pun bisa dikatakan berbahaya karena bisa menyebabkan cedera.

Pasalnya, jika salah satu pasangan tidak bisa mengimbangi gerakan yang lainnya, maka penis bisa cedera karena salah sasaran saat hendak penetrasi.

Baca juga: Meski Bisa Tingkatkan Gairah, Tetap Waspada saat Berhubungan Seksual di Kamar Mandi

Penanganan fraktur penis

Cedera saat berhubungan seksual terutama jika terjadi fraktur penis adalah kondisi yang serius. Kamu biasanya membutuhkan operasi untuk mengatasi masalah ini.

Dokter akan menjahit bagian penis supaya lukanya di tunica albuginea dan corpus cavernosum tertutup.

Tujuan dari operasi ini adalah agar kamu nantinya bisa mempertahankan ereksi dan menjga fungsi kandung kemih.

Demikianlah berbagai gaya hubungan seksual yang berbahaya dan berisiko menimbulkan cedera. Selalu praktikkan hubungan seksual yang aman, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr