Puasa

Konsumsi Minuman Energi saat Puasa? Ini Dampak Positif dan Negatifnya!

May 6, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pada saat puasa seringkali tubuh merasa lemas. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar tubuh menjadi tidak lemas adalah dengan mengonsumsi minuman energi.

Namun, apakah minuman energi aman bagi tubuh di saat puasa? Yuk, simak penjelasan selanjutnya.

Apa itu minuman berenergi?

Minuman energi biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan energi seseorang termasuk meningkatkan konsentrasi. Hampir semua minuman berenergi mengandung kafein yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja otak.

Akan tetapi, takaran kafein yang terdapat pada setiap brand minuman berenergi tersebut berbeda-beda.

Tidak hanya mengandung kafein saja, minuman berenergi juga mengandung gula, vitamin B, asam amino, dan ekstrak herbal.

Popularitas minuman berenergi meningkat seiring dengan manfaat yang diklaim dapat diperoleh ketika kita mengkonsumsi minuman ini.

Tapi, tahukah kamu disamping kegunaannya untuk meningkatkan energi, ternyata ada dampak negatif dibalik mengonsumsi minuman berenergi.

Lalu apakah dampak positif dan negatif mengonsumsi minuman berenergi pada saat puasa? Berikut ulasan selengkapnya!

Dampak positif mengonsumsi minuman energi saat puasa

Memilih untuk mengkonsumsi minuman berenergi saat puasa memang sah-sah saja. Jika kamu memilih mengonsumsi minuman berenergi, kamu akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

Dapat meningkatkan fungsi otak

Salah satu alasan utama seseorang memilih untuk mengkonsumsi minuman berenergi adalah untuk meningkatkan fungsi otak. Peningkatan fungsi otak dapat membuat seseorang lebih berkonsentrasi.

Beberapa penelitian mengkonfirmasi bahwa minuman berenergi dapat meningkatkan fungsi otak, seperti memori, konsentrasi, dan reaksi dll.

Mengatasi rasa lelah

Kita pasti sering merasakan lelah saat melakukan berbagai macam aktifitas. Alasan lain seseorang mengonsumsi minuman berenergi adalah untuk mengatasi rasa lelah yang melanda tubuh serta meningkatkan kinerja tubuh.

Pada saat kamu melakukan olahraga, kamu bisa menjadikan minuman berenergi sebagai pilihan. Hal ini dikarenakan minuman berenergi memiliki efek pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan minuman lain.

Efek yang ditimbulkan tersebut merupakan manfaat dari kafein dan karbohidrat yang terkandung di dalamnya.

Dampak negatif konsumsi minuman energi saat puasa

Selain memiliki dampak positif bagi tubuh, minuman berenergi juga memiliki dampak negatif loh! Nah, dampak negatif ini harus benar-benar kamu perhatikan saat kamu memilih untuk mengonsumsi minuman berenergi saat puasa.

Dapat menimbulkan masalah jantung

Sering mengonsumsi minuman berenergi ternyata dapat menimbulkan masalah jantung. Peneliti mengungkapkan bahwa fungsi otak yang meningkat saat mengonsumsi minuman ini membuat kamu tetap terjaga ketika kamu merasa lelah.

Lebih lanjut lagi, peneliti juga menjelaskan bahwa mengonsumsi minuman berenergi dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, serta menurunkan fungsi penting dari pembuluh darah yang tentu saja akan berakibat fatal bagi kesehatan.

Meningkatkan gula darah

Beberapa minuman energi memiliki kandungan gula yang berlebihan, efeknya adalah gula darah akan melonjak. Jika kamu memiliki penyakit diabetes, kamu sebaiknya berhati-hati dalam mengonumsi minuman ini.

Peningkatkan gula darah, dikaitkan dengan peningkatan kadar stres oksidatif dan peradangan, di mana hal tersebut dapat menyebabkan penyakit kronis.

Intensitas buang air kecil meningkat

Sisi negatif lain mengkonsumsi minuman berenergi saat puasa adalah dapat membuat kamu sering buang air kecil.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), kafein yang terkandung dalam minuman berenergi memiliki efek diuretik yang mengakibatkan peningkatan jumlah air dan garam yang dikeluarkan oleh tubuh melalui urin.

Pada kasus yang lebih ekstrim, hal tersebut juga dapat menyebabkan seseorang mengalami  dehidrasi.

Bagaimana mengonsumsi minuman energi saat puasa dengan tepat?

Jika dikonsumsi secara wajar, minuman energi akan memberikan efek positif. Oleh karenanya kamu harus memperhatikan dampak yang dapat ditimbulkan oleh minuman berenergi sebelum kamu memilih mengkonsumsinya saat puasa.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), seseorang tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 400 mg kafein.

Sebaiknya jika kamu ingin mengonsumsi minuman energi jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Pilihlah minuman yang dapat menyehatkan tubuh saat puasa.

Minuman yang menyegarkan untuk buka puasa

Perlu kamu ketahui bahwa dehidrasi adalah kondisi yang rentan terjadi saat berpuasa. Maka dari itu, memenuhi asupan cairan pada saat sahur dan berbuka penting dilakukan.

Berikut ini, ada beberapa jenis minuman untuk buka puasa yang dapat membantumu memenuhi asupan cairan dalam tubuh.

1. Air putih

Air putih adalah minuman yang paling baik dikonsumsi pada saat sahur ataupun berbuka. Mengonsumsi air putih dapat membantu menggantikan cairan yang hilang dalam tubuh.

Tak hanya itu, dengan memenuhi asupan cairan tubuh pun akan terhidrasi dengan baik. Di sisi lain, air putih pun memiliki beragam manfaat untuk tubuh lho, seperti:

  • Membantu memaksimalkan kinerja fisik
  • Memengaruhi tingkat energi dan fungsi otak
  • Mencegah sakit kepala
  • Meredakan sembelit

Usahakanlah untuk minum setidaknya 8 gelas cairan per hari pada saat sahur dan berbuka.

2. Air kelapa

Air kelapa memiliki rasa yang menyegarkan. Selain itu, air kelapa juga memiliki kandungan nutrisi yang berlimpah. Bahkan, dalam satu cangkir air kelapa mengandung sekitar:

  • Karbohidrat: 9 gram
  • Serat: 3 gram
  • Protein: 2 gram
  • Vitamin C: 10% dari Recommended Dietary Intake (RDI)
  • Magnesium: 15% dari RDI
  • Mangan: 17% dari RDI
  • Kalium: 17% dari RDI

Tak hanya itu, air kelapa juga memiliki beragam manfaat untuk tubuh, di antaranya adalah menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah, serta memiliki sifat antioksidan untuk melawan radikal bebas.

3. Jus buah

Selain minuman yang sudah disebutkan di atas, jus buah-buahan juga menjadi minuman yang menyegarkan ketika dikonsumsi pada saat buka puasa.

Misalnya saja, kamu dapat mengonsumsi jus semangka. Semangka mengandung sekitar 91 persen air. Oleh karena itu, ini menjadikan jus semangka minuman yang dapat membantumu tetap terhidrasi.

Selain, semangka kamu juga bisa mengonsumsi jus melon yang juga memiliki kandungan air yang banyak.

Untuk mendapatkan manfaat penuh dari jus buah. Sebaiknya, hindarilah menambahkan gula ke dalam jus.

4. Smoothies buah

Smoothies juga mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Pepaya, kiwi, alpukat, pisang, serta mangga merupakan sumber vitamin C, kalium, folat, serta mangan yang baik.

Buah-buahan yang baik lainnya untuk dijadikan smoothies adalah ceri, aprikot, atau plum. Buah-buahan ini mengandung beta karoten, kalium dan vitamin C.

Beta karoten sendiri dapat membantu menjaga kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik.

5. Susu

Minuman buka puasa lainnya yang juga dapat menyegarkan sekaligus menyehatkan tubuh adalah susu. Susu memiliki kandungan nutrisi yang mengesankan, bahkan dalam satu gelas susu mengandung sekitar:

  • Kalori: 146
  • Protein: 8 gram
  • Lemak: 8 gram
  • Kalsium: 28% dari RDA
  • Vitamin D: 24% dari RDA
  • Riboflavin (B2): 26% dari RDA
  • Vitamin B12: 18% dari RDA

Tak hanya itu saja, susu juga merupakan sumber yang baik dari vitamin A, magnesium, zinc, serta thiamin (B1).

Adapun beberapa manfaat dari susu di antaranya adalah baik untuk kesehatan tulang, menjaga berat badan sehat, sera menyehatkan gigi. Akan tetapi, sebaiknya pilihlah susu yang rendah lemak, ya.

Tips aman berpuasa

Terdapat beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya, di antaranya adalah:

1. Hindari minuman berkarbonasi

Sebaiknya hindarilah minuman olahan dan minuman berkarbonasi. Sebab, biasanya minuman tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi.

Kandungan tersebut dapat menyebabkan gas dan perut terasa kembung, sehingga menimbulkan gangguan pencernaan. Akan lebih baik, jika kamu mengonsumsi air putih.

2. Hindari konsumsi makanan tinggi lemak, garam, dan gula

Mengonsumsi makanan yang digoreng atau memiliki kandungan gula tak jarang dikonsumsi pada saat berbuka.

Makanan tersebut memang bisa membatmu merasa lebih baik sementara, namun konsumsi makanan tersebut dapat membutmu menjalani puasa keesokan harinya lebih sulit.

Selain dapat menyebabkan pertambahan berat badan yang tidak sehat, mengonsumsi makanan berlemak dan mengandung gula juga dapat menyebabkanmu merasa lelah dan lemas.

Tak hanya itu kamu juga harus membatasi asupan garam, terutama saat sahur. Sebab, ini dapat meningkatkan rasa haus.

Akan lebih baik jika kamu memasukkan makanan dari kelompok utama, seperti buah dan sayur, nasi dan alternatifnya, serta daging dan alternatifnya.

Selain, itu mengonsumsi makanan kaya akan kandungan serat juga baik. Sebab, serat dapat dicerna lebih lambat dibandingkan dengan makanan olahan, sehingga membuatmy merasa lebih kenyang.

3. Jangan makan secara berlebihan saat berbuka

Makan secara berlebihan saat berbuka dapat membahayakan tubuh. Pada saat berbuka kamu harus mengonsumsi makanan yang seimbang, dan bergizi, bukan makan secara berlebihan.

Makan secara berlebihan serta mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sebaiknya, makanlah secara perlahan.

4. Jangan lewatkan sahur

Penting juga bagi kamu untuk tidak melawatkan sahur.

Sebab, melewatkan sahur dapat memperpanjang masa puasa tubuh karena tubuh harus bergantung pada makanan yang sebelumnya dikonsumsi untuk memberi semua energi dan nutrisi hingga waktu berbuka.

Akibatnya, hal tersebut juga bisa menyebabkanmu merasa lebih dehidrasi dan lelah pada siang hari.

Di sisi lain, melewatkan sahur juga mendorong makan secara berlebihan ketika berbuka, yang mana dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat.

5. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik

Seperti yang sudah diketahui bahwa minum air putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan memenuhi asupan cairan pun penting untuk dilakukan.

Asupan cairan yang tidak terpenuhi dengan baik dapat memengaruhi suasana hati, menyebabkan kelelahan, serta memengaruhi tingkat energi dan memori.

Tak hanya itu, menjaga asupan air juga dapat membantu mencegah sakit kepala, migrain, sembelit, serta mengontrol tekanan darah.

Untuk mencukupi asupan cairan dalam tubuh kamu juga bisa mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung air, seperti stroberi, semangka, blewah, mentimun, serta tomat.

Dan jangan lupa diimbangi dengan makan-makanan yang bergizi ya agar kamu tetap sehat dan bugar saat menjalani ibadah puasa!

Jika kamu memiliki pertanyaan lainnya, terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.   

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin. Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada tanggal 22 April 2020. Are Energy Drinks Good or Bad for You?

The Healthy. Diakses pada tanggal 22 April 2020. What Really Happens to Your Body When You Use Energy Drinks

British Nutrition Foundation. Diakses pada 06 Mei 2021. A healthy Ramadan 

Healthline (2020). Diakses pada 06 Mei 2021. 7 Science-Based Health Benefits of Drinking Enough Water 

Healthline (2018). Diakses pada 06 Mei 2021. 8 Science-Based Health Benefits of Coconut Water 

Healthline (2018). Diakses pada 06 Mei 2021. 5 Ways That Drinking Milk Can Improve Your Health 

Healthline (2021). Diakses pada 06 Mei 2021. Practical Tips to Safely Fast During Ramadan 

HealthXchange.sg. Diakses pada 06 Mei 2021. Healthy Ramadan Fasting 

New Straits Times (2015). Diakses pada 06 Mei 2021. Drinks for breaking fast 

SFGATE (2018). Diakses pada 06 Mei 2021. Health Benefits of Fruit Smoothies 

Thenationalnews.com (2017). Diakses pada 06 Mei 2021. The best foods to eat and avoid during iftar and suhour 

    register-docotr