Puasa

Mau Buka Puasa Bersama? Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Kamu Lakukan!

April 15, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ramadan kali ini kita tidak bisa leluasa melakukan kegiatan yang melibatkan berkumpulnya banyak orang. Salah satunya adalah acara buka bersama atau ‘bukber’.

Bukber biasanya dilakukan bersama-sama dengan banyak orang di satu tempat yang sama. Namun, karena pandemi kamu tidak bisa berkumpul tanpa protokol kesehatan, ya.

Selama pandemi bolehkah kita melakukan bukber? Jika boleh, bagaimana protokol kesehatan yang harus dilakukan? Berikut ulasannya!

Bolehkah gelar bukber selama pandemi?

Dikutip dari Republika, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperbolehkan publik melakukan buka puasa bersama di rumah makan atau restoran. Dengan catatan, wajib mematuhi protokol kesehatan.

Saat buka puasa bersama, kamu pastinya akan membuka masker dan meningkatkan risiko penularan COVID-19. Maka dari itu protokol kesehatan sangat penting.

Protokol kesehatan saat buka puasa bersama

Jika kamu berencana untuk melakukan buka bersama dengan kawan-kawan di tempat umum, berikut beberapa protokol kesehatan yang wajib kamu lakukan:

1. Pastikan kamu sehat

Jika kamu sedang merasa kurang baik atau sakit, sebaiknya kamu di rumah saja. Sebab imunitas yang rendah membuat kamu lebih berisiko terpapar penyakit dan virus termasuk COVID-19.

Saat akan berangkat ke tempat bukber, pastikan kamu membawa kebutuhan pribadi seperti tisu, hand sanitizer, dan masker cadangan.

Untuk lebih berjaga-jaga, kamu bisa membuat janji dengan teman yang akan melakukan bukber untuk melakukan rapid test sebelum dan sesudah acara sebagai tindakan pencegahan.

2. Pilih lokasi dengan sirkulasi udara baik

Dalam memilih lokasi bukber, sebaiknya kamu memerhatikan sirkulasi udara tempat tersebut. Ada baiknya kamu memilih lokasi outdoor.

Kalaupun tidak tersedia, kamu bisa memilih lokasi dengan sirkulasi udara yang baik. Yakni dengan adanya pertukaran udara dari luar dan dalam.

Sebab di rumah makan, terutama dengan sirkulasi udara buruk, memiliki risiko penularan COVID-19 yang tinggi. Seperti yang terjadi pada kasus klaster kafe kopi di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

3. Tetap patuhi 3M

Selama di luar rumah kamu harus patuh melaksanakan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Kurangi atau bahkan hindari kontak langsung dengan orang lain. Sebelum dan sesudah makan, pastikan kamu mencuci tangan dengan air dan sabun.

Saat makan dan berkumpul, pastikan juga kamu menjaga jarak dengan orang lain. Kurangi frekuensi membuka masker, kecuali untuk kepentingan penting seperti makan dan minum.

4. Batasi waktu di luar dan langsung pulang

Jangan terlalu lama berada di kerumunan, ya. Jika agenda sudah selesai, kamu bisa langsung pulang dan mengurangi waktu ngobrol di tempat umum.

Setelah pulang di rumah, sterilkan barang-barang bawaan kamu dengan cairan disinfektan sebelum memasuki rumah.

Selain itu, hindari menyentuh barang apapun yang ada di rumah sebelum membersihkan diri. Langsung mandi lalu rendam dan cuci baju yang kamu pakai segera.

Baca Juga : Gampang Banget! Begini 5 Cara Membuat Cairan Disinfektan Secara Mandiri

5. Ingat siapa dan di mana kamu berinteraksi

Sebagai tindakan preventif, ada baiknya kamu mengingat dengan siapa saja kamu melakukan kontak dan ke mana saja kamu pergi.

Ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika ternyata muncul klaster COVID-19 baru yang bersangkutan dengan bukber yang kamu lakukan.

Dengan mengingat dengan siapa dan di mana kamu berada, maka tindakan tracing akan lebih mudah dilakukan.

Waspadai penularan COVID-19 di rumah makan!

Lembaga Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tahun lalu merilis sebuah penelitian terkait potensi naiknya risiko terpapar COVID-19 saat di rumah makan.

Penelitian tersebut menyebukan bahwa orang dewasa yang positif COVID-19 kira-kira dua kali lebih mungkin dilaporkan makan di restoran daripada mereka yang hasil tesnya negatif.

Penelitian ini dilakukan pada 1-29 Juli 2020. Dalam penelitiannya, CDC melibatkan 314 orang dewasa dengan gejala COVID-19. Sekitar setengah dari mereka (154 orang) dinyatakan positif terkena virus.

Namun, walaupun sudah melakukan protokol kesehatan, akan lebih baik lagi untuk menghindari berkerumun untuk menghindari penularan virus covid-19 ya…

Pelajari selengkapnya terkait risiko penularan COVID-19 di rumah makan melalui artikel Good Doctor berikut ini!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr