Puasa

Sering Makan Gorengan Saat Buka Puasa? Waspada 5 Dampak Buruk Berikut Ini

May 5, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Selain es teh manis, gorengan kerap menjadi teman setia saat buka puasa bagi sebagian orang. Padahal, terlalu sering makan gorengan untuk buka puasa ternyata bisa memberi efek tidak baik pada tubuh dan kesehatan, lho.

Lantas, apa saja dampak buruk yang dapat ditimbulkan akibat sering makan gorengan? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Makan gorengan untuk buka puasa, boleh atau tidak?

Sebenarnya, tidak ada larangan untuk menjadikan gorengan sebagai menu buka puasa. Hanya saja, kamu perlu mengetahui apa saja kandungan yang ada pada makanan tersebut.

Makanan yang digoreng, apa pun jenisnya, hampir pasti mempunyai lemak trans. Menurut sebuah penelitian, makanan yang digoreng akan kehilangan air dan menyerap lemak dari minyak. Hal itu juga akan meningkatkan kandungan kalorinya.

Lemak trans sendiri adalah jenis lemak yang terbentuk dari proses hidrogenisasi di alat penggorengan. Sayangnya, lemak tersebut sulit dicerna oleh tubuh, yang pada akhirnya hanya akan memicu banyak efek negatif pada kesehatan.

Baca juga: Ini Daftar Menu Takjil Sehat untuk Buka Puasa

Efek pada kesehatan

Ada banyak dampak buruk yang bisa terjadi pada tubuh akibat terlalu sering makan gorengan untuk buka puasa. Mulai dari gangguan pencernaan hingga yang berbahaya seperti risiko penyakit jantung.

Berikut beberapa efek yang dapat ditimbulkan akibat terlalu sering makan gorengan:

1. GERD

Gastroesophageal reflux disease atau GERD merupakan kondisi ketika cairan asam lambung mengalami peningkatan kadar hingga naik ke esofagus atau kerongkongan. Gejala utamanya adalah heartburn, yaitu rasa terbakar dan tidak nyaman di sekitar dada, bisa menjalar ke leher.

Menurut sebuah penelitian, lemak jahat yang ada pada gorengan bisa mengendurkan otot sfingter di bagian bawah esofagus yang berfungsi sebagai penghalang lambung. Saat otot itu mengendur, asam dari lambung akan mudah keluar dan naik ke kerongkongan.

Setelah itu, perlahan kamu akan merasakan yang namanya heartburn. Perlu diketahui, cairan asam dari lambung bersifat iritatif, bisa membuat dinding jaringan yang dilewatinya terluka.

2. Penambahan berat badan

Makanan yang digoreng mengandung lebih banyak kalori, bisa berdampak pada berat badanmu. Lemak trans juga dapat menstimulasi pelepasan hormon peningkat nafsu makan.

Meski penambahan berat badan yang teratur tidak terlalu menimbulkan masalah, hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatan jika terjadi secara terus-menerus. Sebuah penelitian memaparkan, orang yang obesitas sangat rentan terkena berbagai penyakit kronis.

3. Risiko penyakit jantung

Terlalu sering makan gorengan untuk buka puasa dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga 22 persen. Lemak trans yang terbentuk dari wajan penggorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam darah.

Tingginya kadar kolesterol dapat memicu pembentukan plak di pembuluh darah, kemudian menghambat aliran di dalamnya. Hal tersebut dikenal dengan istilah aterosklerosis. Ini akan membuat tekanan darah menjadi meningkat.

Akibatnya, jantung akan dipacu lebih keras untuk bekerja. Lama-kelamaan, hal itu dapat menurunkan fungsi dari jantung hingga terjadilah berbagai gangguan.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kematian, Ini 7 Penyebab Penyakit Jantung yang Kamu Harus Tahu

4. Diabetes

Diabetes bukan cuma muncul karena asupan makanan tinggi gula, tapi juga gorengan. Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, orang yang mengonsumsi gorengan 4 hingga 6 porsi per minggu berisiko 39 persen terkena diabetes tipe 2.

Lemak trans yang ada pada gorengan bisa menyebabkan resistensi insulin, faktor utama pemicu diabetes.

5. Risiko terkena kanker

Ada baiknya kamu membatasi makan gorengan untuk buka puasa, karena ada risiko kanker yang bisa mengintai. Proses penggorengan pada makanan dapat memicu pembentukan akrilamida, senyawa beracun yang berbahaya bagi tubuh.

Sebuah riset menemukan fakta bahwa akrilamida dapat meningkatkan beberapa jenis kanker, terutama di bagian ginjal, endometrium, dan ovarium.

Nah, itulah berbagai efek yang bisa ditimbulkan akibat terlalu sering makan gorengan untuk buka puasa. Demi meminimalkan risiko sejumlah gangguan kesehatan di atas, tak ada salahnya untuk mengganti gorengan dengan menu yang lebih bernutrisi untuk buka puasa.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Eat This, diakses 27 April 2021, Dangerous Side Effects of Eating Fried Foods, According to Science.
  2. Healthline, diakses 27 April 2021, Why Are Fried Foods Bad For You?
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 27 April 2021, Oils and fats: changes due to culinary and industrial processes.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 27 April 2021, Effect of intraduodenal fat on lower oesophageal sphincter function and gastro-oesophageal reflux.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 27 April 2021, Chronic disease burden associated with overweight and obesity in Ireland: the effects of a small BMI reduction at population level.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 27 April 2021, Fried-food consumption and risk of type 2 diabetes and coronary artery disease: a prospective study in 2 cohorts of US women and men.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 27 April 2021, Chemistry, biochemistry, and safety of acrylamide. A review.

    register-docotr